Kaira Cinta Tak Bersyarat

Kaira Cinta Tak Bersyarat
SOME MOMENT 6


__ADS_3

"Lo ga pulang kan?" Tanya firman penuh harap


Kaira menyunggingkan senyumnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Engga... tapi lo istirahat dulu ya" ucap kaira tenang


"Ayo bang keluar, biar firman istirahat" ajak kaira pada vyan yang sedang asyik menonton tv


"Yup... man bobo ya... gue nunggu diruang tamu" sahut vyan sembari berpamitan pada firman.


Kaira berjalan menuju dapur sementara vyan mengekor lalu berjalan menuju ruang tv dirumah itu sambil tangannya menenteng dua buah toples snack.


Saat vyan sedang menyandarkan tubuhnya di sofa kaira datang menghampiri dan duduk disamping vyan


"Kalo panasnya ga turun kita paksa kedokter ya bang" ucap kaira perlahan dan terlihat sangat cemas


"Cara maksanya gimana ya ka...? tuh bocah susah banget cuma disuruh ke dokter doang juga" ucap vyan menggerutu


"Ya lo angkat kek... lo kan gede bang... kuat lah" sahut kaira asal


"Kalo cewe sih semangat gue ngangkat ka... lah ini pejantan" ucap vyan mendengus kesal


Kaira yang mendengarnya terlihat tersenyum geli

__ADS_1


"Khawatir lo ya ka?" Tanya firman dengan nada menjebak


Kaira menatap vyan lalu buru buru membuang pandangannya canggung


"Sedikit..." ucapnya tertunduk


"Tinggal bilang" iya "aja kenapa sih ... pake bilang sedikit segala...bohong lo aja gue percaya ka apalagi jujur" ucap vyan mencecar kaira


Kaira mendelik "ga gitu bang, kalo firman sakit apakabarnya cafe?" Ucap kaira masih mencari alasan untuk mengelak


"Lo tuh Makin banyak ngelak makin keliatan bohongnya" ucap vyan tegas yang membuat kaira terdiam


"Iya... gue khawatir" ucap kaira yang akhirnya mengakui kekhawatirannya


Merasa tidak ada yang bisa ia kerjakan akhirnya kaira memutuskan untuk membantu bi eti memasak di dapur, bi eti merasa senang ada teman yang bisa diajak untuk mengobrol.


"Mba kaira ini pacarnya mas firman ya?" Tanya bi eti disela sela kesibukan mereka


Mendengar pertanyaan bi eti kaira mengulas senyumnya


"Bukan bi, saya temennya" sahut kaira ramah


"Kenapa ga jadi pacarnya aja, keliatannya cocok kok" ucap bi eti bersemangat

__ADS_1


"Ada ada aja si bibi, temen ya temen bi, gimana bisa jadi pacar" ucap kaira menjelaskan


"Tapi mas firman keliatannya suka sama mba kaira" ucap bi eti setengah memaksa


"Bi eti sok tau ah" imbuh kaira lagi


"Bibi kan tau mas firman dari orok mba, dari cara mas firman natap mba, nurut juga ke mba, bibi yakin kok mba... lagian mba tuh cocokan jadi pacarnya daripada jadi temennya" ucap bi eti yang sok menganalisa tuan mudanya itu, kaira hanya tersenyum datar


"Udah bi ah saya ngecek suhu firman dulu ya" ucap kaira yang merasa sungkan dengan obrolan mereka sambil meninggalkan bi eti yang terlihat tersenyum membaca bahasa tubuh kaira.


Saat berjalan menuju kamar firman sontak kaira berhenti karna melihat vyan yang sudah tertidur mendengkur di sofa ruang tamu, kaira menggeleng gelengkan kepalanya sambil bergumam


"Perasaan baru gue tinggal bentar bisa bisanya dia ngorok... vyan.... vyan" gumam kaira sambil berjalan menuju kamar firman


Kaira perlahan membuka pintu kamar dan masuk dengan langkah hati hati, firman tampak gelisah kemudian kaira mendekat ke sisi ranjang dan tertegun melihat wajah firman yang memerah lalu ia memberanikan diri menyentuh kening firman, merasa disentuh firman mengerjapkan matanya


"Ka..." ucap nya lemah


"Ya ampum man... kok demamnya makin tinggi gini... ayo siap siap kita kedokter"ucapnya seraya berjalan keluar membangunkan vyan.


Jangan lupa vote and like ya


Trimakasih sudah mampir

__ADS_1


💖💖💖💖💖💖💖💖


__ADS_2