Kau Ambil Kekasihku, Ku Pacari Suamimu

Kau Ambil Kekasihku, Ku Pacari Suamimu
Bocah Ingusan


__ADS_3

"Kenapa? Apa ada masalah?" Samudera melihat kesedihan dalam sorot mata Alexa. Gadis yang biasanya berwajah ceria kini tampak murung dan lebih banyak menunduk. Apalagi sejak tadi Alexa kerap kali tidak nyambung saat Samudera mengajaknya berbicara.


Mereka masih berada di restoran. Samudera yang awalnya ingin langsung ke kantor setelah menemui rekan bisnisnya, jadi urung karena melihat Alexa juga berada di sana.


"Nggak apa-apa, Om. Cuma dikit capek aja." Alexa berbohong. Toh, memang Alexa tak mungkin menceritakan masalahnya dengan Samudera. Apalagi masalahnya ini terbilang cukup rumit.


"Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Ambillah cuti. Jika Ayah kamu marah, dan memecatmu, kamu bisa kerja sama saya," ledek Samudera, dan nyatanya berhasil membuat Alexa tersenyum.


"Kerja sama Om? Sepertinya menarik." Alexa membalasnya dengan santai. Samudera sampai mengacak rambut Alexa gemas.


"Tapi, kira-kira apa yang bisa aku kerjakan? Aku 'kan belum ada pengalaman apa-apa," sambung Alexa lagi.


Samudera pun terkekeh pelan mendengar jawaban Alexa. Syukurlah wajah cantik itu sudah tidak mendung seperti tadi.


"Banyak kok yang bisa kamu kerjakan."


Dan dari banyaknya wanita yang pernah dekat dengannya, Alexa memang terbilang yang paling muda. Tapi, entah kenapa Samudera merasa sangat nyaman. Apa mungkin karena Alexa memang tipe gadis yang mudah akrab dengan siapa saja?


"Apa?"

__ADS_1


"Menurutmu? Apa yang bisa kamu lakukan untuk saya?"


Mendapatkan pertanyaan seperti itu membuat Alexa sedikit salah tingkah. Apa sih maksudnya Om Sam?


"Ck! Jangan di pikirin, saya hanya bercanda." Samudera tergelak melihat wajah malu Alexa. Gadis itu langsung memasang wajah cemberut.


"Oh, jadi kau tidak pernah mendengarkan peringatanku rupanya!" ucap seorang wanita yang baru saja melangkan mendekati meja Alexa. Wanita dengan dandanan modis itu terlihat geram sejak pertama kali masuk ke dalam restoran itu.


"Katrina, jangan membuat keributan. Aku di sini tak sengaja bertemu dengan Alexa." Samudera bangkit buru-buru, ia tidak ingin Katrina sampai membuat keributan yang pasti akan mempermalukan dirinya sendiri.


"Kenapa? Apa kau malu tertangkap basah sedang mengencani bocah ingusan ini lagi, Mas?" tunjuk Katrina pada wajah Alexa. Ia sengaja mengeraskan suaranya agar para tamu yang berada di restoran itu mendengar semua ucapannya.


"Om, sebaiknya aku pergi dulu. Permisi!" Alexa bangkit. Ia malas sekali jika harus meladeni keributan yang di buat Katrina. Pikirannya masih di penuhi masalah dengan sang ayah. Namun, Katrina justru tak membiarkan dirinya untuk pergi.


"Kau mau melarikan diri!" Katrina menjegal pergelangan tangan Alexa, hingga gadis itu terpaksa menghentikan langkah.


"Sebaiknya kita pulang, dan biarkan Alexa pergi!" ucap Samudera ingin mengakhiri perdebatan. Samudera menarik tangan Katrina, tapi wanita itu berhasil menepisnya dengan kasar.


"Kenapa? Kau malu tertangkap basah sedang berselingkuh?" Katrina kembali bersuara. Kali ini hampir seluruh perhatian para tamu mengarah pada ketiganya. Katrina semakin senang saja menjadi objek tontonan. Katrina berharap malah ada salah satu tamu di sana yang merekam kejadian itu lalu menyebarkannya.

__ADS_1


Sebagian dari mereka saling berbisik, sambil menatap sinis pada Alexa yang mulai terlihat tidak nyaman.


"Dan kau, jauhi suamiku, kau punya harga diri 'kan? Kau masih laku 'kan mencari laki-laki lajang!" Katrina lebih mencengkeram kuat lagi pergelangan tangan Alexa, gadis itu sedikit meringis dengan dada yang bergemuruh.


"Katrina!" Samudera benar-benar sudah tidak bisa menahan diri lagi. Ia menatap Katrina dengan sorot mata tajam. Katrina memang sengaja ingin mempermalukan Alexa di depan umum.


"Apa? Kau ingin membelanya?!" Katrina membalas tatapan Samudera tak kalah tajam.


"Lepaskan dia, atau kupatahkan kedua tanganmu!" Tiba-tiba suara bariton seorang pria memecah ketegangan. Pria itu langsung mencengkeram tangan Katrina yang juga masih tidak mau melepaskan tangan Alexa.


"Akhhh ... !" pekik Katrina saat cengkeraman tangan pria itu langsung membekas merah di pergelangan tangan.


"Jangan berani kau menyakiti keponakanku, atau aku akan benar-benar mematahkan kedua tanganmu!" ucap pria itu lagi.


Katrina terkesiap dengan mata yang membola sempurna. Siapa pria ini? Kenapa menyebut Alexa sebagai keponakannya?


Katrina maupun Samudera masih sibuk dengan pikirannya sendiri, mengenai pria yang berdiri di depannya.


"Dan Anda, tolong ajari istri Anda bagaimana bersikap yang semestinya. Anda tentunya tidak ingin aib yang selama ini istri Anda simpan rapi, sampai tersebar dan akan mempermalukan kalian sendiri, bukan?" ucap pria itu dengan seringai yang sangat mengerikan. Ia menatap Samudera yang masih mematung di tempatnya berdiri.

__ADS_1


"Alexa, ayo pulang, om akan mengantarmu!"


__ADS_2