KASIH TIADA BATAS

KASIH TIADA BATAS
bab 76


__ADS_3

Setelah menunggu lama, akhirnya B memarkirkan mobilnya di parkiran kampus. Wajah yang selalu tertutup oleh masker, membuat semua orang penasaran dengan siapa yang menjemput Naya, bunga kampus yang menjadi idola kampus, apa lagi setelah semua orang tahu jika Naya adalah adik ipar Raffi.


Dengan penuh percaya diri, B melangkahkan kakinya mendekati Naya yang masih sibuk memasukkan buku kedalam tas nya. Karena terlalu lama menunggu, Naya memutuskan membaca ulang materi yang di pelajarinya tadi.


"Maaf Non,, saya terlambat, masih ada urusan yang harus saya selesaikan tadi." Tanpa bertanya juga menunggu Naya menyuruhnya, B sudah mengambil tas yang di bawa oleh Naya, membuat gadis itu menatapnya penuh tanya. Tak pernah ada orang yang berani sesuka hatinya menyentuh barang Naya, bahkan Rendra pun tidak pernah melakukannya.


"Apa yang kamu lakukan? Kembalikan tasku! Dan ingat jangan pernah menyentuh barangku tanpa aku mintai tolong." Naya sudah merebut kembali tas yang ada di tangan B, lalu melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil di mana mobilnya berada sekarang. B hanya bisa menghela nafas lalu mengikuti Naya dari belakang. Karena langkah kaki B yang lebih lebar dari pada Naya, membuatnya lebih dulu sampai di mobil mereka, ia pun membukakan pintu mobil untuk Naya.


Semua pasang mata tertuju pada mereka, membuat Naya sedikit canggung dengan semua perlakuan B. Sedikit menatap kesal pada B, karena membuatnya jadi sorotan teman teman di kampusnya, Naya pun masuk ke dalam mobil yang langsung di tutup kembali oleh B, segera membuka pintu depan belakang kemudinya.


Setelah duduk dan memasang sabuk pengamannya, ia sempat melihat Naya dari kaca spion mobil, meskipun Naya tidak bisa melihat wajah pria di depannya, namun ia yakin jika saat ini pria itu sedang tersenyum menatap kearahnya.


"Lain kali jangan terlambat lagi, dan jangan pernah membukakan pintu mobil lagi untukku, juga menyentuh barang barangku sesukamu, atau aku akan meminta pada Kak Raffi untuk memecatmu." Sinis Naya yang masih merasa jengkel karena harus menunggu B juga kelakuannya tadi. Ia sungguh malu pada teman temannya, ia yang terbiasa mandiri tidak memerlukan bantuan orang lain untuk melakukan hal yang bisa ia lakukan sendiri. Kini, B dengan seenaknya menyentuh barangnya juga melakukan hal yang tak perlu untuk dilakukan, itu menurut Naya.


B yang mendengar ancaman Naya berpura pura takut, padahal dalam hati ia tertawa terbahak melihat ekspresi wajah gadis di belakang kursinya yang sedang cemberut dengan memandang ke luar jendela mobil.

__ADS_1


"Maaf Non,,,, saya tidak akan mengulangi nya lagi, tapi semua yang saya lakukan adalah tugas saya sebagai bodyguard anda Nona,,, maafkan saya." B pun menjelaskan semua tugasnya pada Naya membuat gadis itu membelalakkan matanya.


"Apa apaan Kak Raffi,,, menyuruh orang sampe segitunya, apa dia pikir aku ini princess gitu, yang harus di siapkan semua kebutuhan ku, aku ya aku, pokoknya aku tidak mau kamu melakukan semua perintah Kak Raffi, emang aku tak punya malu apa, dengan menyetujui kamu jadi bodyguard ku aja aku sudah merasa risih, seakan aku di mata matai selama 24jam." gerutu Naya disepanjang perjalanan mereka, hingga tanpa ia sadari jika laju mobil tidak mengarah ke apartemen nya tapi ke tempat lain.


B yang mendengar Naya ngoceh terus mengumpat kesal padanya juga Raffi hanya tersenyum tipis di balik masker nya, Dalam hati ia sungguh mengagumi gadis itu, meskipun ada rasa kesal pada Naya yang terus saja mengeluh tidak ingin di kawal olehnya.


Satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah apartemen yang cukup mewah, membuat Naya terbengong melihatnya untuk beberapa detik, sebelum B mengetuk pintu mobilnya


"Non,,, kita masuk lebih dulu, saya ada urusan di dalam, cuma sebentar, boleh kan?"


"Kamu masuk saja, biar aku tunggu disini."jawab Naya datar tanpa melihat kearah B.


Naya pun menoleh kearah B, hingga tatapan


mereka saling beradu, melihat B yang menatapnya penuh harap, membuat Naya mengalah, ia pun keluar dari mobilnya.

__ADS_1


"Baiklah aku ikut denganmu, tapi selesaikan urusanmu dengan cepat, aku sudah lelah sekali."


"Baik Nona,,," B menyuruh Naya berjalan lebih dulu baru dia menyusul di belakang Naya, hanya sesekali ia mengarahkan Naya pada tempat tujuannya.


Naya tertegun melihat mewahnya isi apartemen tersebut, tidak kalah dengan apartemen yang dimiliki Rendra juga Raffi. Kini ia baru sadar, jika bodyguard nya bukanlah orang sembarangan juga. Mulanya ia terkejut saat B mengatakan itu apartemennya, hingga ia benar" percaya saat B membuka pintu dengan kode sandi yang hanya pemilik asli yang bisa masuk.


Kini disinilah ia berada, duduk di ruang tamu apartemen tersebut, menunggu B yang mengambil barang pribadinya, karena ia sudah tinggal di sebelah apartemen Naya, yang memudahkan ia untuk menjaga Naya nantinya.


"Kita pulang sekarang Nona?"


Naya pun segera menoleh kearah suara, nampak B sedang berdiri dengan mengancingkan kemejanya, membuat Naya gugup dan segera mengalihkan pandangannya.



"Ya Tuhan,,, kuatkan hati hamba,,," bisik dalam hati Naya.

__ADS_1


'Kak Rendra,,," lirihnya menguatkan hatinya.


bersambung 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2