
"Ini maksudnya apa? Dan ... kenapa kau membawa Oma ke sini?" Oma Maulin mengerjap beberapa kali. Seperkian detik wanita itu hanya mampu bungkam sambil terus menatap pada gadis yang duduk di depan sana.
Oma Maulin sama sekali tak paham dengan jalan pikiran cucunya. Kenapa Samudera malah mengajaknya kemari, padahal kedatangannya tadi ke kantor ingin membahas mengenai bantuan yang akan ia berikan pada perusahaan Baskoro. Kenapa Samudera malah mengajaknya menemui gadis itu. Tapi, tunggu ... bukankah gadis itu, yang ia temui di supermarket beberapa minggu lalu.
"Sam ..."
"Tolong dengarkan aku dulu, Oma. Aku hanya ingin Oma tahu sesuatu," ucap Samudera kemudian.
"Dia ..."
"Alexa, Oma. Gadis yang ada di depan sana bernama Alexa. Dia pemilik kalung itu."
"Mak–sudnya, kenapa kalung itu ada padanya?"
"Kalung itu milik dia, Oma. Dialah pemilik kalung itu. Dia gadis yang sudah menyelamatkan Oma. Bukan Katrina, apalagi Sella Aryani seperti yang Oma kira selama ini," terang Samudera memperjelas semuanya.
"Bagaimana mungkin, Sam. Kau tahu 'kan, kalau sebelumnya Oma juga sudah menyelidikinya," bantah sang Oma. Tidak mungkin orang suruhannya salah memberikan informasi.
"Inilah kebenarannya, Oma. Sebab itulah kenapa sampai sekarang aku tidak pernah menyetujui permintaan Oma."
__ADS_1
Oma Maulin mengernyit, dengan penuh kebingungan wanita itupun kembali meminta penjelasan pada cucunya.
"Tapi, bagaimana kau bisa tahu kalau dia gadis itu. Bisa saja 'kan benda itu hanya mirip, Sam?" Berkali-kali salah sasaran membuat Oma Maulin sedikit trauma. Bagaimana kalau kali ini salah lagi, bagaimana kalau ia di permainkan lagi oleh orang-orang yang ingin mengambil keuntungan dari keluarganya.
"Dia Alexa Andreas, Oma. Cucu bungsu dari keluarga Andreas. Dia tidak mungkin punya niat memanfaatkan Oma."
"Jadi Katrina ... " Seketika Oma Maulin teringat saat kemarin mendatangi rumah Katrina. Oma Maulin berniat mengambil kalung yang dulu ia berikan pada menantunya itu, tapi Katrina bilang jika kalung itu telah hilang entah ke mana.
"Apa Oma pikir Katrina akan berbicara jujur? Lagipula, apa Oma masih mempercayainya?" tanya Samudera pada Oma Maulin. Samudera lebih paham bagaimana sifat wanita itu.
Sementara Alexa sendiri tidak paham, kenapa wanita yang pernah ia temui di supermarket kala itu tiba-tiba berada ke ruang perawatannya. Dan kenapa pula bersama Samudera.
Pertemuan Oma Maulin dengan Alexa kali ini berjalan cukup mengaharukan. Oma Maulin yang baru tahu jika gadis yang menolongnya dulu adalah Alexa terus mengucapkan kata terimakasih berkali-kali. Sedangkan Alexa sendiri tidak tahu harus menjawab apa.
"Lalu, kenapa orang suruhan Oma mengatakan, kalau mobil itu milik Sella Aryani? Dan bodohnya, dulu Oma juga salah mengira Katrina yang telah menyelamatkan Oma," ucap wanita itu penuh sesal. Alexa dan Samudera saling pandang. Lantas Alexa akhirnya menceritakan kenapa waktu itu ia bisa menggunakan mobil milik Sella.
Hari itu berangkat ke kampus Alexa memang menggunakan mobilnya sendiri. Namun saat ingin pulang Tika mendadak meminjam mobil Alexa karena ingin menjemput salah satu keluarganya di bandara. Alexa yang juga ingin membeli sesuatu di mall terpaksa meminta Sella untuk mengantar, dan saat itulah pertama kalinya bertemu dengan Oma Maulin.
"Sella memang ada di mobil itu, Oma. Hanya saja aku keluar sendirian karena akan membeli sesuatu."
__ADS_1
"Sekali lagi, makasih karena sudah menyelamatkan Oma. Dan maaf, kalau selama ini Oma tidak mengenali wajah kamu."
Alexa menggeleng pelan. Ia tak menyalahkan Oma Maulin. Bahkan ia juga hampir lupa dengan kejadian itu.
"Sekarang, gimana kabar kamu? Oma turut prihatin atas musibah yang menimpamu." Oma Maulin memeluk tubuh Alexa, mengusap lembut punggung gadis itu. Oma Maulin sampai lupa jika sejak tadi ia mengabaikan keberadaan cucunya sendiri.
Merasa keberadaan tidak di perlukan, Samudera memutuskan untuk pamit. Pria itu ingin menunggu di luar ruangan saja, daripada ada di sana tapi sama sekali tidak pernah di libatkan dalam obrolan dua wanita itu.
"Ya sudah, kau tunggu di luar saja, Oma masih ingin berbicara dengan Alexa."
Samudera bangkit dari sofa yang ada di ruangan itu, lalu mulai melangkah keluar ruangan, bertepatan dengan kedatangan Rey dari arah lobby rumah sakit.
"Hei, siapa kau!" tatap Rey penuh selidik. Ia merasa ceroboh karena meninggalkan Alexa terlalu lama. Kalau sampai terjadi sesuatu pada Alexa, pasti ia akan terkena hukuman dari sang ayah. "Kenapa kau keluar dari ruangan ini? Apa yang sudah kau lakukan pada Alexa?"
Kedua bola mata Samudera membulat seketika mendengar tuduhan seorang pria di depannya. Sekilas ia seperti pernah melihat pria itu, tapi, di mana?
"Kau sendiri siapa? Jangan-jangan, kau salah satu orang yang ingin mencelakai Alexa?" jawab Samudera balik mencurigai pria itu. Bisa saja 'kan pria di depannya ini hanya berpura-pura.
"Omong kosong! Katakan saja, sebenarnya kau siapa! Dan, apa yang sedang kau lakukan di sini?"
__ADS_1
Nggak perlu panjang kali lebar yah, mungkin cerita ini menuju tamat beberapa bab lagi. Makasih untuk kalian yang setia baca kisah mereka sampai akhir🙏🙏🙏