
"Hai,, fia,,, kamu juga hadir ya?" Sapa Naya setelah pelukan itu terlepas.
"Tentu saja aku datang,,,inikan party om gue,,,oh ya kamu datang bersama dengan Bayu ya? Wah,,, selamat ya,, ternyata kalian sudah jadian ya?"
Diiringi dengan senyuman tulusnya Fia nampak bahagia sekali menatap pada sahabatnya yang kini terlihat salah tingkah di depan semua orang.
Bagaimana ia tidak akan salah tingkah jika semua mata kini tertuju padanya. Dengan pemikiran mereka masing masing mengenai dirinya. Ada yang nampak ikut bahagia namun juga ada yang nampak tidak suka dengan raut wajah mereka yang terlihat mengejek Naya. Apa lagi pasang mata kedua orang tua Bayu, yang langsung seperti menguliti tubuhnya. Begitu juga dengan seorang pria paruh baya beserta istrinya yang di panggil om tadi oleh Bayu. Mereka melihat Naya dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Oh,,, inikah gadis yang pernah dekat dengan Rendra itu?"
Akhirnya Mama Bayu pun bersuara setelah terdiam selama beberapa menit menatap kearah Naya. Membuatnya merasa gugup juga ada rasa ketakutan di dalam hatinya saat menatap kedua orang tua Bayu juga kedua orang tua Rendra yang nampak terkejut dengan penuturan Mama Bayu.
Kedua orang tua Rendra saling tatap, lalu menatap kearah Rendra yang sejak tadi hanya diam sambil menatap kearah Naya tanpa berkedip. Naya yang belum menyadari akan keberadaan Rendra mencoba tersenyum meskipun terpaksa ke arah kedua orang tua Bayu.
"Ma,,, tolong jangan bikin suasana menjadi keruh nantinya, ini pesta perusahaan Papa, akan berpengaruh ke investor jika pesta ini akan ricuh nantinya." Bisik Bayu yang bisa di dengar oleh keluarga mereka.
Bukan tanpa alasan jika Bayu mengatakan hal tersebut, karena semua orang tau jika Mama Bayu sangat anti dengan orang miskin. Mereka bagai debu yang mengotori baju, juga bagai kerikil yang menghalangi jalan, hingga perlu untuk menyingkirkannya. Karena yang mereka tahu jika Rendra berpacaran dengan gadis miskin kakak dari pasiennya. Tanpa mereka tahu siapa suami dari kakak gadis tersebut. Karena pernikahan Raffi juga Naya yang tidak pernah terhendus oleh media.
__ADS_1
Jadi banyak khalayak ramai yang belum tahu jika Nara adalah istri sah Raffi Aditama. Karena keluarga Aditama selalu menutup info tentang privacy keluarga mereka hingga tak tercium oleh media.
Mama Bayu berjalan mendekati Naya, melihatnya dari ujung rambut sampai ujung kaki, lalu berputar mengelilingi tubuh Naya sambil tersenyum mengejek. Membuat Naya hanya bisa terdiam terpaku, cuma manik matanya yang terus mengikuti tingkah Mama Bayu.
"Cantik,,,tapi sayang orang miskin, dan aku tidak mau punya menantu orang miskin, jadi kamu jauhi putraku dari sekarang, aku tahu pasti semua yang kamu pakai ini pasti pemberiannya, bukan? Dasar gadis tak tahu malu, kamu mendekati Rendra lalu dibuang olehnya dan kini mendekati putraku, jangan harap akal licikmu itu bisa terwujud, sampai kapan pun kami tidak sudi punya menantu kamu, wanita murahan."
Semua mata tertuju pada Naya juga Mama Bayu. Mereka kemudian menggunjing Naya wanita yang tidak baik, melempar diri ke ranjang Bayu agar bisa mendapatkan kemewahan juga status sosial yang tinggi dengan menjadi wanita Bayu. Calon ahli waris dari keluarganya yang merupakan salah satu keluarga terkaya di negara ini. Namun tetap saja mereka tidak ada apa apanya di banding keluarga Aditama juga Ayodyatama.
Mendengar penuturan Mama Bayu yang telah menghinanya, membuat hati Naya sakit, namun ia tetap berusaha untuk tenang dan masih memperlihatkan senyum manisnya. Ia tetap terdiam dan tak ingin membela dirinya, karena ia tahu, semua akan sia sia, melihat wanita yang usianya seperti Bundanya. Ia tetap akan menghormatinya meski wanita itu telah melukai hatinya.
"Ma,,, cukup,,,!" Bentak Bayu lirih namun tetap terdengar oleh semua keluarga inti yang kini telah mengelilingi mereka.
Tanpa mereka sadari sudah ada dua pasang mata yang menyaksikan penghinaan ini, tangan mereka sudah mengepal menahan marahnya. Dengan anggunnya si wanita berjalan di samping suaminya yang kini jelas terlihat merah padam raut wajahnya menahan amarah yang telah memuncak. Namun tarikan lembut di lengannya, menyadarkan pria ini untuk mengontrol emosinya. Ia pun tersenyum pada istrinya.
"Tenang saja,,, aku tidak akan lepas kendali." Tuturnya lirih sambil mengecup kening wanitanya. Yang membuat semua pasang mata tertuju pada mereka. Dan mereka hanya bisa melotot tak percaya dengan apa yang telah mereka lihat.
Sementara Naya mendapat hinaan dari keluarga Bayu. Ada senyuman licik yang menghiasi bibir Alifia.
__ADS_1
"Maafkan aku Naya sayang,,, tapi sampai kapan pun aku tidak akan membiarkanmu hidup dilingkungan keluargaku dan mengambil Rendra lagi dariku." Bisik hati Alifia yang merasa puas sudah berhasil menjatuhkan harga diri Naya di depan keluarga Bayu juga Rendra.
Sedangkan Rendra yang hendak melangkah ke arah Naya telah di cekal tangannya oleh kedua orang tuanya, sambil menggelengkan kepala mereka, pertanda larangan untuk ikut campur urusan keluarga Bayu. Mau tidak mau Rendra pun menuruti perintah kedua orang tuanya, meski hatinya juga ikut tercabik cantik melihat wanita yang dicintainya dihina sedemikian rupa di depan khalayak ramai. Rendra hanya bisa mengepalkan tangannya menahan marah dengan raut wajah yang sudah memerah, bagai gunung berapi yang siap memuntahkan lahar panasnya.
"Ma,,, cukup,, Naya bukan gadis seperti itu." Bela Bayu yang juga merasakan sakit di dadanya. Ia menatap sendu dan penuh penyesalan kearah Naya. Andai ia tidak memaksa Naya menjadi pendampingnya di pesta kali ini, pasti Naya tidak akan mendapatkan penghinaan ini, ini semua salahnya. Begitulah pemikiran Bayu.
"Oh,,, lalu gadis seperti apa dia,,, putri terhormat dari keluarga mana yang melemparkan tubuhnya keatas ranjang pria pria yang bisa memberinya ketenaran juga harta, hah,,,," Amarah Mama Bayu sudah sampai puncak melihat putranya terus saja membela Naya. Sedangkan Papa Bayu hanya bisa diam melihat istrinya bertingkah melampaui batas. Ia memang termasuk dalam ikatan suami takut istri, makanya dia seperti kerbau yang dicocok hidungnya. Selalu menuruti apa kata istrinya.
Naya yang sudah tidak tahan lagi mendengar hinaan bahkan menyangkutkan nama keluarga pun mulai bersuara.
"Saya memang bukan putri dari keluarga terpandang juga kaya seperti Nyonya. Tapi keluarga kami selalu menanamkan etika dan moral pada setiap anak anaknya. Kami selalu diajarkan menghormati orang yang lebih tua. Makanya saya tetap diam meski Nyonya menjelek jelekkan saya, siapa yang tahu diri saya, adalah saya sendiri juga orang orang yang menyayangi saya, itu sudah cukup, meski orang berpikir negatif pada saya. Karena saya tidak punya kuasa untuk merubah pandangan seseorang terhadap saya. Tapi jika nama baik keluarga saya dipertanyakan, maka saya tidak akan tinggal diam, karena secara tidak langsung anda telah menghina kedua orang tua saya."
Dengan lantang tanpa ada rasa ragu, dengan senyum yang selalu terukir diwajahnya Naya menatap kearah Mama Bayu yang terus menatapnya dengan tatapan merendahkan.
"Saya tidak pernah menjual diri pada siapa pun, dan saya juga bukan kekasih putra anda. Dia yang memaksa saya untuk mendampinginya hadir di pesta ini. Saya masih suci belum terjamah, kalau anda tidak percaya kita tes ke lab. sebagai bukti saya bukanlah wanita yang anda tuduhkan. Oh ya,,, tolong anda catat dan tekankan di memori otak anda, sampai kapan pun saya juga tidak mau punya ibu mertua seperti anda. Anda memang wanita berkelas tapi sayang, otak anda sungguh picik."
"Kau,, berani mengatai ku,,," Mama Bayu ingin menampar Naya namun sudah tercekat di udara oleh tangan seorang wanita yang sungguh cantik malam ini. Dan disamping wanita itu sudah berdiri seorang pria tampan yang sudah di kenal semua orang. Dengan tatapan tajam terhunus pada keluarga Bayu. Membuat mereka semua merinding di buatnya.
__ADS_1
"Layangkan tanganmu, maka tangan itu akan patah sekarang juga." Itulah arti tatapan dari pria tersebut.
bersambung ,,,