
"Nanti style haris kaya gini gondrong" ucap luna seraya menunjukkan gambar opa opa korea mengenakan kemeja soft pink yang di balut blazer hitam dengan bawahan chino abu gelap skinny
Vyan mengangguk anggukkan kepalanya tanda mengerti
"Tunggu bentar lun..." vyan membuka kardus besar disampingnya
"Matching kan lun ama ini" ucap vyan dengan bangganya sambil menunjukkan toa pengeras suara berwarna merah muda
Luna melongo bahkan tak habis fikir ternyata vyan sekreatif itu
"Ide siapa nih?" Tanya luna penasaran
"Paling paling juga kelakuan si gondrong" milan menyahut malas
"Rada norak sih tapi ini keren cinta, secara haris kan pendiem trus suaranya juga ga kenceng kenceng banget, good job yan" ucap luna justru membela dan memuji vyan, vyan yang merasa tersanjungpun menaikkan alisnya dua kali tanda jumawa dengan senyum sumringah dibibirnya.
Milan mencebik melihat kekasihnya memuji vyan didepannya.
"Semoga cuma soal toa aja yang diurus vyan, kalo yang inti inti ga kebayang gue"
Gumam luna dalam hati menahan tawanya
"Ya udah gue siap siap dulu, nanti selesai kelas gue ke fakultas vivi."
Ucap luna berpamitan
__ADS_1
"Aku anter cinta" tawar milan semangat
"Ga usah, kamu mandi aja sana" tolak luna kemudian berlalu meninggalkan mereka semua
Setelah dirasa luna cukup jauh milan terlihat mengusap usap dadanya
"Hampir... hampir" ucapnya mengatur nafas
"Jangan maen api" ketus firman mengingatkan
"Kalo lo nyakitin luna gue bisa cariin dia gantinya yang lebih dari lo, sok ganteng"ucap vyan sewot sambil mencebikkan bibirnya
"Awas aja kalo berani" ucap milan sambil mengepalkan tangannya ke arah vyan kemudian berlalu masuk ke dalam rumah firman.
Hari mulai siang matahari perlahan lahan mulai menunjukkan sinarnya,
Jam menunjukkan pukul 09.00 kelas mereka pun dimulai hingga sampailah dipenghujung kelas hampir berakhir kira kira pukul 10.30
"*Udah ready belum lun?gue udah mo kelar nih" Tulis kaira pada pesan whatssapp yang ia kirimkan pada luna
Selang beberapa menit
"Tahan 15 menit, nanti gue jemput lo berdua*"
Dosen yang mengajar kaira dan vivi menyudahi kelasnya kemudian melangkah keluar dari kelas tersebut, kaira nampak berpikir mencari alasan agar vivi yang hari ini tampil cantik dengan gaun semi formal selutut itu tidak buru buru mengajaknya keluar
__ADS_1
"Cabut yo ka" ajaknya pada kaira
"Ayo..." ucap kaira terputus yang bangun dari duduknya namun berpura pura terhuyung memegangi kepalanya
Vivi yang melihatnya langsung menopang tubuh kaira
"Lo kenapa ka?" Tanya nya dengan wajah panik
"Pusing banget vi" ucap kaira berbohong
"Ya udah duduk dulu aja sini" vivi dengan sabar menggandeng kaira dan membawanya duduk kembali
Kaira bersorak kegirangan karena berhasil mengelabui vivi
"Gue beli teh anget dulu, lo tunggu bentar ya" ucap vivi menaruh tasnya di atas meja dan hanya mengambil dompet yang berisi uang dan handphone nya
Namun belum sempat beranjak kaira dengan sigap menarik tangan vivi
"Jangan vi... temenin gue aja disini, nanti gue WA luna aja biar beli minum"
Pintanya pada vivi dan vivi pun mengangguk lembut.
Kaira mengambil ponsel dari dalam tasnya kemudian
"*Cepetan... gue udah pura pura sakit nih, jangan lupa bawa teh biar perfect" pesan kaira melalui smartphone nya yang dikirimkannya pada luna
__ADS_1
"Iya bentar, si vyan tulisan tulisannya pake ketinggalan nih"
Balas luna*