
"Ga ngerti gue, susah banget gue nyembunyiin sesuatu dari mereka berdua" ucap firman
"Loh emang lo nyembunyiin apa man?" Tanya kaira polos dan berhasil membuat firman gelagapan
"Ee... engga ada sii ka.. maksudnya kaya hari ini gitu" jawab firman gugup mencari alasan
Kaira mengangguk polos "ooo...."
Sementara ditempat berbeda sebuah sepeda motor matic besar yang membawa vyan dan anya melaju dan mulai memasukki sebuah gerbang yang lebih tapatnya seperti gapura yang terdapat boneka ondel ondel di sisi kanan dan kirinya.
sebuah pekarangan yang luasnya sekitar 1 hektar itu kental dengan nuansa adat betawi dari mulai halaman yang nampak tertata rapi sebagai tempat latihan bela diri, disekeliling nampak pepohonan buah buahan, bahkan disisi kanan nampak sebuah saung yang terletak diatas sebuah kolam ikan, disisi kiri sebuah rumah dengan gaya betawi kuno namun terlihat sangat sangat terawat berdiri sebuah aula tak berdinding yang nampak berbagai alat musik khas betawi seperti tanjidor, gendang, kecrek dan lain lain.
Anya melongo melihat hunian tradisional asri nan megah itu
"Ini rumah lo yan?" Tanyanya saat memasuki gapura dan melihat seorang laki laki paruh baya menundukkan kepalanya pada vyan
"Kenapa kuno ya?" Sahut vyan sambil menghentikan motornya dan memarkirkannya diantara dua buah mobil mewah dan beberapa motor trill.
"Hah kuno? Ya enggalah ini mah estetik banget" ucap anya sambil mengedarkan pandangannya
"ini rumah peninggalan babe gue nya" ucap vyan jujur
Lalu mulai mengajak anya melangkah menuju pintu rumah besar itu
"Assalaamualaikum..." ucap vyan lantang
__ADS_1
"Waalaaikum salam den" nampak seorang wanita yang sudah berumur keluar menyambut mereka
"Udah dibilang jangan panggil den... emang saya dendeng mak" ucap vyan kesal
"Emak takut dimarahin nyonya enyak den" sahut mak romelah pelan.
Mak romlah adalah asisten rumah tangga yang sudah mengabdi pada keluarga vyan sejak ayah vyan muda.
"Khusus mak rom ga boleh panggil saya den. Panggil aja entong... paham kan?" Ucap vyan lembut
"Iya tong, mak paham" sahut mak romelah dengan senyum manisnya
"Ya udah enyak mana mak?" Tanya vyan lagi
"Sebentar mak panggilin ya" ucap mak romelah seraya kembali masuk
"Eh anak enyak udah pulang" sambutnya hangat
Vyan mencium tangan ibundanya itu dengan takzim, anya pun demikian
"Masya Alloh cakep amat neng" ucap nyak sofia memuji anya
"Cocok pisan ama anak enyak yang ganteng" ucapnya melirik dan memuji putra nya
"Kenalin nya... ini anya temen iyan" ucap vyan memperkenalkan anya kepada ibundanya
__ADS_1
"Anya tante" ucap anya
"Jangan panggil tante neng, panggil enyak aje" ucap enyak sofya ramah
"Iya... tan... eh enyak" ucap anya canggung
"Gue ganti baju dulu nya" ucap vyan
Berpamitan kemudian meninggalkan anya dan nyak sofya.
Enyak sofya menggandeng anya menuju kursi kayu khas betawi didepan terasnya
"Duduk neng" ucap nyak mempersilahkan
"Iya enyak..." sahut anya kemudian mak romelah datang membawa minuman untuknya
"Neng anya kenal si iyan dimane?" Tanya nyak sofya
"Anya sama temen temen sering nongkrong bareng vyan nyak" ucap anya menjelaskan
"Berarti ama temen iyan yang artis entu juga?" Tanya nyak sofya polos dan berhasil membuat anya terbengong bengong
"Artis? Emang vyan punya temen artis nyak? Tanya anya keheranan
Thank U for reading
__ADS_1
Give me U'r like n support
Love u all