Kaira Cinta Tak Bersyarat

Kaira Cinta Tak Bersyarat
EFFECT OF THE MIRAGE 9


__ADS_3

Sementara diatas stage dengan lembut Reksi mengambil alih microphone dari tangan Kaira dengan tangan kirinya sambil lirih merdu suara Firman terus mengalun syahdu


"Mungkin aku ga pandai merangkai kata kata indah, mungkin aku juga ga pandai melantunkan rayuan rayuan indah, tapi aku akan selalu berusaha memenuhi semua yang kamu butuhkan, mendukung semua yang kamu lakukan...."


Ucap Reksi tulus


"Aku ga bisa berjanji menjadi pelangi setelah hujan menjadi bintang di langit mendung bahkan menjadi cahaya di saat gelap... tapi aku pastikan aku bisa melakukan yang terbaik untuk kamu lebih dari orang orang disekitar kamu selama ini..."


Lanjut Reksi sambil ekor matanya melirik kearah Firman berada


Sementara Firman terpaku tak bergeming mengingat kata kata haris


FLASBACK ON


Saat Vyan menghampiri Kaira dan Reksi haris berpindah ke kursi yang ditinggalkan Vyan tepat sisi vyan.


"Gue cium bau bau ga enak nih man..."


Ucap haris setengah berbisik


"Reksi?"


Tanya firman pelan


Haris menganggukan kepalanya yakin


"Lo ga ngerasa set decor ini bukan buat anniv kantor"


Ucap haris sambil mengedarkan pandangannya

__ADS_1


Sejenak Firman terdiam dan berfikir dalam diamnya


"Sekarang bro... atau lo terlambat"


Ucap haris mengultimatum Firman.


Firman masih tak bicara sepatah katapun hanya bola matanya terus memandang ke arah reksi dan Kaira berada.


"Gue bakal bilang malam ini..."


Ucap Firman seraya bangkit dari duduknya kemudian melangkah mengikuti Vyan dan Kaira yang sudah lebih dulu berada dia atas stage.


FLASHBACK OFF


Reksi peelahan bertekuk lutut dihadapan Kaira


"Aku yakin malam ini adalah saat yang tepat buat aku, disaksikan sahabat sahabat kamu dan staf staf penting aku, maukah kamu menjalin kasih dengan aku ka...?"


Tatapan mata firman mulai kosong,bahkan berdiripun rasanya ia sudah tidak ingin.


"Gue ketoilet yan"


Ucapnya seraya meninggalkan stage, ekor mata Kaira mengikuti kemana Firman pergi sementara riuh suara staf staf Reksi bersahutan menyemangati Kaira.


Sementara di tablenya para sahabat Kaira terkejut melihat apa yg dilakukan Reksi malam itu


"Nekat banget temen kamu... mana didepan banyak orang gini, karyawannya pula... maunya apa sih"


Omel luna setengah berbisik dengan kesal karena nampak berdiri disisi milan.

__ADS_1


Melihat Firman turun devan berucap


"Lo kok Firman malah turun, mau kemana sih dia..." ucap devan hendak menyusul Firman namun Milan segara mencegahnya


"Eh mau kemana... Firman mau ketoilet, emang lo mau ikutin juga?"


Ucap Milan meledek devan,


Devan pun mengurungkan niatnya menyusul Firman.


Sementara Luna bwngkit dan meninggalkan sahabat sahabatnya


"Gue ke toilet dulu ya"


Ucap luna berpamitan


Sesampainya di jalan menuju toilet luna memergoki Firman yang sedang mengarahkan pandangannya fokus menuju stage dari arah yang minim cahaya sehingga tidak ada seorangpun yang menyadarinya.


Luna menghela nafas panjang


" kenapa sih kalian berdua tuh ya... nyiksa diri... udah tau sama sama suka tapi malah mempersulit keadaan"


Gumam Luna dalam hati melihat kedua sahabatnya itu berada pada posisi yang sulit.


Sementara di atas stage Kaira masih terdiam bahkan tatapan matanya pun tidak tertuju pada reksi, tatapan sendu Kaira menerawang jauh ketempat Firman berdiri, karena disanalah Kaira terbiasa memperhatikan Firman sepuas hatinya


Keputusan apa yang akan diambil Kaira


Menerima Reksi atau tidak

__ADS_1


Tunggu di next up nya ya


💘💘💘💘💘💘😭😭😭😭


__ADS_2