KASIH TIADA BATAS

KASIH TIADA BATAS
bab 64


__ADS_3

"Lepaskan aku Kak Rendra,,," lirih Naya sambil berusaha melepaskan pelukan Rendra. Namun pelukan itu bukannya terlepas justru semakin erat membuatnya tak bisa bernafas dengan leluasa.


"Kumohon, biarkan seperti ini sebentar saja, aku tak ingin berpisah darimu sayang,,," Rendra pun menciumi pucuk rambut Naya. Degup jantungnya yang berdetak kencang bisa dirasakan juga di dengar oleh gadis itu. Sejenak ia hanya bisa terpaku dengan kelakuan Rendra yang membawa tubuhnya merasakan desiran desiran hangat yang menjalar di tiap pembuluh darahnya. Hingga dinginnya malam seakan tak terasa olehnya. Indahnya malam seakan menjadi saksi bisu betapa kedua insan ini saling menyalurkan perasaan mereka lewat pelukan yang terasa menentramkan dan mendamaikan hati mereka. Hingga sesaat mereka lupa akan luka yang telah tergores di hati mereka masing masing.


Setelah cukup lama mereka saling terdiam, hanya bahasa tubuh yang menjadi penghantar akan rasa yang mereka miliki, kini Rendra mulai meregangkan pelukannya. Di tatapnya lembut penuh kasih gadis yang telah menguasai hatinya itu, hingga takkan ada yang bisa memasukinya selain Naya.


"Sayang,,, aku tak mau jika hanya karena kondisi Alifia membuat kita harus mengakhiri hubungan ini, aku tahu kamu sangat menyayangi sahabatmu itu, tapi apa kau tak pikirkan tentang perasaanku juga, aku tak bisa hidup tanpa kamu Naya." Rendra yang dari semula hanya diam dengan keputusan yang Naya ambil saat berada di rumah sakit kemarin, kini mulai mengeluarkan semua perasaan yang menyesak di dadanya. Ia tak habis pikir, bagaimana Naya bisa memutuskan hubungan mereka saat mengetahui kondisi lifia yang mengalami depresi juga trauma karena kejadian malam itu.


Sekilas kejadian kemarin muncul lagi di pikiran Rendra. Saat mereka bertiga telah memasuki area parkir rumah sakit.


Setelah keluar dari mobil mereka masing masing, Bayu juga Rendra dan Naya bergegas masuk ke dalam rumah sakit meski semua nampak terdiam, hanya sorotan mata kedua pria itu yang saling ingin membunuh antara yang satu dengan yang lainnya. Sedangkan Naya yang merasakan aura membunuh diantara keduanya berusaha untuk mencairkan suasana. Karena ia merasa bersalah pada Bayu, sudah merepotkan juga membawa Bayu dalam masalahnya saat ini.


Karena rasa malunya pada Rendra akibat kebodohannya semalam, ia bersikukuh ingin ikut bersama dengan Bayu, sedangkan Rendra juga tak mau kalah untuk tetap mempertahankannya agar tetap satu mobil bersama dengan dirinya. Perdebatan pun mulai terjadi diantara ketiganya, dan bisa di pastikan, Rendralah pemenang dari perdebatan panjang tadi. Membuat Naya merasa nggak enak sama Bayu.


"Kak Bayu,,, apa Kakak jadi ikut program dari rumah sakit yang akan memberikan penyuluhan kesehatan ke desa desa Kak?" Meski terkesan kaku Naya berusaha tersenyum melihat kearah Bayu.


Bayu yang mendengar Naya mulai mengajaknya ngobrol pun mulai luluh hatinya. Rasa kecewa juga marahnya tadi seakan sirna tak berbekas melihat senyum Naya padanya meskipun terkesan di kaku." Iya Naya aku jadi ikut, mungkin kita nanti akan satu team, karena kemarin aku sempat melihat daftar Dokter juga perawat yang akan diutus oleh pihak rumah sakit."

__ADS_1


"Benarkah? Wah,,, bagus ya Kak,,, setidaknya nanti aku bisa merepotkan Kak Bayu lagi, he,, he,, he,,,," meski mencoba menghibur Bayu, Naya tetap melirik kearah Rendra yang masih terdiam namun menatapnya dengan tajam. Dan ia tahu apa arti dari tatapan itu. Namun Naya berusaha untuk tidak memperlihatkan pada kedua pria ini jika nyalinya menciut akibat tatapan Rendra padanya.


"Terus saja membuatku cemburu sayang,,, karena malam ini kau takkan lepas dari hukumanku." Gumam Rendra dalam hatinya sambil menatap Naya dengan penuh misteri.


Naya terus saja ngobrol dengan Bayu, sampai mereka melewati sebuah ruangan yang terdengar cukup gaduh di dalamnya. Mereka bertiga pun ingin melihat apa yang terjadi, namun belum sempat memasuki ruangan tersebut, dari dalam seorang perawat keluar dengan wajah yang ketakutan.


"Ada apa suster?" Tanya Naya yang mengagetkan perawat tadi.


"Eh Mbak Naya,,, itu Mbak,,,Alifia,,, sahabat Mbak mengamuk di dalam, semua orang tidak bisa menghentikannya, ia ingin melukai dirinya sendiri." Jawab suster tersebut yang masih terlihat syok dengan keadaan Alifia. Karena ia juga tahu, jika Alifia adalah calon Dokter dirumah sakit ini, para perawat juga mengenalnya dengan baik karena Alifia juga Naya telah diijinkan jadi Dokter di rumah sakit ini setelah magang mereka selesai juga menyelesaikan studi mereka. Banyak perawat yang dekat dengan keduanya, karena sifat keduanya yang supel, pandai bergaul juga baik pada siapapun.


"Apa??" Teriak Naya yang terkejut, yang segera bergegas masuk ke dalam ruangan itu diikuti oleh Rendra juga Bayu.


Selangkah demi selangkah Naya berjalan kearah Alifia yang terlihat berantakan, dengan tatapan nanar melihat kearah dokter juga suster yang ingin mendekatinya. Dengan pecahan kaca yang siap digoreskan ke nadinya sendiri.


"Jangan mendekat kalian,,, jangan mendekat,,, pergi,,, pergi,,," teriaknya sambil memundurkan tubuhnya dari perawat juga Dokter itu.


"Lifia,,, " panggil Naya dengan lembut seraya tersenyum manis kearah sahabatnya yang kini juga menoleh kearahnya.

__ADS_1


"Hikkss,,, hikkss,, Naya,,," tuturnya sesaat namun setelah itu,,,


"Pergi,,, jangan dekati aku,,, kalian semua jahat,,, jangan dekati aku,,," Teriaknya histeris sambil menjambak rambutnya sendiri, dan meringkuk di ujung brangkar memeluk lututnya dengan tubuh yang bergetar.


"Pergi kalian!!!" Jangan sakiti aku!!" Aku mohon,, lepaskan aku,,, hikkss,,,hikkss,,,!!"


Naya yang melihat kondisi Alifia tak kuasa, tubuhnya pun meluruh ke lantai dengan derai airmatanya.


"Sayang,,, bangunlah,,," Rendra membantu Naya untuk berdiri, namun tangannya terhenti karena Alifia sudah menggenggam tangannya.


"Kak Rendra,, tolong aku, mereka semua ingin menyakitiku,, " Alifia memeluk Rendra dengan tubuh yang gemetaran karena takutnya.


Rendra berusaha untuk melepas pelukan lifia, tapi Naya justru menggelengkan kepalanya. Dengan terpaksa Rendra pun membawa Alifia kembali menuju brankarnya, meninggalkan Naya yang masih bersimpuh di lantai dengan perasaan yang terpukul juga hancur melihat kondisi sahabatnya.


"Apa pun akan aku lakukan untuk kesembuhanmu lifia,,, aku janji,,," bisik dalam hati Naya.


bersambung,,,,,

__ADS_1


Selamat Idul Fitri Minal Aidin Walfaizin Mohon Maaf Lahir Dan Batin 🙏


__ADS_2