Kau Ambil Kekasihku, Ku Pacari Suamimu

Kau Ambil Kekasihku, Ku Pacari Suamimu
Usaha Terakhir Alexa


__ADS_3

Alexa menjerit saat tangan pria itu menarik rambutnya dengan sangat kasar. Dengan keadaan tangan serta kaki yang terikat tubuh Alexa mulai tak seimbang, hingga ia terpaksa jatuh tersungkur dari atas ranjang.


"Hahaha .... " Tawa itu menggema memenuhi seluruh ruangan. Merasa puas karena telah berhasil melampiaskan kemarahannya pada gadis itu.


"Bagaimana rasanya? Bahkan rasa sakit itu tidak sebanding dengan apa yang sudah kau lakukan padaku!"


Air mata Alexa tumpah seketika. Tubuhnya serasa remuk karena menghantam lantai ruangan itu dengan cukup keras. Di tambah lagi dengan bekas tarikan tangan pria itu, jelas masih meninggalkan sakit yang luar biasa di kepalanya.


"Tolong katakan, apa salahku padamu, hingga kau memperlakukan aku seperti ini," rintih Alexa pada pria yang berdiri membelakanginya.


"Kau tanya apa kesalahanmu, hahhh!" desisnya penuh emosi. Kedua tangan pria itu mengepal secara bersamaan, lantas menoleh kearah Alexa dengan tatapan yang siap mencabik tubuh gadis itu.


"Hidupku jadi berantakan, Alexa. Orang tuaku terpaksa meminjam uang pada rentenir untuk membiayai keperluan adikku. Dan semua itu karena ulahmu!"


"Aku tak mengerti apa maksudmu. Tapi yang jelas, aku minta maaf. Aku mohon lepaskan aku."


Pria di depan sana menyeringai lagi. Tatapannya mengarah pada tubuh Alexa dengan posisi yang saat ini masih bersimpuh dengan kedua lututnya.


"Terlambat. Ucapan maaf darimu tidak ada gunanya lagi." Pria itu menarik rambut Alexa lagi dan memaksanya agar berdiri. Alexa terpaksa mengikutinya karena merasakan hampir seluruh rambutnya tercabut sempurna dari kepala.

__ADS_1


"Akhhhh ...!"


Pria itu mendorong keras tubuh Alexa ke atas ranjang, lantas menindih tubuh gadis itu hingga tidak memberikan sedikit kesempatan untuk berkutik lagi.


"Bos ...!" Pria itu mendengus kesal karena salah satu anak buahnya tiba-tiba muncul. Harusnya tadi ia mengunci lebih dulu pintu itu, sebelum memberikan hukuman yang sebenarnya untuk Alexa.


"Jangan menggangguku, bodoh!"


"Tapi kami tadi ... "


"Sudah keluar sana! Tunggu saja giliran kalian!"


"Gimana? Aku curiga kalau ada orang yang sudah mengetahui tempat ini?" tanya satu temannya yang tadi menjaga di pintu depan. Padahal niatnya ingin melapor karena mereka mulai curiga dengan keadaan sekitar. Seperti ada yang tengah mengawasi gerak-gerik mereka. Tapi, rekannya itu malah kembali dengan wajah memerah.


"Udah. Ngapain sih khawatir. Sejauh ini tempat ini aman-aman aja, kok. Kita tunggu giliran aja. Paling sebentar lagi bos selesai." Pria itu mengusap liurnya yang hampir menetes. Membayangkan tubuh mulus milik gadis di dalam sana.


"Tapi ini, kan ..."


"Udah, kamu percaya aja sih sama aku," ucapnya lagi, menyambar cepat protes dari rekannya.

__ADS_1


Pria satunya lagi akhirnya menurut saja. Menunggu sampai sang bos berhasil menyelesaikan urusannya dengan gadis itu. Tidak tahu saja jika ternyata bangunan itu sudah di kepung. Mereka hanya tinggal menunggu perintah saja untuk menerobos masuk dan meringkus mereka.


Sementara di dalam kamar, Alexa masih berusaha menyelamatkan harga dirinya yang nyaris di renggut paksa oleh pria bertopeng hitam itu. Alexa terus melakukan perlawanan, hingga pria itu sedikit kewalahan karena beberapa kali mendapat tendangan tiba-tiba dari Alexa.


"Breng–sek!" Emosi pria itu kian memuncak. Ternya Alexa lumayan susah untuk di lumpuhkan meski dengan keadaan kaki serta tangan yang masih terikat.


"Tolong ... ! Akhhh ...!" Alexa terus berteriak dengan sisa tenaga yang ia miliki.


"Cukup, Alexa! Kau benar-benar sudah mengikis kesabaranku!"


Dengan gerakan cepat pria itu menarik paksa pakaian yang Alexa kenakan hingga sobek di bagian lengan dan dada. Tak hanya itu, tubuh Alexa di banting keras ke atas ranjang karena terus mencoba menghindar.


"Mama, Ayah, tolong aku ..." Alexa menyebut nama kedua orangtuanya. Tenaganya benar-benar terkuras habis. Mungkin jika bisa, ia lebih memilih mati daripada harga dirinya hancur di tangan pria itu. Apalagi tadi Alexa mendengar sendiri jika dirinya juga akan di gilir oleh dua pria yang masih menunggu di luar sana.


"Nikmati saja, karena percuma kau melawan. Tidak mungkin ada yang bisa menyelamatkanmu!" Pria itu mulai mengecupi leher jenjang milik Alexa dengan penuh nafsu. Gadis itu meronta dengan air mata yang membanjiri kedua pipinya. Namun, sia–alnya penolakan Alexa malah membuat pria itu semakin merasa tertantang untuk segera melanjutkan permainannya lagi.


"Kali ini hidupmu akan benar-benar hancur Alexa ..." Bisik pria itu dengan penuh semangat. Kedua mata Alexa terasa berat. Kesadarannya benar-benar lenyap, detik selanjutnya semuanya terlihat gelap. Setelahnya, Alexa tidak bisa merasakan apa-apa lagi.


Tolong jejaknya dong Sayang😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2