Kaira Cinta Tak Bersyarat

Kaira Cinta Tak Bersyarat
CRAZY THINK


__ADS_3

Nah kan... apa kata gue..." kaira menatap gemas vyan yang masih mematung dengan bonekanya


"Hampir aja gatot yan, gara gara elo nih"


luna ikut memarahi vyan sambil menarik vyan bergabung ditengah, sementara vyan nampak menggaruk garuk tengkuknya tak mengerti


Tiba tiba firman menyela


"Udah udah... ini salah gue, gue kelewat buat ngecek part yang itu"


Firman dengan gentle mengakui keteledorannya


Kemudian dengan antusias reksi menyahut


"Padahal part ini tuh penting banget man, parah ya lo sampe ceroboh gini"


Reksi berucap seolah olah memojokkan firman.


Kaira memicingkan matanya menatap reksi


"Apaan sii reksi, kok malah ikut ikut mojokin firman sii"


Gumam kaira mendengus kesal dalam hati


Anya yg sedari tadi nampak menyimak perdebatan mereka kemudian angkat bicara


"Ga firman doang kali yang salah, dia kan udah handle banyak hal, harusnya yg laen juga ngingetin"


Tutur anya membela firman, sementara reksi menatap anya penuh maksud


"Ya udah sii... yang penting mereka udah jadian"


Ucap kaira menengahi

__ADS_1


"Ya ampun gapapa kali, emang sih lebih ke kampanye tulisannya, tapi gue suka kok, malah nanti gue mau bawa pulang itu semua"


Vivi menjelaskan sembari menetralkan suasana


"Tuh kan bocil aja suka tulisan gue"


Vyan tiba tiba jumawa tanpa merasa bersalah sedikitpun


"Hhhhh pitung pitung" luna mencibir sambil menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah vyan


"Berarti bonekanya buat gue ya" kaira bersemangat menghampiri boneka raksasa yang ada di dekapan vyan


"Sembbarangan..." ucap vyan sambil menjauhkan boneka tersebut dari kaira, sontak kaira mengerucutkan bibirnya


"Minta aja tuh sama fans fans lo"


Vyan mencibir sambil berucap tak karuan menoleh pada firman dan reksi.


Reksi nampak menatap tajam vyan


Tanya reksi setengah emosi dan penasaran


Vyan yang merasa salah bicara menjadi salah tingkah dan segera berusaha menguasai diri untuk mencari alasan


"E.. e... noh satpam, kang jaga parkir..." ucap vyan terbata bata sambil menggaruk kepalanya


Firman yang menyadari vyan sedikit terpojok karena celetukannya kemudian menyela


"Udah vi ambil boneka lo, tar diakuin si vyan tuh"


Ucapan firman sukses memancing vivi dan membuat vivi bergegas merebut nya dari dekapan vyan


"Sini tung ah,tar lo ambil lagi"

__ADS_1


Ucap vivi dan membawa boneka tersebut kedalam dekapannya


"Suudzon lo bocil, dirumah gue punya banyak noh ada yg bapak bapak ada yg ibu ibu"


Ucap vyan tak mau kalah


"Maksud lo boneka ondel ondel?" Tanya milan sambil tersenyum sedikit meledek


Seketika mereka semua tertawa terbahak bahak


"Itu juga kan boneka" ucap vyan lagi


"Iya sii... tapi ga buat nembak cewe juga kan bro" firman berucap sambil menggandeng pundak vyan


"Eh tapi gapapa man, estetik juga kalo lo pake buat nembak ka..." lagi lagi vyan hampir keceplosan


Semua mata memandang intens vyan, firman nampak menahan nafasnya


"Nembak ka... kakak kakak yang itu, kalo ga yang itu"


Vyan nampak salah tingkah menunjuk beberapa mahasiswi yang masih ada di lokasi itu


"Ehm... gada makan makan ni?"


Firman mengalihkan pembicaraan


"Nah bener nih, rayain tipis tipis dulu nih yang abis jadian"


Milan menyahut antusias


"Kantin kampus dulu aja gpp kan?" Ucap haris menyanggupi


"Gapapalah, yang penting kenyang" vyan nampak bersemangat

__ADS_1


Kemudian vyan dengan di bantu anya menggulung karton karton dan memasukkan boneka beserta toa ke mobil firman.


Sementara yang lain mulai bersiap siap menuju kantin


__ADS_2