Kau Ambil Kekasihku, Ku Pacari Suamimu

Kau Ambil Kekasihku, Ku Pacari Suamimu
Lamaran Samudera (TAMAT)


__ADS_3

Sebulan setelah Katrina menerima putusan dari pengadilan mengenai masa hukuman, ia juga harus menerima kenyataan jika Samudera telah melayangkan gugatan cerai ke pengadilan agama. Dan hakim akhirnya mengabulkan, setelah melihat bukti-bukti yang di sodorkan Samudera mengenai perselingkuhan Katrina selama ini.


Tidak tahu sehancur apa hidup Katrina saat ini. Ia harus menjalani hari-hari yang sepi di balik jeruji besi, di tambah sang ibu yang malah terkesan abai dengan keadaannya. Hal itu semakin membuat Katrina merasa frustasi. Katrina jadi sering berteriak-teriak layaknya orang yang hilang akal, kadangkala juga berusaha menyakiti dirinya sendiri, hingga petugas sedikit kerepotan dengan tingkah Katrina.


Sama halnya dengan Irwan yang saat ini tidak bisa berharap banyak lagi pada siapapun. Awalnya Irwan berharap Sella bisa membantunya, tapi nyatanya gadis itu malah datang dan menyatakan ketidaksanggupannya.


Irwan hanya bisa pasrah menerima nasib, menjalani hari-harinya sampai masa hukuman habis. Meski ia sendiri sedih jika mengingat ibu serta kedua adiknya yang kini berada di kampung.


Beberapa bulan kemudian ...


Lain halnya dengan Alexa yang saat ini sedang galau. Pasalnya sejak pertemuan terakhir dengan Samudera di kantor polisi dulu, mereka sama sekali tidak ada komunikasi lagi. Samudera seolah menghilang begitu saja, hingga Alexa bertanya-tanya, ke mana perginya pria itu? Apakah Samudera benar-benar sudah melupakannya?


Tring!


[Xa ... ]


Baru saja di lamunkan, tiba-tiba Samudera mengirimkan pesan. Alexa jadi senyum-senyum sendiri, lalu dengan cepat membalasnya.


[Siapa ya?]


Alexa pura-pura tidak kenal saja. Rasain, siapa suruh menghilang, tiba-tiba nongol lagi!


[Astaga! Kamu lupa?]


Di belakangnya berderet emoticon sedih.


Alexa jadi tergelak sendiri. Lucu sekali kalau ia kerjai saja.

__ADS_1


[Iya, ini siapa?] balas Alexa lagi. Hanya dua detik Alexa langsung mendapat balasan lagi.


[Aku pangeranmu.]


[Pangeran?] Alexa menahan tawanya yang hampir pecah.


[Awas saja nanti! Tunggu ya, nanti malam aku datang ke rumahmu.]


Alexa langsung terlonjak. Ponsel dalam genggamannya nyaris saja terjatuh membaca balasan dari Samudera.


"Om Samudera mau datang ke sini, tapi untuk apa?" gumamnya pelan. Duh, apa yang harus ia lakukan nanti. Alexa justru malu sendiri karena tadi sempat mengerjai Samudera.


[Oh ya, malam ini orang tua kamu ada di rumah, kan?] Pesan dari Samudera lagi. Alexa jadi berkeringat dingin, untuk apa Samudera menanyakan kedua orangtuanya?


Tak lama terlihat panggilan dari Samudera. Alexa jadi makin kelimpungan, apa yang harus ia lakukan saat ini, hingga akhirnya panggilan berakhir tanpa di jawab.


Malam harinya Alexa benar-benar di landa gugup mempersiapkan diri di depan cermin. Alexa terlihat mengenakan dress berwarna maroon yang sangat cocok dengan kulitnya yang putih bersih. Sementara Elisa menyiapkan hidangan makan malam untuk calon tamu mereka.


Tak lama bel pintu berbunyi. Elisa langsung menyuruh asisten rumah tangganya untuk membuka pintu. Tapi, dahinya tiba-tiba mengernyit tatkala melihat siapa tamu yang bertandang ke rumahnya.


"Selamat malam Tuan Roy, apa kedatangan kami menganggu Anda?" ucap seorang paruh baya membuka percakapan. Mereka sudah duduk di ruang tamu, sedang Elisa dengan cepat menyuruh pegawainya membuatkan minum untuk para tamunya.


"Tidak sama sekali."


Meski Roy juga terkejut dengan kedatangan keluarga itu, tapi ia berusaha bersikap biasa saja.


'Alexa tadi bilang Samudera yang akan datang ke sini, tapi kenapa justru Lian dan keluarganya yang tiba-tiba datang?'

__ADS_1


"Begini, kedatangan kami ke sini sebenarnya karena permintaan putra kami, Lian. Dia ... "


"Maaf, Tuan, di depan ada tamu," ucap salah seorang asisten rumah tangga Roy secara tiba-tiba.


Roy langsung bangkit setelah pamit lebih dulu dengan keluarga Lian. Ia melangkah menuju pintu depan, melihat siapa lagi yang bertandang ke rumahnya.


"Selamat malam, Tuan. Perkenalkan, saya Andi. Saya teman dari Alexa. Apa saya boleh bertemu dengannya sebentar?"


Roy makin pusing saja. Di dalam ada kelurga Lian, di depan pintu ada seorang pria yang mengaku teman Alexa, sedangkan Roy juga melihat Samudera yang baru saja turun dari dalam mobil bersama keluarganya.


'Sebenarnya ada apa ini?'


Roy terpaksa mengumpulkan semua tamunya di ruang tamu usai menjamu mereka dengan makan malam bersama. Ia ingin tahu, sebenarnya apa niat mereka berkunjung ke rumahnya ramai-ramai seperti ini.


"Xa ... " ucap ketiga pria itu secara bersamaan. Roy, Elisa, dan Rey nampak saling pandang, begitupun dengan para orang tua masing-masing, mereka tak mengerti dengan situasi yang sebenarnya terjadi.


"Silahkan Anda lebih dulu."


"Anda saja."


"Anda lebih dulu saja, Tuan."


Setelah itu mereka malah diam dan saling lirik, hingga akhirnya suara Samudera yang memecah keheningan mereka,


"Xa ... maukah kamu menjadi istriku?" ungkap Samudera yang langsung mendapat pelototan tak percaya dari para saingannya.


Duh, kira² siapa yah yang lamarannya di terima Alexa? Makasih yang udah ikutin kisah mereka. Salam sayang dari author 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2