
Sontak firman menatap tajam sahabatnya itu yang berjalan menuju dapur dirumahnya.
Tak lama berselang saat firman masih sibuk dengan gitarnya vyan sudah kembali keluar dengan membawa dua cangkir kopi
"Nih... ngurangin galau" vyan menyodorkan segelas kopi ke arah firman
"Siapa yang galau" firman menatap tajam vyan bermaksud menyembunyikan apa yang di rasakannya
"Hahaha... tenang aja kalaupun si reksi nekat, belom tentu juga diterima" vyan kembali menjebak firman namun kali ini dengan suara yang lebih kecil sambil menoleh kearah ruang tv tempat reksi dan teman temannya yang lain tertidur
"Kalo diterima juga gapapa... sebagai sahabat gue kan cuma pengen dia dapet yang terbaik"
Ucap firman masih dengan keacuhan yang dibuat buat.
"Kalo gue man biar kata cuma sahabat, gue kaga rela kalo dia jatuh ke tangan cowo modelan begitu"
Ucap vyan sengaja menjebak firman
"Gue juga ga rela yan tapi gue bisa berbuat apa?" Ucap firman keceplosan kemudian salah tingkah menyadari ucapannya
Vyan nampak tersenyum meledeknya
"Nah ketauan kan.... cie cie..."
__ADS_1
Ucap vyan membuat firman segera memalingkan tatapannya
"Elo berdua tuh sahabat... sahabat, tapi hati lo berdua tuh nolak buat cuma jadi sahabat"
Vyan nampak kesal sambil menghabiskan kopinya dan meninggalkan firman sendirian.
"Udah molor sono...jangan alesan ga bisa tidur lo, noh yang besok mau nembak aja udah tepar masa lo yang kaga bisa tidur" vyan kembali mengomentari firman sambil terus berjalan kekamar firman.
Akhirnya firman beranjak menuju kamarnya namun disana vyan sudah nampak terbaring disisi milan
"Gue tidur dimana yan?" Ucap nya seraya menggoyangkan tubuh vyan
"Lah rumah rumah lo, bebas lo mau tidur dimana juga, didapur kek sono" ucap vyan tanpa dosa kemudian segera memejamkan mata
"Ish... definisi tamu gada akhlak" sungut firman seraya keluar dari kamarnya dan merebahkan diri disisi haris.
Keesokkan harinya nampak firman sudah mengenakan sarungnya selesai menunaikan sholat subuh, pelan pelan ia membangunkan teman temannya kecuali haris, haris justru sudah terbangun lebih dulu dari firman dan sudah lebih dulu menunaikan sholat subuh.
"Bangun bangun... subuh woii" ucap firman sambil menggoyang goyangkan badan milan dan vyan yang masih tertidur nyenyak
"Tar dulu cinta... aku masih ngantuk" ucap milan tanpa membuka matanya dan sepertinya ia masih tenggelam dalam mimpinya
"Hiii..." firman menggidikkan bahunya mendengar milan meracau memanggilnya dengan sebutan cinta
__ADS_1
Kemudian ia beralih pada vyan
"Yan bangun... udah pagi" ucap firman tak mendapat reaksi apapun dari vyan, kemudian haris masuk sambil menggeser tubuh firman
"Yan, enyak lo nyariin noh" ucap haris berbohong, sontak vyan terbangun mendudukkan dirinya dalam keadaan setengah sadar
"Hah enyak gue... mana dia?" Ucap vyan panik seraya menengok ke kanan dan kiri lalu seperti tersadar saat mendengar firman dan haris tertawa terbahak bahak.
" sialan lo pada, pagi pagi pada kurang kerjaan banget" vyan mendengus kesal sambil mengacak rambutnya.
Reksi nampak sudah terbangun dan masuk kekamar firman
"Bro gue balik dulu ya... tar jam 9 an gue kesini lagi" ucap reksi berpamitan seraya menenteng jaket dan kunci motornya.
"Ga mandi disini dulu rek?" Tanya firman
"Dirumah aja man... sekalian cek bengkel" sahut reksi kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan firman dan yang lain.
"Ngopi dulu bro" ajak firman pada haris sambil meninggalkan milan yang masih tertidur.
Namun saat melewati ruang tamu firman tergeleng geleng saat melihat vyan yang kembali tertidur diatas sofa.
"Lah dia pindah kesini..." ucap haris terheran heran, diikuti firman yang kemudian menaruh telunjuk di bibirnya mengisyaratkan pada haris untuk diam
__ADS_1
"Ya ampun anya... pagi pagi udah kesini aja lo" teriak firman kemudian
"Brukkkkk...."