
Karena pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkannya, B jadi terlambat menjemput Naya di kampusnya. Untung gadis cantik itu tidak memarahinya secara berlebihan. Justru ia semakin terhibur dengan ulah Naya yang terlihat imut juga lucu menurutnya. Entah kenapa, setiap kali bersama dengan gadis ini ia merasa bahagia. Pikiran yang tadinya kusut dengan pekerjaannya, kini seakan mendapat angin segar dan kembali fresh seperti baru saja membuka mata di pagi hari. Seperti embun yang menyejukkan, itulah Naya dalam pandangan pria ini.
Berdua dalam satu mobil yang melaju menuju apartemennya, B tidak hentinya tersenyum melihat gadis yang terus saja ngomel ngomel pada kakak ipar juga dirinya, membuat B ingin sekali membungkam mulut bawel itu dengan bibirnya.
"Oh my God B,,,ada apa denganmu? Kenapa pikiranmu sampai sejauh itu, ingat,,, dia wanita yang harus kau lindungi, dia kekasih sahabatmu, meski kini mereka sudah berpisah. Ayolah B,,, sadarkan pikiran ngelanturmu itu." B tersenyum kecut dalam hatinya merutuki kebodohannya sendiri.
Tidak mungkin ia jatuh cinta dengan gadis yang masih belia bukan, itu bukan dirinya, karena tipe dia adalah wanita yang sudah matang yang siap untuk diperistri olehnya, karena ia bukanlah type pria yang suka mempermainkan sebuah hubungan.
B pun mulai fokus dengan mengemudinya, karena dilihatnya Naya sudah terdiam bahkan sibuk dengan ponselnya. Hingga mereka memasuki halaman parkir apartemen B yang membuat Naya tercengang, melihat apartemen yang kelasnya berstandard seperti milik kakak ipar nya juga mantan kekasih, Dokter Rendra. Namun bedanya berada di lokasi yang berbeda.
Melihat Naya yang terlihat bingung, akhirnya B pun mengatakan yang sebenarnya.
__ADS_1
"Ini apartemen ku Non, mari silahkan masuk." Tuturnya sopan setelah membuka pintu apartemen.
"Saya mau mengambil keperluan saya sebentar, setelah itu kita pulang ke apartemen Non Naya. B pun melangkahkan kakinya menuju kamar nya, meninggalkan Naya yang masih berusaha mencerna semua yang dipikirannya. Hingga ia harus menoleh saat B sedikit berteriak padanya," kalau mau minum ambil sendiri ya Non,, dapur ada di samping kiri Non Naya berdiri." Tuturnya lalu menaiki tangga menuju kamarnya.
"Emang kamu kira aku tuli, pakai teriak segala." lirih Naya yang kini lebih asyik fokus dengan ponselnya sambil duduk di sofa ruang tamu apartemen B.
Karena merasa gerah, B pun melangkah ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Lima belas menit kemudian, ia sudah keluar dari kamar mandi lalu melangkah menuju ruang gantinya dan memilih semua keperluan nya yang akan di bawa ke tempat tinggnya yang baru. Meskipun ia cukup kaya, tapi ia selalu hidup dalam kesederhanaan, maksudnya tidak suka shopping maupun yang aneh aneh, dirasa perlu aja ia akan mengeluarkan uangnya, jika tidak perlu, ia akan tetap menyimpannya. (Apa ini bisa dikatakan pelit wkwk.)
Setelah dirasa cukup dengan barang bawaannya, B pun melangkah keluar dari kamar lalu turun menuju ruang tamu, karena tak ingin membuat Naya menunggu, ia tergesa gesa hingga lupa untuk mengancingkan kemejanya. Hingga ia tersadar saat Naya menatapnya tak berkedip untuk seperkian menit lalu membuang wajahnya ke lain arah.
Kini keduanya sudah berada di dalam mobil Naya yang memecah keheningan malam menuju apartemen mereka Keduanya saling diam tanpa suara, B fokus pada kemudinya, sedang Naya lebih suka melihat ke luar jendela mobil. Saat B menengok ke belakang melalui spion mobil, nampak ada dua buah mobil yang membuntuti mereka.
__ADS_1
"Non,,, pindah duduklah ke depan, di belakang kita ada mobil yang mengikuti."
"Apa,,,?" Naya nampak cemas dan khawatir, segera ia menuruti kata B. Karena ia tahu, B lebih berpengalaman soal ini.
"Tenanglah Non,,, saya akan mengantar Non pulang dengan selamat sampai ke apartemen."
B pun menekan beberapa no dari ponselnya, yang memang sudah ada tempat khusus untuk benda pipih itu di mobil, hingga tak menyulitkan B meski sedang berkendara.
"Melaju kearah jarum 9, habisi semua." katanya dingin pada pria diseberang saat sambungan itu sudah terhubung.
"Baik Tuan B,, " balas orang yang diseberang lalu B menutup sambungannya
__ADS_1
"Ok,,, kita bermain sebentar,,,," tutur B disertai seringai kejamnya.
bersambung 🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹