KASIH TIADA BATAS

KASIH TIADA BATAS
bab 58 malam mencekam


__ADS_3

Sepanjang perjalanan hanya hening yang tercipta, Bayu terus fokus menyetir, meski sesekali ia melirik ke arah Naya yang membuang pandangannya kearah luar jendela mobil. Tatapan mata yang kosong, seakan ia berada di dunianya yang lain. Sesekali ia mengusap air mata yang terus terjun tanpa kehendaknya. Bayu hanya bisa menghela nafasnya perlahan. Ia tahu bagaimana perasaan Naya sekarang. Ia pun tidak mau menambah kesedihan gadis itu dengan pertanyaannya yang bisa membuat Naya terganggu nantinya. Ia hanya bisa diam, mungkin nanti saat ada waktu yang tepat, ia akan membahasnya dengan Naya.


Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan ibu kota B, yang terasa cukup sepi juga lengang sekarang, karena memang hari sudah larut malam, bisa dibilang tepat pergantian hari karena sekarang tepat pukul 00.01 dini hari. Setelah sampai di apartemen Naya dan memarkirkan mobilnya, Bayu pun membuka pintu mobil Naya, sejenak gadis itu memandang kearah Bayu lalu tersenyum tipis.


"Makasih ya Kak Bayu tuk semuanya,,," lirih Naya saat turun dari mobil Bayu.


"Sama sama Nay,,, cepet masuk, sudah pagi ini, bukankah besok kamu ada tugas bantu di rumah sakit, besok aku jemput ya kita berangkat bersama."


Naya hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai jawaban dari perkataan Bayu.


"Yesss,,," hati Bayu bersorak gembira, meski harus terluka dulu, tak apalah jika bisa berdekatan dengan pujaan hatinya, kesempatan ini tidak akan dia sia siakan, apa lagi hubungan Naya dengan Rendra sedang tidak baik, ia ingin menjadi orang pertama saat Naya membutuhkan sandaran nantinya.


"Kak Bayu, gimana dengan lukamu, aku ambil obat dulu ya ke dalam, kakak tunggu sebentar ya." Nara segera berlari kecil masuk ke dalam apartemennya sebelum menunggu jawaban Bayu.


Lima menit kemudian ia sudah keluar dengan membawa kotak P3K, dengan cekatan Naya segera membuka kotak itu dengan di bantu Bayu yang membawakannya. Setelah mengambil kapas yang diberi alkohol, ia pun mulai membersihkan darah yang mulai mengering di sudut bibir Bayu. Pria itu sedikit meringis saat Naya mengobatinya.


"Pasti sakit sekali ya Kak,,, maaf ya,,, karena aku Kak Bayu jadi terluka." tuturnya dengan penuh penyesalan tanpa mengurangi fokusnya memberi obat ke luka Bayu.


"Tidak apa apa Nay,,, ini bukan salahmu, wajar jika Rendra marah dan memukulku, lelaki mana yang bisa terima jika kekasihnya di peluk pria lain." Jawab Bayu setelah Naya selesai memberi salep pada lukanya.

__ADS_1


Naya pun menatap Bayu dengan senyum tersungging di bibirnya. Untuk sesaat tatapan mereka saling beradu, debaran jantung Bayu seakan bisa terdengar oleh Naya, hingga ia memutus kontak dengan mengambil kotak P3K dari tangan Bayu.


"Sekali lagi makasih ya Kak,, hati hati mengemudi, jangan ngebut ya,,, "tutur Naya sambil melangkah mundur, memberi jalan Bayu untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Selamat malam Nay, moga nyenyak tidurnya." Kata Bayu saat akan meninggalkan parkiran apartemen Naya sambil melambaikan tangan pada gadis itu, yang di balas dengan lambaian tangan juga dari Naya sambil tersenyum manis.


"Hati hati Kak Bayu,,,sampai jumpa esok,,," kata Nara mengiringi lambaian tangannya mengantar kepergian mobil Bayu.


Setelah mobil Bayu menghilang dari pandangannya, ia pun segera masuk kedalam apartemennya. Karena merasa haus, ia pun pergi ke dapur mengambil air dingin dari dalam kulkas, setelah menuang ke dalam gelas, ia pun menaruh botol minuman itu ke dalam kulkas lagi lalu melangkah ke kamarnya dengan membawa segelas air.


Saat ia melewati ruang tengah, langkahnya terhenti melihat sosok yang sangat ingin dihindarinya saat ini. Ia pun segera membalikkan langkahnya ingin keluar dari apartemen. Namun langkahnya terhenti karena tangan itu sudah melingkar di perutnya. Rendra memeluknya erat dari arah belakang.


"Sayang,,, dengarkan penjelasanku dulu, aku mohon, kamu hanya salah paham padaku. Ingat sayang,,, tak selamanya yang kita lihat dan dengar itu adalah kenyataannya, kadang kita bisa di bohongi olehnya. Ku mohon, biarkan aku jelaskan semuanya."


"Apa yang perlu di jelaskan lagi,,, aku sudah tahu semuanya,,, hikksss,, hikksss,, teganya kamu mengkhianati cinta kita, teganya kamu berbuat seperti ini padaku,,, kesalahan apa yang sudah ku perbuat hingga mendapat karma seperti ini,,,," tubuh Naya terguncang karena tangisnya. Ia pun memukul mukul dadanya sendiri yang terasa sesak, ingin rasanya dia berteriak dan memaki pria yang kini sedang mendekap tubuhnya dari belakang saat ini. Ingin sekali ia meluapkan semua amarah juga sakit hatinya, namun ia masih menahannya, mengingat semua pengorbanan Rendra selama ini untuk dirinya.


"Diantara kita sudah tidak ada yang perlu di pertahankan lagi, bahagialah dengan pilihanmu, aku ikhlas menerima semua ini." Tangan Naya berusaha untuk membuka tangan Rendra yang masih mengeratkan pelukannya.


"Apa yang kau katakan, aku tidak akan melepasmu sampai kapan pun, meski harus dengan cara yang tidak benar." Geram Rendra yang menahan marah juga kecewanya karena Naya masih bersikukuh dengan pemikirannya.

__ADS_1


"Apa maksud dari katamu?" Naya mulai menciut nyalinya mendengar ancaman Rendra. Sekilas pikiran kotor itu muncul di pikiran Naya membuat tubuhnya gemetaran.


Rendra yang menyadari reaksi tubuh Naya pun tersenyum licik, " jika aku tidak bisa memilikimu, maka jangan harap orang lain juga bisa memilikimu,,,"bisiknya lirih di telinga Naya membuat gadis itu semakin menciut nyalinya.


"Lepaskan aku Kak Rendra,,, kau menyakitiku,,, lepaskan aku,,, kita bicara baik baik,, ok,,,"


"Aku tahu apa yang ada di pikiranmu sayang,,, kau berencana kabur dari aku dengan sikap manismu,,, tapi kamu salah,,, hari ini aku tak akan memberimu kesempatan itu."


Rendra segera mengangkat tubuh Naya dengan posisi kepala Naya berada di punggung Rendra. Naya berusaha memukul mukul punggung Rendra agar mau melepaskannya. Namun semua tak ada arti bagi Rendra. Hingga mereka memasuki kamar Naya, lalu Rendra mengunci pintu dengan mengganti kodenya.


Naya yang panik pun tidak bisa fokus saat Rendra mengganti kode kamarnya.


"Lepaskan aku Kak Rendra,,, kau mau apa?""


Naya berangsur angsur menjauhkan tubuhnya dari Rendra yang sudah menatap seperti singa lapar kearah mangsanya.


"Bersiaplah sayang,,," kata Rendra sambil menarik tangan Naya hingga tubuhnya ikut tertarik kearah Rendra,


"Kak jangan,,, aku mohon,,,,"

__ADS_1


bersambung,,,,


__ADS_2