Kaira Cinta Tak Bersyarat

Kaira Cinta Tak Bersyarat
SOME MOMENT 5


__ADS_3

"Mas firman kan takut obat mba, takut jarum suntik juga makanya ga mau kedokter" ucap bi eti sementara firman semakin mendelik seraya menepuk kening nya sendiri.


"Buka tros bi... jangan kasih kendor" seloroh vyan yang baru saja masuk membawa sebuah kelapa hijau yang sudah di buka bagian atas nya dengan nada mengejek firman.


"Abis gue yan..." ucap firman seraya mencoba bangun setelah memberikan handuk kompresannya kepada bi eti


"Diminum mas air kelapanya" ucap bi eti lembut sembari menyerahkan kelapa yang sudah ia beri sedotan


Firman nampak ragu meminumnya,


"Cepetan minum... ini ga pait firman" desak kaira tak sabar


Bi eti yang melihat tingkah kaira nampak menahan senyumnya sambil menatap vyan


"Besok besok kalo firman ga mau minum obat, telpon kaira aja bi" saran vyan yang kemudian mendapat tatapan tajam dari kaira


Perlahan firman meminum beberapa teguk air kelapa itu kemudian kaira menyerahkan piring yang berisi nasi dan lauk pauk


"Makan ya man" ucap kaira lebih lembut namun dengan nada memerintah


"Belum laper ka..." tolak firman perlahan karena takut dengan reaksi kaira


"Lo mah ga akan laper man... yang laper mah noh SOPIAN HADI dari tadi ngunyah aja" sahut kaira seraya menunjuk vyan yang sedang asyik memegangi toples berisi makanan kering yang di bawakan bi eti, lalu memakannya tanpa jeda.

__ADS_1


"Bibi lanjutin kerjaan bibi aja di belakang biar saya yang paksa firman makan" ucap kaira ramah kepada bi eti karna saat mengambil kompresan tadi kaira melihat bi eti sedang sibuk memasak.


"Iya mba... disuapin mungkin mau mba" ucap bi eti polos yang mengira kaira adalah kekasih firman


Seketika mata firman mendelik diikuti kekehan vyan


"Tenang bi... kaira emang dateng kesini buat bantuin ngerawat firman kok" ucap vyan yang membuat kaira menoleh tajam padanya


Bi eti yang mendengarnya tersenyum senang lalu meninggalkan mereka bertiga


Melihat firman sepertiny tidak bisa menahan tubuhnya untuk duduk tegak kaira dengan sigap menyusun 2 buah bantal lalu menyuruh firman bersandar


"Nyender disini man, makan dulu beberapa suap nanti bru tiduran lagi" ucap kaira lembut sambil mengambil piring yang tadi ditaruhnya diatas nakas.


"Maksih ya ka..." ucap firman seraya menatap gadis yang sudah beberapa tahun belakangan memenuhi ruang hatinya


Kaira tersenyum lembut lalu membuang tatapannya karena wajahnya mulai merona merah.


"Ama gue ga terimakasih man... kan gue yang bikin lo disuapin kaira" ucap vyan meledek mereka


"Rese banget si lo bang" ucap kaira mendelik


"Lah bener ka.. pan gara gara gue" ucap vyan membela diri dengan logat khas betawinya

__ADS_1


Firman tersenyum lemah


"Man minum paracetamol lagi ya, yang tablet tapi" ucap kaira membujuk firman


Firman mengangguk lalu menurut untuk minum paracetamol yang di sodorkan oleh kaira, meskipun dengan susah payah akhirnya firman bisa menelan tablet itu.


Kaira tersenyum senang melihat perjuangan firman meminum obat itu


"Lo bener bener gambaran enyak gue waktu muda ka... ada aja caranya bikin orang nurut" ucap vyan sambil menggeleng gelengkan kepalanya


"Berarti ibu lo hebat ya bang... gue mau ah kapan2 maen ke rumah lo, kenalan sama ibu lo"


Ucap kaira bersemangat


"Man istirahat ya?" Ucap kaira lembut sambil mengangkat nampan berisi gelas hendak membawanya ke dapur, tapi baru saja membelakangi firman tiba tiba firman bertanya


"Lo ga pulang kan?" Tanya nya penuh harap


Kaira menyunggingkan senyumnya sambil menggelengkan kepalanya.


See u on the next part


Thank's for reading

__ADS_1


__ADS_2