
Seorang pria bergegas mengambil kunci mobilnya setelah mendapat tlp dari seorang yang sangat berarti dalam hidupnya. Setelah sekian lama tidak ada kabar dari pria yang sudah menyelamatkan hidupnya, kini kesempatan untuk bertemu dengan penyelamatnya tidak akan ia sia siakan. Dengan kecepatan tinggi ia melajukan mobilnya memecah kesunyian malam menuju sebuah club' Night yang sudah diketahui siapa pemilik dari tempat hiburan tersebut. Tidak sampai setengah jam perjalanan, mobilnya sudah memasuki area parkir di club' Night.
Pria tampan itu pun keluar dari mobil Ferrari merahnya. Tiada yang tau siapa pria itu karena ia memakai masker diwajahnya. Tubuh tegap yang nampak gagah di mata kaum hawa yang menatapnya dengan kagum, terus saja menuju kearah VVIP dimana pemilik night club berada.
Para bodyguard yang menjaga di depan pintu ruangan bos besar mereka pun menundukkan kepala mengangguk hormat saat mengetahui kehadiran pria tersebut.
"Selamat malam Tuan B." Sapa mereka bersamaan.
"Hmm,, apa Raffi ada di dalam?" Balasnya dingin yang diangguki oleh bodyguard Raffi.
Mereka pun segera membuka pintu ruang VVIP milik bos besar mereka sambil mempersilahkan B memasuki ruangan.
Dengan gagahnya pria itu memasuki ruangan Raffi, matanya menyapu seluruh ruangan dan berhenti tepat di depan sofa yang kini sudah diduduki oleh Raffi.
__ADS_1
"Selamat datang kembali B, ada tugas penting yang menunggu mu sekarang." Ucap Raffi sambil mempersilahkan B duduk di sofa sampingnya.
"Kau tetap sama seperti dulu Raff,, memanggilku saat ada hal penting saja," ucapnya sambil melepas masker yang menutupi sebagian wajahnya. Kini nampak sudah wajah tampan yang selalu di kagumi kaum hawa dari mereka muda sampai sekarang. Sejak dulu kedua pria ini selalu menjadi idola kaum hawa, dari masa kanak kanak sampai universitas.
"Aku hanya tidak mau mengganggu kesibukanmu saja, aku tahu kamu sangat sibuk dengan pekerjaanmu, apa lagi bisnis yang baru saja kau menangkan tendernya kemarin. Selamat ya sobat." Raffi memeluk dan menepuk pelan punggung sahabatnya. Sebenarnya B adalah sahabat Raffi juga Rendra sejak kecil, namun karena jurusan yang diambil antara mereka berbeda, maka Rendra terpisah sejak lulus SMA. Melanjutkan kuliah di negara yang berbeda dengan keduanya.
"Kau selalu saja menjadikan pekerjaan sebagai tameng agar kita tidak bertemu, padahal aku tahu pasti kau hanya tidak ingin merepotkan ku saja, apa tugas penting itu hingga membuatmu memanggilku." Ucap B sambil mengambil wine yang ada di meja bartender.
"Aku memintamu menjaga adik ipar ku, dia sedang mengambil studi kedokteran dan magang di Rumah Sakit milikku, mulanya aku percayakan dia pada Rendra, tapi,,," Raffi pun menghela nafasnya dengan berat, mengingat ucapan Rendra saat mereka membahas malam penghinaan itu.
Sejenak ia sempat tertegun, namun kemudian ia tersenyum tipis membuat Raffi penasaran dengan ulah sahabatnya, tak pernah ia melihat senyum terukir di bibir sahabatnya seperti tadi.
B yang menyadari tatapan sahabatnya pun mengambil nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya perlahan."Kau tahu Raff,,,, kami pernah bertemu sebelumnya di Mall City, saat itu ia tak sengaja telah terjebak denganku di dalam left saat left itu rusak, he,, he,, he,,," kekeh B saat membayangkan wajah cantik Naya yang pucat pasi karena takutnya pada kegelapan. Hingga tak sadar ia hampir terjatuh, dengan refleksnya B menangkap tubuh Naya, membuat gadis itu tersipu malu.
__ADS_1
"Dan pertemuan kedua kami saat gadis itu. menumpahkan makanan pada bajuku tanpa sengaja di sebuah resto saat ia tertabrak oleh pengunjung yang lain,,, he,, he,, he,, sungguh lucu saat itu raut wajahnya." kekeh B yang tersenyum penuh arti membayangkan raut wajah Naya yang menahan malu juga rasa bersalahnya.
"Baguslah kalau kalian sudah pernah bertemu,,," tutur Raffi sambil mengangguk anggukkan kepala nya.
"Tapi ingat, jangan libatkan perasaanmu dalam misi ini, karena Rendra juga mencintainya, aku tak mau kalian saling berebut adik ipar ku." Kikik Raffi membayangkan kedua sahabatnya akan terjebak cinta segitiga nantinya, dan ia jelas tidak bisa mendukung salah satunya.
"Tenang saja Raff,,, aku masih memakai logikaku saat bertugas."Jawab B penuh dengan kepercayaan dirinya.
"Baguslah kalau begitu, besok datang ke rumahku, jalankan tugasmu."
"Siap Boss,," jawab B sambil berdiri dari duduknya sambil mengangguk hormat, ia bisa membedakan saat menjadi sahabat juga pemimpin bodyguard Raffi.
Dan disinilah ia kini berada, di depan gadis yang telah membuat harinya penuh warna dengan raut wajah Naya.
__ADS_1
"Kau,,," teriak Naya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
bersambung 🌹 , 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹