Kau Ambil Kekasihku, Ku Pacari Suamimu

Kau Ambil Kekasihku, Ku Pacari Suamimu
Penghianat


__ADS_3

"Jadi, ini alasan sikapmu berubah belakang ini, Sel?"


Sella yang baru saja ingin menutup pintu mobil langsung terkejut mendapati Tika yang juga berada di sana. Tika menatap curiga pada Sella yang nampak menyembunyikan kegugupannya itu.


"A–apa maksudmu, Tik? Aku sama sekali nggak ... "


"Kamu ke sini mau ketemu Irwan, kan?" todong Tika secara tiba-tiba. Namun sialnya ucapan itu benar adanya.


"Ini nggak seperti yang kamu pikirkan, Tik. Aku hanya ingin tahu gimana keadaan Kak Irwan," balas Sella dengan keringat yang mulai membanjiri pelipisnya.


"Dengan cara diam-diam seperti ini?" Tentu saja Tika tidak akan percaya. Beberapa hari belakangan ini Tika diam-diam memperhatikan sikap Sella yang terlihat berbeda. Gadis itu bukan saja terus menghindari Tika, tapi juga lebih pendiam di banding biasanya.


"Sumpah, Tik, aku hanya ingin menjenguk Kak Irwan," ucap Sella sekali lagi. Padahal apa yang sudah Sella lakukan lebih dari itu. Sebenarnya Sella adalah dalang di balik salah paham yang terjadi antara Irwan dan Alexa. Gadis itu sengaja mencuri foto-foto Irwan yang ada di ponsel Alexa dan menyebarkannya di kalangan teman-teman kantor Irwan. Bukan hanya itu. Sella juga yang memberikan pekerjaan setelah Irwan mengundurkan diri menjadi OB.


"Sel ...!"


Tika langsung menjegal pergelangan tangan Sella yang terlihat ingin menghindar. Sella langsung melotot tajam kearah tangan Tika yang masih berusaha menahannya.


"Terserah kamu mau percaya atau enggak!" Sella menjawab ketus. Gadis itu menghempas kasar tangan Tika hingga terlepas.


"Penghianat!" ucap Tika spontan. Ungkapan bernada sindiran itu sukses menghentikan langkah kaki Sella. Gadis itu langsung mengepalkan sebelah tangannya. Selama ini ia sudah cukup bersabar dan mengalah, tapi nyatanya apa yang ia dapatkan.

__ADS_1


"Aku nggak nyangka kalau kamu ternyata penghianat, Sell. Kamu tega udah hianati Alexa. Kamu sadar nggak sih!" ucap Tika dengan tatapan geram. Ia tidak menyangka jika Sella diam-diam sering menjenguk Irwan ke kantor polisi. Dan yang lebih membuat Tika tak mengerti kenapa Sella ngotot sekali ingin membebaskan Irwan.


"Alexa dan Kak Irwan udah nggak ada hubungan apapun lagi. Lalu, apa yang salah?"


"Tapi tetap saja, Sel. Irwan itu mantan kekasih Alexa. Harusnya kamu nggak menyukainya."


"Sebelum mengenal Alexa, aku yang lebih dulu mengenal Kak Irwan. Kamu nggak lupa, kan?"


"Sell ... !"


"Kenapa? Apa aku nggak berhak bahagia? Jangan naif, Tik, kamu juga pernah 'kan ada di posisi aku? Pasti juga sakit 'kan saat orang yang kita suka malah menyukai sahabat kita sendiri."


Tika langsung mengunci mulutnya rapat. Semua yang Sella katakan memang benar. Selama ini memang setiap laki-laki yang berusaha mendekati mereka, justru akhirnya malah menyukai Alexa. Tika dan Sella pun tak habis pikir, padahal mereka berdua juga tak kalah cantik. Lantas, kenapa mereka lebih memilih untuk menyukai Alexa. Itulah yang menimbulkan sifat iri dalam hati Sella.


"Sahabat?" Sella tersenyum miris. Bahkan Sella pun sudah melupakan satu kata itu. "Aku nggak peduli, Tik. Jadi tolong, jangan ikut campur apapun yang aku lakukan!"


"Sella, tunggu, Sel!"


"Udahlah, Tik. Kamu nggak perlu tahu. Yang pasti saat ini aku ingin mengejar Kak Irwan lagi." Sella melangkah buru-buru meninggalkan parkiran. Ia ingin segera menemui Irwan yang mungkin saat ini sangat butuh dukungan darinya.


Benar saja, saat melihat kedatangan Sella, Irwan langsung bangkit dan menyambut kedatangan gadis itu dengan senyum yang mengembang sempurna. Tak lupa, Sella juga selalu membawakan Irwan makanan setiap kali datang menjenguknya.

__ADS_1


"Sel, akhirnya kamu datang juga. Ada yang ingin aku bicarakan."


Rencananya Irwan memang ingin menagih janji Sella yang katanya ingin mengupayakan pembebasan untuk dirinya.


"Kak Irwan makan dulu ya? Aku udah masak makanan kesukaan Kak Irwan."


Di ruangan besuk Sella mengeluarkan makanan yang sengaja ia siapkan sendiri dari rumah. Gadis itu menyodorkan satu wadah nasi lengkap dengan sayur serta lauk.


"Di makan dulu, Kak."


"Aku nggak laper, Sel. Aku mau ngomong penting sama kamu!"


Sella terpaksa meletakkan wadah makanan itu, dan menatap wajah Irwan yang duduk tepat di seberang meja.


"Kapan kamu mau bebasin aku, Sel. Kamu udah janji mau bantu aku keluar dari sini, kan?" tanya Irwan tak ingin berbasa-basi lagi. Semakin cepat ia keluar dari tahanan itu, semakin baik pula. Yang pasti kehidupan keluarganya akan kacau kalau Irwan tidak secepatnya keluar dari tempat itu.


"Kak Irwan sabar dulu ya, Sella lagi usaha ngomong sama Papa."


Sella tidak ingin Irwan sampai kecewa. Untuk itulah Sella akan berusaha keras membujuk sang papa untuk membebaskan Irwan dari kasus yang menimpanya.


"Tapi sampai kapan, Sel? Udah lebih dari seminggu aku ada di tempat ini?"

__ADS_1


"Iya, aku janji nanti akan bujuk Papa secepatnya. Tapi, masalahnya .... " Sella mengigit bibirnya pelan. Sella tidak mungkin mengatakan jika papanya sangat keberatan dengan permintaannya kemarin.


"Tapi apa, Sell? Sebenarnya kamu niat nggak sih mau bantu aku!" tanya Irwan dengan wajah memerah.


__ADS_2