
Kaira merasakan ada yg mengusap punggungnya dan perlahan Kaira menoleh nampak Vyan menatap Kaira dengan lembut dan menganggukan kepalanya dengan lembut tanda Vyan masih tetap berada disisinya.
"Bang...."
Ucap Kaira terputus menahan tangis
"Kalo ada apa apa bilang gue"
Ucap Vyan lembut
Reksi segara menghampiri Kaira dan menggenggam tangannya
"Thank you ya ka... kamu udah kasih aku kesempatan buat bisa bahagiain kamu..."
Ucap Reksi lembut dengan tatapan penuh cinta disambut senyum simpul Kaira sambil mengangguk perlahan.
Sementara Luna perlahan meninggalkan meja teman temannya sambil berjalan menuju sisi tangga dimana Firman berdiri.
Dari jarak yang tidak terlalu jauh Luna terpaku memperhatikan firman yg sedang duduk gelisah sambil menutup wajah demgan kedua telapak tangannya di sebuah anak tangga, kadang Firman berdiri menatap langit2 sambil menhela nafas panjang, Firman tampak hancur dan rapuh namun Luna tak berani sedikitpun mengganggunya
"*Kasian banget lo man... ngeliat lo hancur begini bikin gue makin tau seberapa besar rasa sayang lo ke kaira..."
Luna hanya mampu bergumam sambil mengasihani Firman dengan kondisinya saat ini*
Diatas stage Reksi nampak masih menggenggam erat tangan Kaira sambil mengucapkan trimaksih pada devan,
"Ehm... aku ke toilet dulu ya rek"
Ucap Kaira memonta izin sambil perlahan melepas genggaman tangan Reksi.
Dengan berat hati Reksi mengangguk lembut pada gadia yang telah menjadi kekasih hatinya itu
"Mau dianter?"
__ADS_1
Tanya reksi penuh perhatian
"E... ga usah... aku bisa kok"
Tolak Kaira lembut sambil perlahan turun dari stage menuju ruang khusus karyawan.
Sementara Luna dari kejauhan nampak memperhatikan Kaira yang meninggalkan stage kemudian ia bergegas menyusul Kaira.
Firman masih terus menutup wajahnya tertunduk sampai sampai ia tak sadar seseorang sudah duduk tepat disampingnya.
Sesekali seseorang tersebut menatap sendu pada Firman namun tak bersuara sedikitpun.
Sampai pada akhirnya Firman merasakan ada yang menepuk nepuk pundaknya,
Firman tersentak kemudian menoleh pada seseorang tersebut
"Bro...." suara Firman terdengar berat
Tanya haris perduli demi dilihatnya Firman dengan raut wajah yang kacau dan mata yang memerah. Firman tertunduk terpaku tanpa menjawab sedikitpun.
"Its not the end all... Lo masih punya kesempatan bro..."
Ucap haris menyemangati Firman
Firman menggelengkan kepalanya sambil memejamkan mata dan menghela nafas panjang dan berat
"Mereka udah jadian bro, gue udah gagal sebelum perang"
Ucap Firman putus asa
Haris justru tersenyum mendengar kata2 Firman
"Bro... bro... mereka tuh cuma jadian bukan berarti mereka besok merried"
__ADS_1
Ucap haris lugas
"Maksud lo apaan? Gue ga mungkin ngerebut Kaira dari reksi, gua bukan pengecut ris"
Ucap Firman menggebu gebu.
Haris menatap Firman dengan tatapan heran dan nyinyir
"Lah siapa yg nyuruh lo ngerebut Kaira... aneh lo man"
Ucap haris masih nyinyir
"Trus maksud lo?"
Firman kembali bertanya penasaran
"Bro mereka kan baru jadian lagian gue liat Kaira juga ga berbunga bunga kaya orang yg kasmaran gitu, namanya hubungan itu kan ga mungkin flat, pastilah ada naik turunnya, mereka bakal sukses lewatin ujian atau ga kan kita juga belom tau..."
Ucap haris panjang lebar menjelaskan
"Trus kalo mereka kuat trus sampe Merried gimana?" Ucap Firman kembali terdengar lesu
Haris menghela nafas panjang
"Kalo lo bener bener tulus sayang sama Kaira lambat laun lo pasti faham bro, lo akan melakukan apapun buat liat dia bahagia walaupun..."
Ucap haris terputus.
Firman mengangkat kepalanya dengan berat sambil menatap haris
"Walaupun bukan sama gue...?"
Ucap Firman memelas
__ADS_1