
"Yang istrimu itu aku, kenapa kau malah membelanya?" berang Katrina, saat Samudera masih saja membela Alexa, daripada dirinya. Bahkan Samudera belum juga melepas cengkeraman tangannya pada pergelangan tangan Katrina. Padahal tinggal sedikit lagi tangan Katrina mendarat sempurna pada pipi Alexa.
"Jangan berani-berani kau menyakiti Alexa. Atau aku akan ... "
"Akan apa?" Katrina langsung mendekatkan tubuhnya pada Samudera. Ia tarik baju bagian depan suamiya itu hingga tubuh keduanya kini saling merapat. "Aku juga bisa memberikan apa yang kau butuhkan, kenapa kau lebih memilih dia?"
Samudera langsung terkesiap. Adakah yang ia lewatkan dari obrolan dua wanita di depannya ini. Lantas, apa maksud dari ucapan Katrina baru saja.
"Kenapa? Aku juga bisa menyenangkanmu, Mas. Tapi Kenapa kau justru memilih mendapatkannya dari bocah ingusan ini!" Katrina menunjuk Alexa dengan ekspresi marah. Sedangkan Alexa, sudah tidak tahu semerah apa wajahnya sekarang, saat Katrina justru mengungkit perseteruannya tadi sebelum Samudera datang.
"Apa kau pikir dia lebih hebat dariku, Mas. Aku juga bisa memberikan lebih dari apa yang kau dapatkan darinya!" teriak Katrina lagi, suaranya hampir memenuhi seluruh ruangan. Beruntung, tadi sebelum Samudera masuk ia sempat menyuruh dua bodyguard Alexa untuk pergi, jadi mungkin tidak ada yang mendengar ocehan konyol Katrina selain mereka yang ada di ruangan itu.
"Apa maksudmu?" Samudera melirik kearah Alexa. Ia sama sekali tak paham ke mana arah pembicaraan Katrina. Namun Alexa hanya membalasnya dengan gelengan pelan.
'Kumohon, jangan katakan apapun lagi. Atau, Katrina akan tau kalau tadi sebenarnya aku telah membohonginya.'
"Katakan, sudah berapa kali kau tidur dengannya, Mas?" ucap Katrina dengan dada yang kembang kempis. Samudera langsung tersentak, ia melirik Alexa lagi yang saat ini pura-pura melempar pandangan ke arah lain. "Kau telah tidur dengannya, kan?"
Samudera menarik senyum samar. 'Jadi ini maksud Katrina sejak tadi. Ternyata Alexa sudah mengerjai Katrina dengan mengaku telah tidur denganku?'
"Bukan urusanmu, Katrina. Bukankah kau juga melakukan hal yang sama. Lantas, kenapa kau harus peduli sudah berapa kali aku bersama Alexa," jawab Samudera dengan tatapan yang justru fokus pada gadis di sebelah sana.
Alexa yang mendapat tatapan intens dari Samudera mendadak salah tingkah sendiri. Ingin sekali Alexa melarikan diri secepatnya, tapi rasanya tidak mungkin.
__ADS_1
"Itu karena kau selalu mengabaikanku, Mas. Kau tak pernah menganggap kehadiranku. A–aku ... " Katrina terduduk di lantai dengan terisak-isak. Ia mengingat bagaimana sikap dingin Samudera di awal pernikahan mereka, sampai akhirnya Katrina menikmati hobi barunya mengencani para pria muda.
"Jangan hanya menyalahkanku hanya demi mencari kebenaran untuk dirimu sendiri, Katrina. Apapun alasannya, tak seharusnya kau melakukan itu." Samudera mencekal kedua tangan Katrina, lalu melepaskannya dengan perlahan. "Aku harap, kau bisa merenungkan semua kesalahanmu di sini, Katrina. Aku pamit."
Samudera langsung mendekat kearah Alexa dan menarik pergelangan tangan gadis itu untuk mengikutinya.
"Mas, kau mau ke mana? Jangan tinggalkan aku!" teriak Katrina berusaha mengejar langkah Samudera, tapi sayangnya seorang petugas yang berjaga di depan pintu langsung menahan Katrina dan memaksa wanita itu untuk kembali ke sel tahanan lagi.
.
.
.
Alexa langsung terkesiap mendengar pernyataan dari Samudera. Ia pikir pembahasan tadi sudah selesai di dalam sana. Nyatanya kini Samudera justru meminta penjelasan darinya lagi.
Saat ini Alexa ada di mobil yang sama dengan Samudera. Sedangkan dua bodyguard milik Alexa ada di belakang menggunakan mobil lain, dan menunggu mobil milik majikannya melaju.
"Itu, sebenarnya hanya ... " Alexa bingung harus menjelaskan apa. Tentu saja Alexa malu jika harus menceritakan apa yang sudah ia katakan pada Katrina tadi.
"Apa?" tuntut Samudera masih menunggu jawaban dari Alexa. Meski ia sudah gemas sendiri melihat wajah Alexa yang memerah. "Katakan saja, aku tidak akan marah," ucap Samudera lagi.
Mau tak mau Alexa menceritakan semua yang ia katakan pada Katrina. Termasuk tindakannya yang sengaja memprovokasi Katrina hingga membuatnya hampir di tampar oleh wanita itu.
__ADS_1
Alexa menatap wajah Samudera yang tiba-tiba saja berubah. Namun detik selanjutnya pria itu justru tergelak dengan sangat kencang.
"Pantas saja Katrina sampai semarah itu. Aku yakin tadi dia benar-benar merasa kalah darimu. Pasti Katrina mengira hanya kamu yang berhasil tidur denganku, Alexa," ucap Samudera tanpa sadar membeberkan keadaan rumah tangganya sendiri.
"Tunggu, tunggu. Hanya aku?" tunjuk Alexa pada dirinya sendiri. "Maksud, Om, kalau Katrina itu ternyata belum ... "
"Ya, seperti yang aku katakan tadi. Kamu pasti tidak akan percaya, Alexa. Tapi itulah kenyataannya."
"Lalu, apa yang selama ini kalian lakukan? Ah, maksudku ..."
Alexa langsung membekap mulutnya sendiri. Kenapa ia mendadak bodoh dengan menanyakan hal semacam itu. Tapi apa mungkin dua orang berbeda jenis kelamin yang tinggal satu rumah, dan sudah dalam ikatan pernikahan bisa bertahan tidak melakukan apapun. Rasanya mustahil!
"Rasanya aku tidak perlu menjawabnya, Alexa. Karena aku yakin itu tak penting sekali."
Benar juga sih. Lagipula sejak kapan Alexa peduli dengan urusan orang.
"Xa ... "
"Hemmm ... "
"Seperti yang kamu bilang, bagaimana kalau kita merealisasikan semua ucapan kamu pada Katrina tadi," ucap Samudera, seraya mendekat kearah Alexa.
Hahhh?
__ADS_1