KASIH TIADA BATAS

KASIH TIADA BATAS
Bab 65


__ADS_3

Sementara itu di dalam sebuah kamar yang cukup sederhana, namun syarat akan cinta, kedua insan sedang melepaskan kerinduan mereka, menyatukan cinta kasih yang sempat terhalang oleh keadaan. Dengan penuh kasih sayang Raffi mencumbui istrinya yang kini sudah tak berdaya dalam kuasa suaminya.


"Bolehkan aku memintanya sekarang sayang,,," tanya Raffi dengan nafas yang sudah tak beraturan karena menahan hasratnya, memandang sendu kearah istrinya, yang dijawab anggukan oleh Nara.


"Lakukan Kak,,," lirihnya seraya membelai lembut pipi suaminya.


Raffi yang sudah tidak dapat menahan hasratnya pun segera memulai aksinya, diciumnya bibir yang selalu menjadi candunya lembut dan menuntut, membuat Nara pun membalas ciuman suaminya. Dinginnya malam seakan sirna ditelan hangatnya desiran desiran di pembuluh darah mereka yang semakin lama semakin terasa memanas karena kegiatan yang menguras energi mereka.


Entah sudah berapa lama Raffi bercocok tanam di rahim istrinya, hingga tubuh mereka pun menegang mencapai klimaksnya bersama. Dan Raffi menanamkan benih cintanya dirahim Nara.


"Cepatlah hadir di dalam perut Bunda sayang,,, Kak Rasya sudah menunggumu." Itulah kata yang diucapkan Raffi sambil mencium perut datar Nara setelah kegiatan panas mereka. Nara yang mendengar ucapan suaminya hanya bisa tersenyum getir, ia merasa bersalah karena mengambil keputusan sendiri tanpa seijin Raffi.


"Maafkan aku Kak,,, terpaksa aku pilih jalan ini, bukannya aku tak mau hamil lagi, tapi Rasya masih butuh ASI, aku tak mau pertumbuhannya terganggu, maaf jika aku menunda kehamilan ini, padahal kutahu Kak Raffi sangat menginginkan anak lagi."

__ADS_1


Nara membelai lembut rambut Raffi yang kini masih berada diatas perutnya. Ulah Nara pun sukses membangunkan singa yang hampir tertidur. Dengan senyum penuh arti Raffi menatap kearah Nara. Menyadari ada hal buruk yang akan terjadi, Nara pun berusaha bangun dari baringnya. Namun keinginannya terhalang oleh tubuh Raffi yang kini sudah mengukungnya kembali.


"Kak,,, sudah,,, cukup nanti kalau Rasya bangun gimana?" Nara yang mengerti akan keinginan suaminya berusaha untuk menghindarinya. Karena ia tak mau jadi bulan bulanan Raffi seperti yang sudah sudah, hingga membuat tulang tulangnya seakan remuk semua.


"Sekali lagi ya sayang,,, aku masih kangen sama kamu, ini pertama kalinya kita melakukan lagi setelah perpisahan kita selama ini. Aku benar benar menginginkanmu sekarang,,," Nara yang melihat suaminya memelas pun tak tega, ia pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan darinya. Raffi yang mendapat angin segar dari istrinya pun berniat memulai lagi percintaan panas mereka, namun belum sempat Raffi melakukannya, Nara menahan dada bidang suaminya.


"Kak,,, ambil wudhu dulu dan bersihkan dulu, kita tak tahu apa ada bakteri atau kuman setelah penyatuan kita tadi, bukankah di sunnahkan untuk membersihkan dahulu sebelum ingin mengulangi lagi." Lirih Nara disertai senyum manisnya, karena ia takut menyinggung suaminya itu.


Raffi pun tersenyum membalas senyum istrinya, ia pun bangkit dari posisinya sambil mencubit pelan hidung Nara," terima kasih sudah mengingatkanku sayang, aku juga tak mau jika benihku nanti juga tidak steril." Tuturnya lirih lalu pergi ke kamar mandi.


"Akkhhh,,,, Kak,,, turunkan aku, aku bisa jalan sendiri." Ucapnya sambil cemberut karena dia tahu apa yang akan terjadi.


Dengan senyum liciknya Raffi tetap mengangkat tubuh istrinya yang terlihat menggemaskan dengan wajah yang cemberut seperti itu.

__ADS_1


"Kita cari sensasi yang baru sayang,,," tuturnya lirih ditelinga Nara yang membuat wajah Nara merona karena malu.


Raffi pun menurunkan tubuh istrinya di bawah shower yang kini telah dinyalakannya. Nara hanya bisa memejamkan matanya saat Raffi memulai aksinya, bermain main dengan tubuhnya yang kini sudah ikut terangsang oleh ulah suaminya itu.


Keduanya saling memberi dan menerima kehangatan kasih sayang yang diberikan oleh masing masing pada pasangannya. Membuat mereka seakan terbang ke nirwana dengan kenikmatan yang mereka ciptakan, hingga,,,,


"Oeekkk,,, ooeeekkk,,," terdengar tangis Rasya dari dalam kamarnya, Nara pun segera menahan aksi Raffi dan buru buru memakai handuknya, berjalan kearah putranya yang menangis dengan kerasnya.


"Akkhh,,, sayang,,, kenapa kau mengacau lagi,,, padahal Papa ingin memberimu adik yang bisa kau ajak bermain nantinya." gerutu Raffi sambil menahan hasratnya yang belum tuntas, mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya, lalu berjalan kearah Nara yang kini sudah duduk ditepi tempat tidur dengan menyusui Rasya.


"Sayang,,,, aku tersiksa,,," wajah Raffi memelas menahan hasratnya yang semakin menjadi karena melihat tubuh istrinya yang terlihat menggoda dengan kondisi seperti itu.


"Bersabarlah kak,,," lirih Nara sambil menahan senyumnya, entah mengapa melihat kondisi suaminya sekarang ia merasa bahagia karena terhindar dari singa lapar yang akan menghabisinya.

__ADS_1


"Terima kasih anak Bunda,,," gumamnya dalam hati sambil mencium tangan mungil Rasya yang kini masih asyik menyusu.


bersambung,,,,,


__ADS_2