Kau Ambil Kekasihku, Ku Pacari Suamimu

Kau Ambil Kekasihku, Ku Pacari Suamimu
Hanya Seorang Supir


__ADS_3

"Aku nggak akan minta maaf sama mereka, Pa. Nggak akan pernah!" ucap Sella, masih bersikeras menolak saat sang papa mengajaknya meminta maaf pada pihak keluarga Alexa. Padahal Roy sudah memberikan keringanan, dengan tidak menuntut Sella atas kekacauan yang di lakukan kemarin. Sella serta keluarganya hanya perlu meminta maaf secara tulus dan mereka akan menganggap selesai semua urusan. Tapi, nampaknya Sella masih enggan, bahkan menolak mentah-mentah ajakan sang papa.


"Kamu sebenarnya ngerti nggak sih, Sell, apa yang udah kamu lakukan kemarin?" Baskoro sampai geram sendiri dengan sikap keras kepala putrinya. Hanya minta maaf, memang apa susahnya sih! Tapi, bagi Sella, meminta maaf pada Alexa sama saja merendahkan harga dirinya.


"Sella tetap nggak mau, Pa. Sella nggak salah apa-apa. Sella hanya mengatakan kebenaran. Memang ada yang salah dengan ucapan Sella kemarin?" Sella malah berkilah. Menurutnya, apa yang ia lakukan hanya semata-mata memberikan peringatan pada Alexa yang selalu berlindung dengan kekuasaan yang keluarganya miliki.


"Tapi kamu juga udah buat kekacauan di kantor Tuan Roy, Sell. Apa itu bukan kesalahan namanya?" Baskoro berusaha sabar, bagaimanapun Sella adalah putri satu-satunya yang amat dirinya sayangi.


"Itu cuma peringatan kecil, Pa. Lagian, orang sekaya Tuan Roy masa keberatan sih cuma kehilangan barang-barang remeh seperti itu." Sella malah makin mencibir. Ia menganggap itu hanya akal-akalan papanya saja agar bisa mengambil simpati dari keluarga Alexa. Sungguh Sella tak sudi!


"Ya Tuhan ... Sella! Sebenarnya ada apa denganmu, Nak? Kenapa cinta sudah membuatmu jadi buta seperti ini?" Baskoro makin pusing saja. Saat ini kondisi perusahaan masih belum stabil, di tambah kasus yang di lakukan Sella. Rasanya nyaris gila Baskoro memikirkannya.


Sella melangkah santai, menaiki tangga dengan menenteng segelas jus jeruk. Hari ini Sella juga tidak masuk kuliah karena tak bersemangat sama sekali.


Tak lama terdengar bel pintu berbunyi. Satu pelayan sigap membukakan pintu dan melihat siapa tamu yang berkunjung di waktu siang seperti ini.


"Bik, Sella ada di rumah?" ucap salah seorang gadis yang berdiri di depan pintu. Mereka tak lain adalah Alexa dan Tika yang ingin menjenguk keadaan Sella dan juga mamanya.

__ADS_1


"Silahkan masuk, Non. Mari." Bibik yang sudah mengenal siapa mereka langsung mempersilahkan dua gadis itu masuk dan memanggil sang tuan rumah.


"Tuan, di depan ada tamu. Non Alexa dan Non Tika," lapor pelayan pada Baskoro yang sejak tadi masih ada di ruangan tengah.


"Hahh ... Alexa." Baskoro sangat hapal sekali siapa gadis itu. Mendadak keringat dingin mulai membanjiri pelipisnya. "Mereka ke sini? Berdua?"


"Iya, Tuan. Mereka mencari Non Sella."


Baskoro merapikan pakaian dan bergegas menuju ruang tamu. Di sana dua gadis itu tengah duduk dan menunggu kemunculan sang tuan rumah.


"Selamat siang, Om. Maaf kami mengganggu." Alexa dan Tika langsung bangkit saat melihat kedatangan Baskoro.


"Kami baik, Om. Oh ya, apa Sella ada di rumah? Tadi Sella tidak datang ke kampus," tanya Tika kemudian.


Baskoro terpaksa berbohong dengan mengatakan jika Sella sedikit kurang enak badan karena beberapa hari ini harus menunggu mamanya yang sedang di rawat di rumah sakit.


"Kami juga ingin menjenguk keadaan Tante, apa ... boleh?" Alexa berbicara dengan ragu. Lain halnya dengan Baskoro yang nampak terkejut dengan ucapan gadis itu. Baskoro menyangka jika kedatangan Alexa pasti ingin menuntut ganti rugi atas kerusakan yang Sella lakukan, tapi nyatanya gadis itu datang dengan niat sangat baik ingin menjenguk keadaan istrinya.

__ADS_1


"Ngapain kalian datang ke sini?" ucap Sella yang muncul dengan tiba-tiba. Mereka serempak menoleh pada gadis yang menatap ketus pada dua sahabatnya itu. "Aku nggak akan kasih ijin kalian buat ketemu Mama aku!" ucapnya lagi.


"Sella!" sentak Baskoro, ia tak menyangka jika Sella akan bersikap tidak sopan pada kedua tamunya.


"Jangan pernah percaya dengan wajah sok polos mereka, Pa. Aku tahu, mereka datang ke sini cuma mau menertawakan keadaan kita. Sebenarnya mereka pasti senang melihat kita menderita seperti ini. Iya, kan?"


"Sella, kamu ngomong apa, sih? Tuduhanmu pada kami itu nggak masuk akal tau, nggak!" sambar Tika yang merasa geram dengan sikap angkuh Sella sejak tadi. "Kami datang ke sini dengan niat baik. Kami cuma ingin melihat keadaan kamu dan mama kamu, apa itu salah?"


"Kalian nggak usah sok peduli dengan keadaanku. Lebih baik, sekarang kalian pergi dari rumah aku!"


"Sella! Keterlaluan kamu!" Baskoro langsung menyentak tangan putrinya. Ia sangat malu dengan sikap Sella yang sudah di luar batas.


"Mungkin kedatangan kami ke sini memang mengganggu, Om. Jadi, lebih baik kami pulang, permisi." Alexa buru-buru pamit. Ia tidak ingin mendengar Sella berbicara lebih banyak lagi yang bisa saja akan menyakiti hatinya.


Setelah pamit dua gadis itu melangkah menuju pintu. Namun, baru saja keduanya hampir mencapai pintu, suara Sella terdengar lagi,


"Aku tahu, kau hanya seorang gadis lemah, Alexa. Yang bisanya berlindung di bawah kekuasaan ayahmu. Tapi, kau juga perlu tahu, kalau ternyata ayahmu dulunya hanya seorang supir yang derajatnya di angkat oleh keluarga Andreas karena menikahi putri mereka." Sella menyunggingkan senyum sinis. Merasa menang telak karena berhasil menguak asal usul dari ayahnya Alexa.

__ADS_1


Alexa yang tadinya hendak keluar lantas memutar tubuhnya lagi. Alexa berjalan mendekati Sella yang berdiri di dekat sang papa dengan kedua tangan yang mengepal di kedua sisi tubuhnya.


Hai ... doakan nanti sorean dikit bisa update satu bab lagi yah, lopeyuuu😘😘😘


__ADS_2