
Kaira tercengang memandang dirinya di cermin
"Suka ih... simple but cute..." ucap kaira
"Iyalah gue kan tau lo suka yg simple, tapi cantik banget ka... berarti gue berbakat ya jadi MUA" ujar luna percaya diri
"Iya lun berbakat... nanti kalo udah ga jadi model lo banting stir jadi MUA ya..." ucap kaira setengah meledek
Setelah kaira dan luna selesai mereka keluar dari ruangan itu dan berjalan ke meja sisi stage, disana nampak milan sudah menunggu sementara firman,vyan dan yang lainya masih berkutat dengan alat musik diatas stage
Dari arah lain nampak haris dan vivi mendekat
"Woww...vivi cantik banget..."pekik kaira sambil menutup mulutnya, sama seperti dirinya vivi memang terkenal cuek dengan penampilannya meskipun usaha keluarganya di bidang fashion &lifestyle tapi vivi justru sangat santai...
Luna dan kaira menatap vivi dari ujung kaki sampai ujung rambut vivi
"Sumpah cantik banget vivi..." ucap luna sambil memeluk sahabatnya itu
"Kalian juga cantik..." ucap vivi malu
"aku ga bohong kan? "Ucap haris perlahan diikuti senyum malu vivi
"Lo juga cantik ka... siapa yang make up in? " tanya vivi pada kaira sangat yakin kaira tidak mungkin memoles wajahnya sendiri
__ADS_1
"Siapa lagi... lunce lah..." ucap kaira melirik luna sambil memanggilnya dengan panggilan yang selalu membuat luna marah
"Kaira.... nama gue Dwi aluna diandra bukan lunce..." pekik luna kesal diikuti tawa mereka semua
Firman yang mendengar gaduh di meja itu menoleh kearah mereka dan menyunggingkan senyumnya
Serentak mereka terkejut tiba tiba di belakang kaira nampak seseorang membawa sebuah buket mawar merah muda berdiri dan memanggil kaira
"Kaira..." panggilnya lembut
Kaira yang mendengar namanya dipanggil pun perlahan menengok kearah datang nya suara tadi, alangkah terkejutnya kaira saat dilihatnya reksi yg malam itu mengenakan kemeja polos berwarna salem sudah berdiri tertegun menatapnya
"Ini...buat kamu, maaf tadi aku ga bisa anter kamu..." ucap reksi lembut sambil menyerahkan buket bunga itu
"Makasih ya rek" ucap kaira tertunduk malu
Firman yang memperhatikan kejadian itu terlihat menghela nafasnya berat
FLASHBACK ON
selepas menunaikan sholat isya melihat kaira berjalan menuju ruang istirahat firman tiba tiba teringat paperbag yang di bawa kaira yang ia tahu isinya adalah dress yang akan kaira kenakan masih tertinggal di dalam bagasi motornya, firman bergegas keluar dari cafe menuju halaman parkir tiba tiba
Drrrt... drrrttt...
__ADS_1
Ponsel firman berdering, tertera nama reksi di layar ponsel firman lalu bergegas firman mengangkatnya
"Halo bro..." sapa firman
"Bro lo dah dicafe ya?" Tanya reksi cepat
"Iya bro... ada apaan nih?" Tanya firman mencari tahu
"Lo kenapa ga ngabarin gue kalo harus lebih awal ke cafe? tau gitu tadi gue yang anter kaira, ga usah bareng lo" ucap reksi menyesali
"Sorry bro tadi gue ga sempet ngabarin, lagian gapapa kali gue sama kaira kan satu arah" ucap firman tenang
"Ya gapapa sii cuma gue agak keganggu aja..." ucap reksi acuh
"By the way gue mau kesana nih, gue pengen bawain sesuatu,kalo lo emang sahabatnya harusnya lo tau donk kira kira apa yg dia suka" ucap reksi dengan nada tak ramah
"Yaelah.. bilang aja ga punya ide, pake panjang lebar amat bro" gumam firman tentu saja dalam hati
"Bawa aja seblak sama bakso" ucap firman sambil bercanda
Segitu dulu ya
Next aku up again
__ADS_1