
"Ya lo mah ga bakal tau rasanya ris... lo kan jomblo" ucap reksi ketus
Haris terlihat menghela nafas berat
"Hello.... emangnya lo ga jomblo rek?" Cibir luna mengingatkan reksi yang statusnya memang masih belum ada apa apa dengan kaira
"Seengganya kak haris jomblo tapi keren dari pada lo jonges jomblo ngeselin" sontak vivi berucap tajam melihat tingkah reksi ketus pada haris
Reksi yang merasa tersudut lebih memilih tak berkomentar dan mengarahkan pandangan pada kaira yang sedang mengobrol dengan vyan
Firman berjalan mendekat pada milan dan yang lain
"Bro please jangan marahin kaira ya... dia cuma profesional aja kok... lagian mereka itu juga tamu kita jadi ya kita mesti perlakukan dengan baik" ucap firman mencoba memberi pengertian pada reksi
"Santai bro dia ga bakal macem macem kok, kalo sampe macem macem... bisa bisa dia ditolak sebelum nembak" sela milan mencairkan suasana
"Man semangat ya" ucap anya sumringah
"Pasti donk anya... oke semua gue tinggal dulu ya" ucap firman seraya bergegas menuju stage
Mereka kembali membawakan beberapa lagu, kaira nampak bisa menyembunyikan suasana hatinya saat di atas stage
__ADS_1
Malam semakin larut mereka pun menyelesaikan penampilannya tepat jam 23.00, kaira segera masuk ruang istirahat untuk mengganti pakaiannya, meskipun live music sudah selesai tetapi tempat itu masih full pengunjung karna memang devan membukanya hingga pukul 02.00 dini hari
Kaira bergegas menghampiri teman temannya, nampak firman sudah mengenakan jaketnya duduk diantara sahabat sahabatnya itu
"Kamu pulang sama aku ka..." ucap reksi seolah lebih seperti perintah di banding penawaran
"Etsss ga bisa donk, kaira berangkat sama gue bro baliknya harus sama gue" ucap firman tegas diikuti tatapan tajam reksi yang mulai bangkit dari duduknya
"Lo gada hak man nentuin kaira pulang sama siapa" ucap reksi sedikit emosi
"Trus lo punya hak gitu?" Tanya firman yang masih duduk tenang
Sebelum reksi menjawab tiba tiba sosok tinggi besar berambut panjang menyela
Ucap vyan menunjuk firman dan reksi dengan nada tegas,vyan adalah seorang pelatih bela diri karate hanya saja ia memang menyukai dunia seni sehingga orang lebih mengenalnya sebagai musisi.
"Gue pulang sama lo aja bang" ucap kaira mejatuhkan pilihan
"Sukur lo pada, giliran ama vyan pada ciyut" gumam luna sambil menahan senyumnya
Reksi dan firman nampak pasrah, kaira segera mengekor pada vyan yang hendak mengambil waistbagnya di sudut stage
__ADS_1
Reksi yang nampak putus asa segera bergegas meninggalkan meja luna dan teman temannya lalu menghampiri sepeda motornya yang terparkir di halaman cafe kemudian berlalu meninggalkan tempat itu
Firman nampak menyusul reksi ke parkiran tetapi bukan untuk bergegas pulang justru firman hanya mengambil hoodie yang tadi ia siapkan untuk kaira setelah itu ia pun bergegas menuju stage menghampiri kaira dan vyan yang hendak meninggalkan cafe
"Pake nih ka... biar ga masuk angin" ucap firman sembari menyerahkan hoodie tersebut pada kaira
"Jangan ngebut yan... ati ati" pesannya pada vyan dengan tidak ada sedikitpun kemarahan karna firman tahu vyan hanya ingin menyelamatkan kaira dari situasi tidak mengenakkan tadi.
"Tenang bro... kita duluan ya" ucap vyan sembari tersenyum berwibawa
Mereka pun berpamitan pada luna dan yang lain, kemudian bergegas menuju sepeda motor matic besar warna silver yang bermerk Nm*x, setelah memakai hoodie nya kaira segera membonceng dibelakang vyan
Vyan berjalan santai sambil mengobrol dengan kaira diatas motornya
"Bang... thank you ya... untung ada lo jadi mereka ga kaya anak kecil rebutan permen" ucap kaira asal yang membuat vyan tergelak
"Lah permennya elo ka..." ucapnya tergelak
Kaira mencebik dan bergumam "sial
.. "ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya
__ADS_1
Lanjut terus ya bacanya
See u on the next part