Kaira Cinta Tak Bersyarat

Kaira Cinta Tak Bersyarat
VIVI'S DAY END


__ADS_3

"Lah dia pindah kesini..." ucap haris terheran heran, diikuti firman yang kemudian menaruh telunjuk di bibirnya mengisyaratkan pada haris untuk diam


"Ya ampun anya... pagi pagi udah kesini aja lo" teriak firman kemudian


"Brukkkkk...."


Tiba tiba suara tubuh vyan yang terjatuh kelantai menggema, buru buru vyan berusaha untuk bangun dan mengamati sekeliling,


"Ah sialan lo berdua ga boleh banget orang senang" gerutu vyan menyadari ia dikerjai dua temannya itu lagi, sambil menahan tawa firman dan haris terburu buru berlalu keluar dari ruangan itu.


"Rese lo pada" ucapnya mendengus sembari berlalu menuju kamar mandi.


Sementara firman dan haris nampak tertawa terkekeh karena berhasil membuat vyan bangun.


Setelah duduk santai,15 menit kemudian mereka mulai membahas rencana hari ini


"Gini bro tar lo pake baju yang udah disiapin milan"firman memulai menjelaskan rencana mereka


"Emang ga pake baju ini aja man?" tanya haris polos


"Come on bro ini tuh hari spesial, masa mau pake baju beginian" ucap firman seraya menunjuk kaos yang dikenakan haris


Haris mengamati dirinya sendiri

__ADS_1


"Tapi jangan yang aneh aneh man, entar vivi bisa ilfeel ma gue" ucap haris sedikit ragu


"Yaelah... ya kaga ris, masa kita tega aneh anehin elo" sela vyan yang tiba tiba sudah keluar dari dalam rumah dengan membawa sesuatu di balik badannya


"Nanti pas gue gitaran, suara lo kencengin bro baca puisinya" pinta firman pada haris


"Dia mana bisa teriak teriak man, lo kan tau dia mah ngomong aja males" vyan menyela sambil melirik haris yang memang terkenal sangat pendiam diantara mereka


"Tapi tenang... bang vyan punya solusinya... tara...... " imbuh vyan seraya menunjukkan sesuatu yang ia sembunyikan di balik badannya


Firman nampak terkejut dan menganga namun sepertinya firman kali ini menyetujui ide vyan, sementara haris terlihat mengernyitkan keningnya bahkan sampai menggidikkan bahunya saat melihat sebuah toa atau pengeras suara berwarna merah muda yang di bawa oleh vyan


"Idihhh jangan pake begituan yan" haris masih mengelak untuk menghindari memakai toa merah muda itu


"Buat kali ini gue setuju bro, keren... keren" puji firman membuat vyan tersenyum besar kepala


"Bagian itunya sih bener tapi harus gitu warnanya pink begitu" ucap haris masih ragu


"Warna cinta bro..." ucap vyan meyakinkan


Firman yang mendengar ucapan firman menaikkan sudut bibirnya nyinyir


"Si yang ngerti banget cinta..." nyinyir firman menahan senyum pada vyan

__ADS_1


"Nah lagian ngape lo kaku amat sih ris? Kaya baru pertama nembak cewe aje"


Keluh vyan kesal melihat kegugupan haris


"Hmmmm dulu pernah sih yan, ada cewe yang gue taksir, tapi pas gue udah punya nyali buat nembak... dia malah ngejar ngejar si milan"


Kenang haris sambil menggaruk tengkuknya


"What??? Si lunce maksud lo?" Tanya vyan asal


"Dish.. bukan lah..." sahut haris tegas


"Kepo kepo... siapa tuh cewenya... bukan...? " sela firman ingin tahu tetapi ragu untuk meneruskan kalimatnya


"Ish... bukan kaira man... tenang" sela milan yang tiba tiba bergabung dengan penampilan khas bangun tidurnya


"Trus..." ucap vyan penasaran


"Bukan anya juga kali" kali ini haris menyahut


"Namanya laura..." ucap haris pada akhirnya


"Wait... wait... si laura yang waktu itu ke lapangan nyamperin lo lan?, yang si luna mukanya langsung kenceng itu?"

__ADS_1


Antusias firman mencecar milan


__ADS_2