
Pagi yang begitu cerah, secerah hati seorang pria yang kini tengah mengemudikan mobilnya memecah jalan raya yang masih terlihat sepi. Dengan senyum yang terus tersungging di bibirnya, ia melakukan mobil dengan kecepatan tinggi, karena ia sudah tak sabar lagi bertemu pujaan hatinya. Sesekali terdengar senandung lirih keluar dari bibir yang terus tersenyum. Membayangkan wajah cantik nan imut milik Naya.
Bayu memang di mabuk cinta sekarang, hatinya berbunga bunga sejak semalam saat Naya setuju berangkat bersama ke rumah sakit tempat mereka magang. Ya,,, selain tugas dari kampus mereka, rumah sakit ini membutuhkan tenaga bantuan medis yang kompeten, karena melonjaknya wabah virus yang tiap hari belum juga menurun. Akhirnya Naya mengajukan permohonan beserta dengan beberapa teman sekampusnya termasuk Bayu juga Alifia.
Setelah mereka dirasa cukup mampu mengemban tugas mulia ini, pihak rumah sakit pun mengijinkan, apa lagi mereka sudah direkomendasikan dari kampus mereka.
Namun semua itu tidak mengganggu kuliah Naya, karena Rendra yang mengurus semua untuk Naya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menit, akhirnya Bayu pun sampai di apartemen Naya. Setelah memarkirkan mobilnya, Bayu bergegas keluar dari mobil melangkah menuju apartemen Naya.
"Tokk,,,tokk,," Bayu mengetuk pintu apartemen Naya. Dengan degup jantung yang berdebar, Bayu nampak ceria menunggu pintu terbuka.
"Ceklek,,," pintu pun terbuka menampilkan sosok tampan yang kini memandang tak bersahabat padanya. Bayu sebenernya terkejut melihat Rendra sudah berada di apartemen Naya, namun ia mencoba untuk menyembunyikan perasaannya.
"Pagi Dokter Rendra,,, apa Naya ada,,,"
"Pagi,,, Naya ada tapi tidak bisa ditemui olehmu sekarang,,, sebaiknya kamu pergi, hadirmu tak diharapkan disini." Rendra yang terbakar cemburu hampir saja tidak bisa menahan dirinya, ingin rasanya dia memukul wajah yang sok coll depannya.
Namun belum sempat Rendra berkata lebih lanjut lagi, tiba tiba Naya sudah keluar dari dalam dan tersenyum melihat Bayu sudah ada di depan pintu apartemen nya.
__ADS_1
"Sudah lama Kak Bayu? Ayo masuk Kak,,," dengan senyum ramahnya Naya mempersilahkan Bayu masuk ke dalam apartemennya dengan isyarat tangannya. Membuat Rendra mengepalkan tangannya menahan marah.
Bagaimana tidak marah, Naya telah berani di depan matanya mengijinkan pria lain masuk ke dalam apartemennya apalagi dengan senyuman yang begitu manis. Membuatnya terbakar api cemburu yang berkobar di dalam hatinya.
"Mungkin hukumanku semalam masih kurang buatmu sayang,,, hingga kamu begitu beraninya mengijinkan pria lain mendekatimu, jangan salahkan aku jika aku akan memberimu hukuman yang lebih nantinya." Bisik Rendra tepat di telinga Naya yang membuat gadis itu justru tersenyum begitu manisnya ke arah Rendra.
"Kak Rendra lupa, hari ini aku akan ke desa, selama seminggu kita tidak akan berjumpa, jadi simpan saja hukuman kakak ya,,," lirih Naya yang membuat Rendra lemas akhirnya. Bagaimana tidak, semalaman bukan Rendra yang menghukum Naya, justru Rendralah yang mendapat hukuman dari Naya dengan memendam hasratnya yang sudah sampai ke ubun ubun karena ulah gadis itu. Yang semalaman justru pingsan di kamar mandi saat berendam dalam bathtub.
Maksud hati Naya untuk menyegarkan dan merilekskan tubuhnya, sambil menunggu Rendra keluar dari kamarnya. Ehh,, ternyata justru dia ketiduran hampir 2jam dalam air yang sudah dingin. Rendra yang memanggil manggil dari tadi tidak di sahut oleh Naya pun cemas, ia tahu kebiasaan buruk Naya yang suka tidur di bathtub saat kelelahan pun mendobrak pintu kamar mandi. Benar seperti dugaannya, Naya sudah tidur, hampir saja seluruh wajahnya ikut masuk ke dalam air, untung Rendra segera mendobrak pintu.
Rendra segera mengambil handuk lalu diselempangkan ditubuhnya, mengangkat tubuh Naya dan melilitkan handuk itu pada tubuh kekasihnya yang sudah dingin, lalu mengangkatnya ke dalam kamar, membaringkan dengan perlahan keatas tempat tidur, dan segera mengeringkan tubuh Naya. Lalu mengambil piyama tidur dan memakaikannya pada Naya. Sebagai pria normal, ia tidak munafik untuk tak menyentuh tubuh kekasihnya yang telah dilihatnya keseluruhan. Namun segera dibuang perasaan itu meski yang dibawah sudah meronta ingin keluar.
"Kak,,, kenapa aku bisa ada di kamar?" Naya segera bangun dari baringnya setelah kesadarannya terkumpul semua. Menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang, sambil menatap Rendra yang nampak gelisah dengan wajah yang sudah memerah menahan hasratnya.
"Kamu tadi ketiduran di bathtub sayang,,, lalu ak,,," kata Rendra belum selesai diucapkan namun Naya sudah menghentikannya dengan menutup mulut Rendra dengan telunjuknya.
"Jadi kak Rendra sudah melihat semuanya?" Pertanyaan bodoh itu pun keluar dari bibir Naya yang terlihat panik.
"Iya,,," jawab Rendra enteng sambil menatap sendu kearah Naya.
__ADS_1
"Akkhh,,," teriak Naya sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut karena malunya. Andai bisa ia pingin menghilang saja untuk saat ini. Meskipun Rendra pernah memeluk dan menciumnya, tapi mereka tidak pernah melakukan hal yang lebih.
"Bodoh,,, bodoh,,, bodoh sekali kau Naya,,," gerutu Naya merutuki dirinya sendiri di dalam hatinya.
"Sayang,,, jangan seperti itu,,, suer,,, aku tidak ngapa ngapain, cuma memakaikan pakaianmu saja, biar kamu tidak kedinginan,, aku masih pegang janjiku,,, bukalah selimutnya." Rendra berusaha membuka selimut yang membungkus tubuh Naya. Namun gadis itu semakin mengeratkan ikatannya.
"Keluar Kak,,, aku mohon,,, biarkan aku sendiri sekarang, aku sungguh malu Kak,,,kumohon,,, keluarlah,,, kalau tidak aku tidak mau ngomong lagi sama Kakak."
Akhirnya Rendra pun mengalah, ia pun keluar dari kamar Naya lalu tidur di sofa ruang tamu dengan membawa hasratnya yang membuatnya kelimpungan sepanjang malam.
Sedangkan Naya yang mendengar pintu kamarnya terbuka lalu tertutup lagi perlahan menyembulkan kepalanya keluar dari selimut, setelah yakin Rendra keluar, segera ia berlari ke pintu kamar lalu menguncinya.
"Ya Allah,,, kenapa bisa begini,,,aagghhh,,," teriak Naya tertahan meluapkan rasa malunya dengan menghentakkan kakinya ke lantai dengan wajah yang merona karena malu.
"Untung tadi aku mau diajak berangkat bersama Kak Bayu, setidaknya besok bisa menghindarinya." lirih Naya lalu menyusupkan kepalanya dalam bantal dengan tangan yang memukul mukul tempat tidurnya dan kaki yang juga dihentak hentakkan, merutuki kebodohannya.
bersambung ,,,,
terima kasih pada semua yang memberi dukungannya berupa rate, like, komen, fav, n giftnya🙏, moga dibalas dengan pahala yang berlipat juga diberi kemudahan, keluasan rejeki, berkah n barokah, diberi kesehatan selalu, amiinn🤲, ❤️
__ADS_1