
"Padahal biar gue aja yang beli yan,itu kan acara gue.."
Ucap haris bijak
"Kaga usah beli ris... saungnya aja dh lo nyewa..."
Ucap vyan lagi lagi nyeleneh meledek vivi
"Pituuuuuunggg... balikin sini roti gue"
Ucap vivi pura pura kesal diikuti tawa renyah mereka semua kecuali Firman yang sejak tadi matanya tertuju pada Kaira dan Reksi.
Sementara Reksi masih sibuk memperkenalkan Kaira kepada seluruh staf stafnya.
Semua menyambut ramah Kaira bak menyambut seorang nyonya rumah.
"Rek... aku sama yang lain dulu ya..."
Pamit Kaira pada Reksi
"Ets... nanti aja ka... ga enak sama staf staf aku..."
Ucap reksi mencegah kepergian Kaira sambil menarik lembut tangannya sehingga Kaira pun kembali duduk disamping Reksi.
Firman terus mengamati Kaira dan Reksi dari jauh bahkan sesekali mata Kaira dan Firman berpapasan.
"Kaira betah bener disitu"
Celetuk Vyan membuyarkan tatapan Firman
"Kayanya Kaira udah nyaman sama Reksi yan"
Ucap Firman lirih yang tak sengaja terdengar oleh anya
"Kenapa nada suara Firman sedih begitu, Apa kaira orangnya?"
__ADS_1
Gumam anya dalam hati sambil memperhatikan gerak gerik Firman yang tak berpaling sedikitpun menatap Kaira.
"Semoga aja... kadang perempuan itu butuh kepastian bro..."
Ucap Vyan sambil bangkit dan menepuk bahu Firman.
Firman tercengang dan tak dapat menyembunyikan kegelisahannya mendengar ucapan Vyan.
Vyan bergegas menghampiri dimana Kaira dan Reksi duduk.
"Bro... gue pinjem dulu kairanya... gapapa kan?"
Tanya Vyan tegas dan sopan mengingat saat itu Reksi adalah super costumer malam itu.
"Gapapa... silahkan..."
Ucap reksi mempersilahkan tanpa sedikitpun menghalangi.
"Aku naik dulu ya rek..."
Ucap Kaira berpamitan sambil mengulas senyum manisnya.
Satu demi satu lagu mengalun merdu dan romantis membuat malam itu terasa hangat.
Devan menyerahkan secarik kertas pada vyan, dan Vyan kemudian menyerahkannya pada Firman
"Janji suci... iringin sampai selesai ya"
Saat lagu berakhir Firman mulai mengambil microphone didepannya
"Oke untuk menambah kehangatan malam yang spesial ini, janji suci untuk anda semua...." ucap Firman sambil bersiap siap membawakan sebuah lagu yg di request oleh devan, Firman nampak menatap Kaira dalam dalam...
🎵 dengarkanlah... wanita pujaanku....
Malam ini akan kusampaikan....
__ADS_1
Hasrat suci.... kepadamu dewiku...
Dengarkanlah kesungguhan ini 🎵
Perlahan Reksi bangkit dan melangkah menuju stage dengan tangannya yg di sembunyikan di belakang punggungnya.
Sampai akhirnya ia berhenti tepat dihadapan Kaira yang berada disisi firman.
Kaira nampak tercengang tak mengerti.
Bahkan Firman pun terlihat kebingungan namun tetap profesional melanjutkan lirik lirik manis lagu tersebut.
Sementara di table dimana sahabat sahabat Kaira duduk
"Cinta... itu reksi ngapain naik ke stage?" Tanya luna pada milan
"Iya kok... ga ngerti aku"
Jawab Milan yg sama sama bingung
"Lo ga terlibat kan lan?"
Ucap haris nampak cemas melihat Firman yg nampak tegang berada tepat disisi Kaira
"Reksi bawa bunga lun"
Ucap vivi menajamkan pandangannya di tengah tengah temaram cahaya.
"Semoga ini ga seperti dugaan gue..."
Gumam luna khawatir
Sementara diatas stage dengan lembut Reksi mengambil alih microphone dari tangan Kaira dengan tangan kirinya sambil lirih merdu suara Firman terus mengalun syahdu
"Mungkin aku ga pandai merangkai kata kata indah, mungkin aku juga ga pandai melantunkan rayuan rayuan indah, tapi aku akan selalu berusaha memenuhi semua yang kamu butuhkan, mendukung semua yang kamu lakukan....
__ADS_1
Nextnya nanti di up lagi ya kakak
Trimaksih sudah setia