
Beberapa hari berlalu sejak pertemuan mereka di coffee shop reksi, hari-hari kaira disibukkan dgn jadwal kuliahnya karna cafe 2005 sedang renovasi untuk sementara jadwal performnya pun kosong.
Sementara firman masih sibuk mengurus kepindahannya serta kuliahnya yang juga ia pindahkan ke kota ini, blm lagi beberapa toko alat musik yg ia kelola dibeberapa pusat perbelanjaan juga membuatnya sedikit kewalahan.
Berbeda hal dengan reksi disamping tetap mengurus bengkel dan kuliah ia juga menghabiskan waktunya untuk memperhatikan kaira, sikap posesifnya terkadang membuatnya tidak tenang jika beberapa jam saja tidak mendengar kabar kaira, bahkan laki-laki itu sepertinya sudah jatuh hati pada gadis yg didekatinya itu.
Dirumah luna tampak kaira, vivi dan anya sedang menunggu luna dikamarnya, hari ini gadis2 itu seperti biasa akan menghabiskan waktu mereka untuk nonton dan hang out di mall
"Hadeuhhh lammmmaaaa...." tampak kaira mulai bosan menunggu luna
"Tau gitu tadi kita tidur aja dulu..." sahut vivi mengimbangi
"Sabar ihhh, gue harus pke lipstik yg mana nih" tampak luna ragu memilih lipstik di meja riasnya yg mungkin jumlahnya lebih dari 10 buah
"Lo berdua tuh ga sabaran, anya aja kalem ga bawel..." lanjut luna tanpa memperdulikan kaira dan vivi yg sudah mulai bosan
Sontak kaira dan vivi membelalakkan mata saat menoleh kearah anya yang sudah terlelap diatas ranjang luna
"Jiahhhhh... putri tidur" ucap kaira menepuk dahi diikuti vivi yg dengan segera merebahkan diri diatas badan anya
__ADS_1
"Empuk ka...haha"lanjut anya mengisyaratkan kaira untuk ikut mengganggu lelapnya tidur anya
Anya yg merasa terganggu dgn ulah kedua sahabatnya menggeliatkan badannya dan membuat vivi terjatuh kesisi ranjang, sontak vivi berteriak membuat anya tersentak dan segera duduk di sisi ranjang luna
"Lu kenapa vi...?" Tanya anya sambil mengucek kedua matanya
Serentak mereka ber 4 tergelak melihat anya yg sama sekali tidak merasa bersalah, sesaat kemudian luna menarik anya dan membawanya kekamar mandi di kamar itu
Setelah mereka semua selesai bersiap kemudian mereka berpamitan kepada tante yanti ibunda luna
Dengan takzim mereka mencium punggung tangan tante yanti yg memang begitu perhatian kepada sahabat2 putri tunggalnya itu
Pak roni sopir keluarga luna sudah bersiap digarasi memanaskan honda jazz red metalic milik luna
"Hmm pak roni didepan sama kaira aja ya...soalnya aku ga biasa didepan kalo ga sama milan"jawab luna manja
Diikuti acungan jempol pak roni sambil tersenyum melihat kelakuan nona mudanya
Sementara ketiga sahabatnya mencebik pada luna
__ADS_1
"Yo wis pak roni ...sama aku yg jomblo ini aja... "ucap kaira sambil menunjuk keningnya sendiri
"Kalo mbak kaira kan jomblonya karna terlalu selektif ya to..."ucap pak roni meledek kaira yg sudah duduk disampingnya
Kaira terkekeh mendengar ucapan pak roni...
"Bisa ae pak roni"sahut vivi dari belakang diiringi senyum sumringah mereka
Beberapa saat kemudian terdengar nada dering ponsel yg seketika membuat mata mereka semua tertuju pada kaira
"Hmmmm..."gumam kaira sambil menatap sekeliling
Kenudian mengangkat panggilan masuk tersebut
"Hallo..."jawab kaira ragu karna ia tau panggilan masuk itu akan memantik kehebohan teman2 nya
Ayo siapa kira kira
Lanjut di next part ya
__ADS_1
Jangan lupa support aku terus ya
💗💗💗💗💗💗💗