KASIH TIADA BATAS

KASIH TIADA BATAS
bab 77


__ADS_3

Sementara itu di kota S, disebuah kamar yang cukup besar juga mewah nampak seorang pria sedang menatap kearah laptopnya, sesekali ia tersenyum melihat ulah istrinya yang terlihat begitu menggemaskan. Sedangkan yang di luar sana, tidak menyadari jika Raffi sedang memperhatikannya.


Setelah menina bobokan Rasya dengan melantunkan sholawat sambil mengayun dalam gendongannya, Nara kemudian melangkahkan kakinya ke dapur, membuat jus lemon yang menyegarkan tenggorokannya setelah cukup lama menina bobokan Rasya. Tiba tiba saja perutnya berbunyi, pertanda minta di isi, ia pun mengambil ikan nila dari dalam kulkas, meskipun ada asisten rumah tangga, tapi Nara tidak mau tergantung dengan mereka, apa lagi sekarang sudah malam dan para asisten rumah tangganya sudah pada tidur semua.


Dari sekian banyak bahan makanan yang ada di kulkas, Nara mengambil ikan yang diinginkannya, selain itu ia mengambil udang, lalu mulai membersihkannya.


Setelah memberi bumbu pada ikan nila, Nara mulai menyalakan kompor nya setelah mengisi penggorengan dengan minyak goreng. Setelah minyak panas, ia pun kemudian memasukkan ikan tersebut, untuk mengusir kesunyian, Nara mulai berdendang melantunkan lagu Ayu Ting Ting yang berjudul di geboy mujaer sambil menggoyangkan tubuhnya.


Tubuh Nara yang begitu lincah gemulai menari membuat Raffi tersenyum melihat tingkah istrinya. Nara terus saja menari dengan membawa spantula di tangannya. Tanpa ia sadari, sepasang mata terus saja menatap kearahnya sambil menahan senyumnya.


Selesai menggoreng ikan, Nara kemudian menggoreng udang yang sudah di baluri dengan tepung krispi, lalu membikin saus untuk ikan juga udang tepungnya, ia memasak ikan juga udang asam manis. Tak perlu waktu lama, masakan itu pun telah tersaji di meja makan. Nara tersenyum puas akan hasil karyanya.


"Aku panggil Kak Raffi dulu, pasti ia juga lapar."lirihnya sambil tersenyum menatap puas kearah masakannya.


Ia pun melangkahkan kakinya menuju kamar di mana suaminya berada. Saat memasuki kamar, dilihatnya Raffi masih sibuk dengan pekerjaannya. Nara pun menghampirinya lalu memeluk Raffi dari belakang.


"Ada apa sayang,,, apa kamu lagi ingin bercinta denganku, hmm,,,?" goda Raffi sambil mencium punggung tangan istrinya.


"Dasar mesum,,," Nara mencubit hidung Raffi, sambil cemberut.


"Lalu tingkahmu ini apa tidak sedang memancing aku, hmm,,,?" Kini Raffi menengok ke belakang hingga jarak wajah mereka begitu dekat, hingga hembusan nafas mereka pun menerpa satu sama lain.


"Kak Raffi lapar tidak, aku tadi memasak untuk kita,,," Nara berusaha mengangkat wajahnya dari rengkuhan tangan kekar suaminya, namun gagal.

__ADS_1


"Aku memang lapar,,, tapi bukan perutku melainkan ,,," Raffi sudah mencium lembut menuntut bibir yang menjadi candunya. Menarik lembut tubuh Nara hingga jatuh dalam pangkuannya. Segera ia mengunci tubuh istrinya dengan memberikan ciuman yang semakin lama semakin menuntut lebih.


"Kak,,," ucap Nara menahan desahannya di sela sela ciuman mereka. Ia sedikit kewalahan dengan aksi Raffi yang sudah kemana mana hingga gaun Nara sudah berantakan.


"Iya sayang,,," balas Raffi yang tidak menyudahi aksinya bermain di tempat favoritnya. Kedua gundukan yang terlihat lebih besar dan berisi setelah mengandung dan melahirkan Rasya. Membuatnya semakin berhasrat pada istrinya.


"Kak,,,ehmmm,," desah Nara yang berusaha menghentikan ulah suaminya. Namun suara ******* yang terdengar seksi di telinga Raffi membuatnya semakin menjadi.


"Menarilah di pangkuanku sayang,,, aku ingin sekali merasakannya,,," lirihnya sambil menggigit lembut telinga Nara.


"Maksud Kak Raffi apa?" Nara dengan polosnya bertanya karena ia bingung akan ucapan Raffi. Bukankah setiap kali mereka bercinta hanya Raffi yang selalu memegang kendali.


"Aku tahu kamu pandai menari, rugi dong aku kalau tidak bisa merasakannya." Goda Raffi dengan mengerlingkan sebelah matanya.


"Lalu ini apa?" Raffi menunjukkan cctv yang berada di dapur pada Nara, membuatnya menutup mulut yang menganga tak percaya dengan kedua tangannya, matanya pun terbelalak melihat aksinya menari juga menyanyi tadi.


"Kakak memata mataiku?" semburnya dengan mendorong bahu suaminya ke belakang. Ia sungguh malu sekarang, niat hati hanya ingin mengusir sepi justru menjadi tontonan menarik buat suaminya, dan kini,,, ia disuruh menari di depan suaminya langsung. Meskipun mereka sudah tahu satu sama lain, tapi Nara masih tetap merasa malu kalau harus di suruh menari.


Raffi tersenyum melihat wajah Nara yang sudah merah karena malu. Ia justru semakin menggoda istrinya.


"Menarilah sayang,,, di sini,,, di pangkuanku,,,"


Nara yang sudah merasakan ada sesuatu yang bangun pun memutar otaknya. Bahaya kalau sampai ia tidak bisa lolos, bisa bisa ia batal menyantap masakannya tadi.

__ADS_1


"Ok,, aku akan menari tapi setelah aku mandi, bau bumbu masakan Kak,, ntar kakak jadi turun hasratnya, bau acem di tubuhku." Alasan Nara selogika mungkin, padahal ia tahu, suaminya tidak pernah memikirkan soal bau badannya.


"Hmmm,,,,kau ingin menghindari ku sayang?"


Raffi semakin mengeratkan pelukannya, membuat Nara sulit sekali bergerak.


"Bukan kak,,, aku cuma ngerasa risih, badanku terasa gerah, ya,,, sebentar saja,, please,,, " rengek Nara dengan tatapan mata memohon.


"Baiklah ayo aku mandiin kamu,,," Raffi segera mengangkat tubuh Nara ke kamar mandi, membuat Nara benar benar berpikir keras terbebas dari singa lapar yang kini menatapnya seakan akan ingin segera memangsanya.


Saat Nara bingung harus mencari alasan apa, tiba tiba saja pintu di ketuk dari luar. Membuatnya bisa bernafas dengan lega.


" Kak,,, buka pintunya dulu,,, sapa tau penting, tidak biasanya kan ada yang ketuk kamar kita saat malam seperti ini."


"Mengganggu saja,,," gerutu Raffi yang melangkah kearah pintu tanpa menurunkan Nara.


"Kak,,," protes Nara tak terima jika kemesraan mereka di lihat orang lain. Apa lagi kondisi gaunnya udah berantakan, membuatnya malu jika harus dilihat orang lain.


"Sudah diam,, atau ku abaikan aja sapa yang mengetuk pintu." ancam Raffi yang membuat Nara terdiam menuruti kata suaminya.


Perlahan pintu terbuka, dan nampak seorang pria tampan berdiri di tengah tengah pintu dengan senyum manisnya.


"Kau,,,," mata Raffi membelalak melihat siapa yang sudah berani mengusik kesenangan nya.

__ADS_1


bersambung 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2