Kaira Cinta Tak Bersyarat

Kaira Cinta Tak Bersyarat
SOME MOMENT 3


__ADS_3

Kaira mengingat ingat alamat dan ciri ciri rumah firman yang sempat ia tanyakan pada milan


"Gerbang putih, rumahnya cat abu putih, no. 27...gokil ini sii gede banget rumahnya, salah ga sii gue" ucapnya berbicara sendiri


"Gede amat nih rumah... tapi alamatnya beneran ini" gumamnya sendiri sambil terus memandangi rumah besar 2 lantai yang ada di dalam gerbang tinggi dihadapannya


"Pencet aja deh, kalo salah paling malu malu dikit" ucapnya lagi seraya mengamati bel dihadapannya,


Kemudian kaira memberanikan diri memencet bel


Beberapa detik kemudian muncul seorang lelaki paruh baya membuka gerbang menghampiri kaira


"Siang mba, cari siapa ya?" Sapa mang lim sopan


"Ehmmm ini bener rumah firman pak?" Tanya kaira sambil tersenyum ramah


"Iya mba bener... mba ini temennya mas firman? Sebentar mamang bukain ya..." ucap mang lim sambil membuka gerbang dan mempersilahkan kaira memasukkan motornya


Setelah memarkirkan motornya kaira menyapa mang lim lagi


"Firmannya ada pak?" Tanya kaira


"Panggil mamang aja mba... mas firman ada kok, sedang istirahat kayanya lagi ga enak badan mba" sahut mang lim sambil menjelaskan

__ADS_1


"Firman sakit?" Tanya kaira terperanjat


"Tin... tin...."


Belum sempat mang lim menjawab pertanyaan kaira nampak seseorang dengan motor matic besar berwarna silver memasuki halaman rumah firman


"Mas vyan udah balik lagi?" Tanya mang lim melihat vyan menghentikan motornya


"Iya mang... kaira.. kaira... masa firman ma reksi lo cuekin lo malah milih mang lim" ledek vyan sambil terkekeh


"Ish mulai deh..." ucap kaira mencebikkan bibirnya


Mang lim yang mendengar nya pun tertawa tergelak


"Berarti pelet mamang masih pakem mas" sahut mang lim mengimbangi diikuti kekehan mereka.


"Siap mas... mas sama mba masuk aja nanti saya kasih tau si eti buat bikin minum" ucap mang lim mempersilahkan kaira dan vyan masuk. Kemudian vyan mengajak kaira masuk, sambil berjalan kaira bertanya


"Emang firman sakit bang?"


"Demam ka... tadi gue udah kesini gue ajak ke dokter ga mau, akhirnya gue pulang metik kelapa ijo dulu buat obat" sahut vyan menjelaskan


"Itu kelapa lo petik sendiri, emang dirumah lo ada pohonnya bang?" Tanya kaira penasaran

__ADS_1


"Dikebon gue mah lengkap ka... makanya sekali kali maen ke rumah gue, ngobrol ma enyak gue" jawab vyan dengan logat betawi nya


"Boleh bang, kita ngumpul dirumah lo kayanya enak tuh" ucap kaira sumringah


"Semalem si firman lo apain sampe demam begitu?" Tanya vyan asal sambil memasuki sebuah ruangan kotak yang pintunya kebetulan tidak dikunci.


Kaira terhenti sesaat melihat kamar firman yang lumayan besar untuk ukuran seseorang yang belum menikah, kamar dengan nuansa hitam putih, didindingnya tergantung beberapa buah gitar, poster besar firman yang sedang memegang gitar, dan logo akun youtube nya yang tertera di beberapa sudut.


Kaira mengekor pada vyan yang sudah lebih dulu masuk, karna tubuhnya tertutup vyan yang tinggi besar firman tidak menyadari kehadiran kaira


"Udah balik yan... jadi petik kelapa?" Tanya firman lemah


"Udah di mang lim kelapanya... ehmmm surprise...."jawab vyan sambil bergeser memperlihatkan kehadiran kaira


Firman memicingkan mata menpertajam tatapannya


"Loh ka... kok bisa kesini... vyan yang maksa kesini ya?" Ucap firman yang masih lemah sambil menatap kaira.


Kaira segera menghampiri firman dan meletakkan tangan dikening firman


"Panas banget man, dari kapan kaya gini?" Tanya kaira panik


Segini dulu ya

__ADS_1


Inshaa Alloh besok up lagi


Thank you sudah mampir


__ADS_2