KASIH TIADA BATAS

KASIH TIADA BATAS
bab 67


__ADS_3

Sementara itu di bangku taman, nampak Rendra yang masih berusaha untuk membujuk kekasih hatinya, agar merubah keputusan yang diambilnya kemarin.


Dinginnya malam yang semakin menusuk ke tulang persendian, tidak dapat menggoyahkan keduanya untuk beranjak dari tempat itu. Meskipun malam ini terlihat begitu indah, dengan pancaran cahaya bulan yang menenangkan, menyejukkan hati juga taburan bintang bintang di angkasa yang terlihat begitu indah, membuat siapa saja yang melihatnya akan merasakan kedamaian.


Namun tidak bagi hati keduanya yang saat ini sedang dilanda dilema akan masalah yang terjadi diantara mereka.


Nasib percintaan mereka yang dipertaruhkan, hingga membuat hati keduanya gelisah, tak tahu harus bagaimana lagi.


Naya yang sejak tadi hanya terdiam tanpa membalas semua perkataan Rendra, kini memalingkan wajahnya ke arah pria yang sudah memberikan warna dalam hidupnya. Sejenak tatapan mereka saling beradu, menyelami dalamnya arti kehadiran masing masing dalam hati keduanya. Perlahan Rendra menyibakkan rambut Naya yang tertiup angin hingga menutupi sebagian wajahnya.


Saat Rendra ingin mengecup kening Naya, gadis itu menahannya dengan menutup bibir Rendra menggunakan telunjuknya.

__ADS_1


"Kak,,,aku mohon tolong jangan bikin aku semakin tak bisa untuk melepasmu. Keputusanku sudah bulat, perpisahan kita itu yang terbaik. Aku tak ingin mengikatmu dengan sebuah hubungan yang akan menyulitkan kita nantinya. Aku tahu jika Alifia adalah gadis yang sudah dijodohkan dengan Kak Rendra sedari kecil, bukan?"


Rendra nampak terkejut dengan penuturan Naya, matanya membelalak menatap tajam kearah Naya yang terlihat santai melihat reaksi Rendra, ia sudah dapat menerka jika Rendra akan terkejut oleh perkataannya.


Dengan menghirup nafas dalam dalam, Rendra pun mencoba menenangkan jantungnya yang sudah berdetak kencang ingin melompat keluar rasanya mendengar penuturan Naya, bagaimana tidak, rahasia yang selama ini tersimpan rapi kenapa Naya bisa mengetahuinya, dan pikirannya hanya tertuju pada satu nama yaitu Alifia. "Sialan kau Lifia,,, " geram Rendra dalam hati yang sudah mengepalkan tangannya, menahan marahnya pada wanita yang sudah membuat hubungannya dengan Naya hancur.


"Kamu benar benar ingin menghancurkan hubunganku, lihat apa yang bisa aku lakukan untuk membuka kedokmu dihadapan Naya juga keluargaku."


"Kak,,, dengarkan aku, bukannya aku tidak cinta dengan Kak Rendra, tapi bagiku yang terpenting sekarang adalah kesembuhan Alifia dulu, aku berjanji sama kakak, jika kita memang berjodoh pasti akan bersama nantinya, aku akan selalu menanti kakak disini, menjaga rasa ini sampai nanti, tapi aku mohon, hargai keputusanku saat ini."


Meskipun dengan degup jantung yang tak beraturan, antara cemas, takut jika Rendra akan semakin marah nantinya, namun Naya memberanikan diri mengutarakan semua isi hatinya, dengan pandangan memelas kearah Rendra berharap kekasih hatinya bisa memahami maksudnya, melepaskan egonya untuk saat ini.

__ADS_1


Rendra yang menatap lekat kearah manik mata coklat itu, hanya bisa mendesah perlahan, seakan dia sudah menyerah untuk meyakinkan Naya, karena keinginan Naya yang begitu kuat meminta perpisahan mereka .


Ditakutkan kedua tangannya di kedua pipi gadisnya, menelisik ke dalam kornea mata itu dalam dalam, "apa kau yakin dengan keputusan ini, apa memang kita harus berpisah sementara waktu, bagaimana jika dalam rentan waktu perpisahan kita, hatimu atau hatiku mulai goyah dan lebih memilih hati yang lain, apa kau tidak akan menyesal?"


Sekilas senyuman tipis menghiasi bibir Naya, tatapannya teduh memandang wajah tampan di hadapannya saat ini."Aku tidak takut, karena aku percaya akan cinta kita, meskipun cobaan akan bertubi nantinya, namun aku percaya akan cinta kita."


"Lalu kenapa kita harus putus menghadapi cobaan cinta kita sekarang, harusnya kita semakin erat menggenggam satu sama lain, melewati ujian ini bersama, tapi ke,,," ucapan Rendra terputus karena Naya sudah memberikan isyarat diam dengan menutup mulutnya dengan telunjuk Naya.


"Karena aku tidak mau disebut pelakor nantinya." Ucap Naya enteng yang membuat mata Rendra terbelalak sempurna.


"Apa???""

__ADS_1


bersambung


__ADS_2