
Firman memandang kaira tertegun, kekagumannya semakin menjadi melihat kaira melangkah seusai mendengar suara adzan, kemudian firman mengikuti langkah kaira menuju musholla yang memang disiapkan oleh devan di kantornya.
Seusai menjalankan ibadah sholat magrib kaira melangkah meninggalkan mushola menuju stage membantu teman teman yang lain mempersiapkan stage sebelum mereka perform.
Sementara ditempat lain haris melajukan sepeda motor matic berukuran besar ke rumah vivi setelah tadi vivi men-share lokasinya melalui WA.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan haris sampai di gerbang rumah vivi, haris memencet bel dan dipersilahkan masuk oleh security di rumah vivi, haris pun duduk diteras untuk menunggu vivi
Setelah menunggu beberapa menit vivi keluar dari rumahnya, ia nampak sudah cantik dengan midi dress yang ia kenakan, haris menatap vivi kagum "hai kak..." sapa vivi ramah
"Halo vi..." sahut haris sambil terus menatap vivi tak berkedip sontak vivi merasa salah tingkah karna takut ada yang salah pada penampilannya
"Kenapa kak... aku ga bagus ya pake baju ini?" Tanya vivi sambil memperhatikan dirinya sendiri dari atas ke bawah
"Eh engga vi... bagus kok... ehmmm... malah cantik banget... eh bagus banget" ucap haris sungkan dan gugup
Vivi tersenyum menunduk malu, lalu duduk disisi meja berseberangan dengan haris, mereka terdiam selama beberapa saat
"Kita berangkat abis isya ya kak" ucap vivi memulai
__ADS_1
"Oh iya vi gapapa,aku kesorean jemput kamunya ya?" Tanya haris perlahan
"Ih ga kok kak... tadinya aku pikir kakak ga serius mau jemput aku" ucap vivi jujur karna memang ia pikir haris tidak berniat untuk benar benar menjemputnya
"Emang aku keliatan tukang gombal ya vi?" Tanya haris pura pura acuh
"Eh ga gitu juga kak..." jawab vivi merasa tidak enak
"Aku ga akan janji kalo aku ga bisa sanggupin vi" ucapnya sambil menatap lembut vivi
Pipi vivi merona menahan debar debar di hatinya ia hanya mampu menundukkan kepalanya
Sementara luna dan milan sudah berada di dalam mobil menuju ke 2005, luna memutuskan untuk datang lebih awal karna ingin membantu kaira untuk make up, bahkan luna sangat tahu kaira sama sekali tidak suka hal hal sepeti itu, tapi luna ingin sahabatnya itu lebih cantik malam ini.
Adzan isya berkumandang dan kaira pun segera kembali ke musholla untuk sholat, firman dan yang lainnya pun menyusul kesana, setelah selesai menunaikan ibadah kaira bergegas menuju ruang istirahat nampak luna sudah menunggu di pintu ruang istirahat itu karna devan hanya mengizinkan karyawan karyawannya saja yang diperbolehkan memasukinya,
"Udah lama lun?" Tanya kaira
"Baru kok.. ayo..." jawab luna seraya memberi kode pada kaira untuk masuk keruangan itu
__ADS_1
Sesampainya didalam kaira bingung mencari paper bag milik nya seketika ia teringat barang tersebut masih berada di bagasi motor firman,
"Lun lo tunggu sini ya... gue ambil baju gue dulu di motor firman" ucap kaira seraya berlalu
Kaira membuka pintu sontak senyumnya mengembang saat dilihatnya firman menenteng paperbag tadi menuju padanya
"Tau aja gue cari ini..." ucap kaira sumringah
Firman hanya tersenyum sambil menyerahkan paperbag itu pada kaira.
Setelah mengucapkan terimakasih kaira segera masuk kedalam ruangan, lalu duduk disisi luna
"Lun, firman bisa liat masa depan kali ya..." ucap kaira polos
Luna terheran heran bahkan sampai mengernyitkan dahinya
"Atau ga bisa ngeramal kali lun" ucap kaira semakin meracau
Makasih udah mampir
__ADS_1
Love u all
See u on the next part