
"Cinta... rame ya... baru buka aja udah banyak yg dateng" ucap luna sambil memperhatikan beberapa pengunjung yang sudah menenteng stik drum, senar2 guitar, dan berbagai macam spare part alat musik menuju meja kasir yang disana nampak kaira membantu
Sementara firman nampak mengobrol dengan seseorang tak jauh dari meja kasir di deretan beberapa buah gitar
"Thank you udah mampir wa" ucapnya pada dewa yang sudah memenuhi janjinya untuk datang hari ini.
"Sama sama bang... emang lagi mau cari gitar juga, ehmmm gede juga bang outlet lo.... "
Ucapnya sambil mengedarkan pandangan
"Lumayan wa..." ucap firman dengan ramah
"Eh ada kaira juga bang," ucap dewa sambil menatap meja kasir
"Ngefans sama kaira ya wa?" Tanya firman menebak
"Ehmmm kagum sii tepatnya bang... tapi serius kagum doank bang... kaira mah cocoknya sama bang firman... kaya yang serasi gitu bang" ucap dewa jujur tanpa mengedip menatap kaira yang hari ini tampil sederhana hanya dengan atasan big size dan celana skinny, dengan rambut cepolnya
"Bisa aja..." ucap firman lega
"Kenapa ga jadian aja sii bang? Atau jangan jangan udah ya?" Tebak dewa penasaran
"Ih belom... belom wa" sahut firman tersipu
"Wah belom... berarti akan donk... mantap bang " ucap dewa menjebak firman
__ADS_1
Firman terlihat terkesiap merasa keceplosan dan akhirnya mengalihkan pembicaraan ke hal lain.
Sementara kaira yang nampak serius melayani di meja kasir nampak kelelahan, setelah mengakhiri percakapan dengan dewa firman bergegas mengambil sebotol minuman dingin dan membukanya kemudian berjalan mendekat pada kaira
"Minum dulu non... kasian... bantuin gue sampe kecapean gitu" ucap firman seraya menyodorkan botol minuman itu
"Ehmmm... thank you..." ucap kaira seraya menatap firman dan mengambil minuman itu, lalu ia berjongkok dan mulai menenggak beberapa teguk minuman itu.
Firman tertegun menatap kaira
"Semakin deket, semakin tau semua tentang lo, kebiasaan lo, semakin gue bingung sama perasaan gue ke lo..... kaira mozza" gumam firman dalam hati tanpa berkedip menatap kaira yang masih terus meminum sedikit demi sedikit minuman itu.
Tanpa disadari pemandangan itu tak luput dari perhatian anya yang saat itu ada disudut alat music piano sambil memperhatikan tatapan lekat firman pada kaira
"Kayanya gue tau untuk siapa hati lo man... rasa sayang gue mengalahkan keegoisan gue untuk bisa memiliki lo"
Sementara vyan yang mulai mencepol rambut panjangnya kegerahan perlahan mendekat pada anya
"Terkadang mencintai itu memang ga harus memiliki"
ucapnya bijak sambil menyodorkan selembar tissue, dan mungkin sikap itu hanya ia miliki untuk anya.
Anya yang menyadari vyan memperhatikannya hanya mengulas senyum sembari mengambil tissue dan mengusap matanya yang mulai berembun.
Kaira segera berdiri kembali setelah selesai meneguk minumannya
__ADS_1
"Kira kira apa nih yang bisa gue kasih buat kasir gue hari ini ya" goda firman pada kaira
"Gue ikhlas kali..." ucap kaira lembut
"Asli cantik banget lo kalo kecapean gini..." ucap firman memuji kaira jujur
"Huuuu.... gombbal..." sahut kaira tak percaya sambil mencubit pinggang firman
"Awwww...." pekik firman kesakitan
Lalu mereka sama sama tertawa.
Haris yang menyaksikan interaksi firman dan kaira nampak memindai mereka kemudian vivi berucap
"Kakak liatin apa sii?" Tanya vivi heran
"Kamu meratiin ga vi?kaira kaya yang lebih lepas aja gitu sama firman di banding sama reksi" ucap haris menganalisa
"Aku juga kak..." ucap vivi yang membuat haris melotot
"Emang kamu deket sama firman juga??" Tanya haris tegang
Aku istirahat dulu ya
Next up lagi
__ADS_1
Terimaksih jempol dan koment nya kakak
💙💙💙💙💙💙💙💙