KASIH TIADA BATAS

KASIH TIADA BATAS
bab 69


__ADS_3

Kedua mata itu saling menatap dengan tajam, seolah olah mereka sedang melakukan perang dingin lewat tatapan mereka. Tak ada satu pun yang mau mengalah, hawa di sekitar mereka pun terasa dingin mencekam. Naya juga Nara hanya bisa saling pandang. Seakan memberikan isyarat pada Naya bertanya apa yang terjadi sebenarnya, lewat mata Nara yang melirik kedua pria di depannya, lalu menjatuhkan pandangannya lagi pada adik tersayangnya.


Naya hanya mengangkat kedua bahunya menjawab tatapan Nara, seakan memberi jawaban dari tatapan kakaknya jika ia juga tidak tahu apa yang terjadi antara Rendra kekasih hati yang tinggal menghitung jam akan berubah menjadi mantan kekasih, dengan Raffi sang kakak ipar.


Nara yang tidak tahu permasalahan mereka pun berusaha menenangkan suaminya, ia melangkah kearah Raffi lalu duduk disebelahnya. Tangannya dimasukkan ke dalam lengan suaminya lalu membelainya lembut. " Sudah hentikan pertengkaran kalian, mau sampe kapan kalian begini terus, ada apa sebenernya Kak?"


Mendapat perlakuan lembut dari Nara hati Raffi yang mulanya jengkel, marah pada keadaan namun tidak bisa dilampiaskan pada sapa pun kini mulai melunak, rasa kecewa sejak semalam menahan hasrat yang ingin menyentuh istrinya namun tidak bisa karena Rasya yang rewel, membuatnya frustasi dan uring uringan. Ditambah melihat adegan antara Rendra dan Naya tadi, membuat hatinya semakin terbakar cemburu akan kemesraan mereka. Karena itu ia meluapkan kekesalannya pada Rendra.


"Kamu tahu sayang, apa yang akan dia lakukan pada adik kesayanganmu itu?" Tanpa mengalihkan tatapan matanya dari Rendra, Raffi membuka pembicaraannya.


Nara yang bingung karena tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya menatap ketiganya secara bergantian.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Naya,,,, Dokter Rendra,,,," kini tatapan tajam sudah terhunus kearah Rendra, pria itu hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah melihat tatapan calon kakak iparnya nanti, meski harus melalui berbagai rintangan.


Sedangkan Naya memilih diam serta menundukkan kepalanya, karena ia tahu salah telah membiarkan Rendra menyentuh tubuhnya bahkan hampir berciuman. Padahal ia sudah berjanji pada Nara untuk menjaga dirinya dari manisnya cinta yang bisa menjadi racun yang begitu mematikan nantinya jika perpisahan itu terjadi. Karena sakitnya menahan rindu pasti akan ia rasakan.

__ADS_1


"Kenapa kalian cuma diam? Nara mulai gelisah, ia sudah bisa mengira apa yang terjadi diantara keduanya.


"Maaf Nara,,, aku sempat terbawa perasaan juga suasana romantis yang tercipta, hingga kami,,,"


"Apa,,,,???" pekik Nara spontan, menghentikan


ucapan Rendra terpotong oleh teriakan Nara. Ia sungguh cemas jika adiknya telah diapa apain sama Rendra terlihat dari amarah Raffi yang terlihat jelas.


"Bukankah kau sudah berjanji Dokter Rendra tidak akan melakukannya sebelum kalian menikah, apa kamu ingin menjadi Kak Raffi yang ke dua, hah,,,,?"


Raffi yang mendengar perkataan Nara hanya bisa memelototkan matanya kearah istri tercinta.


"Apa apaan sayang,,, kenapa aku kau ikut ikutkan." tutur Raffi dingin yang menyadarkan Nara akan kata katanya yang salah.


"Maaf Kak,,, bukan maksudku mengungkit masa menyakitkan itu. Andai kutahu dari awal Kak Raffi adalah Kak Rasya, pasti aku akan menikmati malam itu. Maaf,,,"

__ADS_1


Dengan sedikit tertunduk Nara menggoyang goyangkan lengan Raffi, berharap suaminya tidak akan marah lagi, karena dari semalam ia sudah mengecewakan suaminya karena putra semata wayang mereka yang selalu mengganggu saat mereka ingin bercinta.


"Hmmm,,," Raffi berusaha menyembunyikan hatinya yang berbunga bunga mendengar ucapan Nara yang akan menikmati malam itu jika ia tahu Raffi adalah Rasya, pangeran masa kecilnya. Ia tetap dingin tanpa ekspresi membuat Nara semakin merasa bersalah.


"Kak,,," rengek Nara seperti anak kecil untuk meluluhkan amarah suaminya dengan menarik narik lembut tangan Raffi. Sikap Nara yang imut seperti itu membuat mereka bertiga menahan tawanya. Singa betina yang tadinya ingin mengeluarkan taringnya pada Rendra, justru kini terlihat lemah di depan singa jantannya.


"Berani kalian menertawakan istriku,,,,!" Ucap Raffi menatap dingin pada Rendra, membuat Nara tersadar dari masalah yang tadi sempat dilupakannya.


"Dokter Rendra,,,, " panggil Nara dengan tatapan yang begitu dingin menusuk ke relung hati. Membuat Rendra mengambil nafasnya dalam dalam, sekilas ia melirik kearah Naya yang kini tertunduk mendengar kakaknya memanggil kekasih hati dengan penuh penekanan,


"Rasakan saja kemarahan singa betinaku."


Mungkin itulah arti dari tatapan Raffi yang terlontar untuk Rendra, membuat pria itu terkulai lemas tahu apa yang akan terjadi jika Nyonya Raffi sudah mengeluarkan taringnya.


"Naya,,, kamu ingin menikah sekarang dek?"

__ADS_1


bersambung,,,,,


__ADS_2