Kau Ambil Kekasihku, Ku Pacari Suamimu

Kau Ambil Kekasihku, Ku Pacari Suamimu
Mungkin Hanya Mirip


__ADS_3

"Xa ... serius nih, dua bodyguard kamu ngikutin kita sampai ke dalam juga?" protes Tika yang sejak tadi merasa tak nyaman karena dua pria berkepala plontos yang terus saja mengikuti mereka sampai ke dalam supermarket.


Sejak kejadian penculikan kemarin, Roy memang memberikan dua bodyguard khusus untuk Alexa. Dua pria berbadan besar itu tak hanya mengikutinya hingga ke depan pintu kelas Alexa, tapi hampir ke manapun gadis itu pergi.


"Udahlah, ngapain sih kamu ngurusin mereka. Lagian ada untungnya juga 'kan, kita jadi ada yang bawain belanjaan." Alexa hanya terkekeh pelan melihat wajah merengut Tika. Tangan gadis itu masih bergerak lincah meraih barang-barang di rak, lantas memasukkan ke dalam troli miliknya.


"Terserah kamu ajalah. Aku ke sebelah sana dulu." Tika berputar arah menuju lorong sebelahnya karena barang yang ia cari ada di deretan sana. Sedangkan Alexa melanjutkan kegiatannya lagi, menuju lorong lain untuk mencari camilan.


"Auwhhh ... !" Tanpa sengaja Alexa tertabrak troli milik seorang wanita. Wanita itu sampai kaget karena pekikan yang cukup keras dari Alexa.


"Maaf, Nona. Anda tidak apa-apa, kan?"


Di belakang sana dua bodyguard yang terus mengawasi Alexa langsung bergerak sigap kearah majikan perempuannya. Mereka cukup terkejut karena melihat Alexa yang merintih sambil memegang tangan sebelah kanannya.


"Nona, Anda baik-baik saja? Maaf, kami lengah." Mereka terlihat panik. Jika sampai terjadi hal buruk pada gadis itu, dapat di pastikan jika sang majikan pasti akan marah besar. "Sebaiknya kita segera ke rumah sakit, Nona. Biar dokter memeriksa tangan Anda."


Mereka memang tahu jika tangan Alexa belum sepenuhnya sembuh pasca kejadian yang menimpanya kemarin.


"Ibu tidak lihat, Anda menyakiti majikan saya!" ucap salah satu bodyguard Alexa dengan nada sedikit membentak. Maulin sampai mundur membentur rak karena cukup terkejut dengan suara keras milik pria itu.

__ADS_1


"Udah, jangan buat keributan. Aku tidak apa-apa." Alexa berusaha menahan rasa nyeri pada tangannya. Ia hanya tidak tega jika wanita tua itu harus di salahkan, toh kejadian ini memang tidak di sengaja.


"Tapi, Anda terlihat kesakitan, Nona. Saya pasti akan di marahi Tuan Roy jika terjadi apa-apa dengan Anda," ucap pria itu dengan wajah cemas.


"Saya tidak apa-apa, Pak. Saya baik-baik saja." Alexa meyakinkan sekali lagi. "Bapak tunggu saja di depan. Nanti kalau saya sudah selesai berbelanja akan saya panggil."


Meski ragu, Akhirnya dua pria itu patuh juga dengan perintah Alexa. Mereka pergi menuju pintu masuk, meski sesekali masih mengawasi sang majikan dari sana.


"Ibu tidak apa-apa, kan? Maafkan dua pengawal saya ya, Bu," ucap Alexa tak enak hati, karena salah satu pengawalnya tadi sempat marah pada wanita itu.


"Tidak apa-apa, Nona. Seharusnya saya yang minta maaf." Wanita berumur sekitar enam puluh tahunan itu melihat tangan Alexa yang tadi sempat berbenturan dengan troli miliknya. "Apa ini masih sakit? Apa perlu kita ke rumah sakit saja?"


"Panggil Oma saja, Oma Maulin." Wanita itu memperkenalkan namanya pada Alexa. Entah kenapa dalam waktu yang lumayan singkat keduanya langsung akrab. Bahkan obrolan terus berlangsung di sela-sela kegiatan berbelanja mereka.


"Oma belanja sama siapa?" tanya Alexa. Mereka sudah mengantre di bagian kasir untuk menunggu giliran.


"Sama cucu menantu Oma. Apa setiap hari kamu terus di kawal oleh dua bodyguard itu?" Maulin memang penasaran dengan sosok gadis cantik di depannya ini. Ia yakin sekali jika Alexa bukanlah orang sembarang, buktinya sang ayah sampai memberikan dua pengawal khusus untuknya.


"Oh itu ... maaf ya, Oma. Kalau udah buat Oma tidak nyaman." Alexa tersenyum kikuk. Ia tahu jika dua pria itu terus saja mengawasinya dari kejauhan, hingga Oma Maulin merasa tidak nyaman sejak tadi.

__ADS_1


"Tak apa. Wajar 'kan kalau Ayah kamu khawatir. Mungkin dia cuma tidak ingin terjadi apa-apa sama kamu." Oma Maulin menatap sekeliling, mencari keberadaan cucu menantunya yang sejak tadi belum juga terlihat.


"Oma cari siapa?" tanya Alexa yang menangkap wajah gelisah wanita itu.


"Cucu oma kenapa belum juga datang ya? Padahal tadi katanya mau ketemu di sini." Tatapan Oma Maulin menyapu seluruh lorong yang ada di dalam supermarket. Benar saja, tak lama sosok wanita cantik muncul sambil mendorong troli yang penuh berisi barang-barang belanjaan.


"Oma ... !"


Langkah Katrina berhenti saat menangkap sosok gadis cantik yang berdiri di depan sang oma.


"Ngapain Oma sama dia? Dia nggak ngapa-ngapain Oma, kan?" Katrina menatap Alexa dengan tatapan curiga. Yang di tatap hanya bungkam seribu bahasa.


"Katrina, apa-apa sih, kamu!" Oma Maulin melotot kearah Katrina yang di anggap kurang sopan pada Alexa.


"Dia bukan gadis baik-baik, Oma. Sebaiknya kita cepat pergi dari sini!" Katrina meraih tangan Oma Maulin, dan buru-buru berjalan kearah kasir untuk melakukan pembayaran.


"Tunggu! Katrina!" Alexa tersentak ketika dua wanita berbeda usia itu sudah meninggalkannya beberapa langkah. "Kenapa benda itu mirip sekali dengan milikku," bisik Alexa dalam hatinya. Alexa ingin mengejar langkah mereka, tapi kedatangan dua bodyguardnya memaksa Alexa untuk memutar langkah menuju arah mereka.


"Nona Tika sudah menunggu Anda di depan, Nona. Tadi dia mencari-cari keberadaan Nona, tapi tidak ketemu. Sebaiknya Nona segera menyusulnya, biar barang belanjaan Anda saya yang mengurusnya," ucap satu bodyguardnya, sedangkan satu lagi mengekor langkah Alexa menuju pintu depan.

__ADS_1


"Apa mungkin hanya mirip?" bisik Alexa lagi ketika mengingat benda yang melingkar di leher Katrina.


__ADS_2