Kau Ambil Kekasihku, Ku Pacari Suamimu

Kau Ambil Kekasihku, Ku Pacari Suamimu
ABG Tua


__ADS_3

"Tapi kenyataannya, kau malah mengijinkannya, kan? Kau diam saja saat Alexa menjalin hubungan dengan si ABG tua itu?" dengus Alex untuk yang kesekian kalinya. Merasa sia-sia mengajak berdebat Roy sejak tadi, nyatanya pria itu masih saja bersikap santai seperti biasa.


"Alexa tidak mungkin bertindak terlalu jauh. Dia putriku, aku lebih mengenalnya dari siapapun," balas Roy lagi.


"Tapi kau juga tidak boleh diam saja. Gimana kalau Papa sampai tahu mengenai masalah ini? Aku takut Papa akan kepikiran" ungkap Alex. Dan itu benar, Roy juga sempat memikirkannya, bagaimana jika kabar ini sampai terdengar ke telinga Papa wahyu. Mengenai hubungan konyol Alexa dengan pria dewasa itu.


"Aku yakin, Papa Wahyu tidak akan sampai tahu. Bukankah aku sudah menyuruhmu menghilangkan semua berita itu, kan? Lagipula Papa jarang sekali memegang ponsel. Kau tak perlu terlalu khawatir."


"Ck! Terserah kau saja. Tapi, kalau aku yang jadi kau, aku pasti tidak akan membiarkan anak gadisku menyukai apapun yang sudah menjadi milik orang lain. Apalagi bersikap biasa saja seperti dirimu." Alex tersenyum mengejek. Sebagai saudara, Alex sedikit kesal dengan sikap Roy yang di anggap kurang tegas, dengan membiarkan Alexa terus berdekatan dengan pria beristri. Bukankah itu hal yang sangat berbahaya.


Bukan tanpa sebab Alex bisa sekesal itu, tapi ia memang beberapa kali sempat memergoki Samudera berkunjung langsung ke rumah Alexa, termasuk saat Samudera mengembalikan kalung milik Alexa beberapa hari lalu.


"Apa saat ini kau sedang mengenang masa lalu?" sindir Roy tak mau kalah. Ia menyunggingkan senyum tipis melihat reaksi Alex yang seketika berubah. "Kenapa? Kau pasti takut Airin akan mendengarnya, kan?"


Roy menyeringai, merasa menang karena berhasil menguliti Alex habis-habisan.


"Ini tidak seperti yang kau kira? Sebenarnya aku hanya sekedar ... "

__ADS_1


"Sekedar apa!" sambar Airin, entah sejak kapan wanita itu sudah berdiri di belakang mereka. Airin melipat kedua tangannya di dada, menatap penuh selidik pada wajah sang suami, "katakan, kenapa diam saja?" desak Airin lagi.


Alex mengumpat dalam hati. Kenapa juga Roy malah mencari gara-gara dengan membahas masa lalu. Kalau sudah seperti ini, Alex yakin urusannya bakal panjang.


"Kak Roy, tolong bilang sama aku, sejauh apa pria ini menyukai istri dari atasannya dulu?" Airin kembali melayang pertanyaan, namun kali ini malah di tujukan pada Roy–sang kakak ipar.


Roy tentu saja gelagapan, karena selain harus menyiapkan jawaban yang tepat, Roy juga sudah mendapatkan pelototan tajam dari Elisa yang berdiri tidak jauh di belakang Airin.


"Kak Roy nggak perlu takut, kalau pria ini nanti macam-macam, aku yang akan menghukumnya langsung!"


"Ada apa ini? Kalian sedang membahas apa?" Roy maupun Alex lega dengan kedatangan Papa Wahyu dan menyelamatkannya dari situasi yang sulit tadi. Papa Wahyu datang dari arah taman belakang karena mendengar suara ribut dari arah ruang keluarga.


"Airin, Elisa, ada apa ini? Kalian tidak sedang bertengkar, kan?" Papa Wahyu menatap dua menantunya yang berdiri berdampingan. Padahal saat dia meninggalkannya tadi dua wanita itu sedang sibuk di dapur untuk membuat makan siang. Tapi, kenapa tiba-tiba mereka ada di ruang keluarga lagi.


.


.

__ADS_1


.


Beberapa hari kemudian ...


Alexa dan Tika sedang berjalan menuju kelas setelah memarkirkan mobilnya di tempat biasa. Tak sengaja mereka berpapasan dengan Sella yang juga baru keluar dari dalam mobil. Sella tersenyum sinis memandang kearah dua mantan sahabatnya itu.


"Kenapa? Kalian pasti kaget, kan, karena aku tidak jadi di keluarkan dari kampus?" ucap Sella tiba-tiba. Sebelumnya hidup Sella memang berantakan. Ia terancam di keluarkan dari kampus karena sempat beberapa kali membuat masalah di sana. Selain itu kondisi keuangan keluarganya yang tengah terpuruk, semakin membuat Sella frustasi. Tapi, kemarin pagi tiba-tiba saja wanita yang memperkenalkan diri sebagai Oma Maulin datang ke rumah dan bersedia membantu semua permasalahan Sella.


Bukan hanya itu, Sella juga di buat menganga karena wanita tua itu juga mengembalikan mobil yang telah papanya jual, sekaligus berjanji akan membantu masalah perusahaan keluarganya sampai kembali stabil.


"Lalu, apa hubungannya sama kami?" Tika menjawab santai, pun dengan Alexa yang bersikap acuh. Mereka sudah terlanjur kecewa dengan kelakuan buruk Sella akhir-akhir ini. Apalagi sampai sekarang Sella belum juga mau meminta maaf pada Alexa perihal kekacauan yang dirinya lakukan di kantor sang ayah.


"Aku hanya mau bilang, kalau sebentar lagi aku pasti akan bisa membebaskan Kak Irwan."


Alexa langsung memfokuskan tatapannya pada Sella saat gadis itu menyebut nama mantan kekasihnya yang brengsek itu.


"Kau bilang apa tadi? Membebaskan Irwan?" Alexa menyunggingkan senyum tipis. Alexa yakin jika Ayah Roy tidak akan pernah diam saja membiarkan hal itu sampai terjadi. "Jangan mimpi, Sell, karena tempat yang paling pantas untuk pria brengsek sepertinya hanya di penjara. Tapi, jika kau memang ingin hidup dengannya, kenapa tidak kau saja yang menyusulnya ke sana!" ungkap Alexa lagi sambil menarik tangan Tika dan meninggalkan Sella yang diam mematung di tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2