
"Mbak, ada apa ini?" Alexa langsung berlari kearah lobby saat baru saja menginjakkan kakinya keluar dari mobil. Di susul dua bodyguard di belakang yang tetap siap siaga menjaganya.
"Nona Alexa." Salah satu pegawai kantor mendekat kearah Alexa dan menjelaskan situasi yang terjadi.
"Seorang gadis datang dengan lima orang pria menghancurkan barang-barang, Nona."
Kedua mata Alexa membola seketika. Di sana memang terlihat para pegawai panik berlarian ke sana-kemari saat para pria berbadan besar itu menghancurkan barang apapun yang ada di dekat mereka.
Tak lama Roy datang dengan wajah murka. Di bantu dengan dua satpam yang serta pegawai kantor, mereka berusaha melawan orang-orang suruhan wanita tadi. Akibatnya perkelahian yang cukup sengit tak terhindarkan lagi.
"Ayo, jangan mau kalah. Hadapi saja mereka!" teriak seseorang yang seketika menyita perhatian Alexa. Gadis itu langsung berbalik dan mendapati seseorang yang sangat ia kenal tengah menatapnya dengan tatapan benci.
"Sella, apa yang kamu lakukan?"
"Akhirnya kau muncul juga," ucap Sella dengan menyunggingkan senyum sinis.
"Apa yang terjadi, kenapa kamu membuat kekacauan di kantor ayahku?" Memang sudah lumayan lama Sella terus menghindar setiap kali mereka bertemu di kampus. Tapi kenapa kini gadis itu tiba-tiba datang menghancurkan kantor milik ayahnya.
"Kau tanya kenapa? Jangan pura-pura bodoh, Alexa. Kau pasti tahu 'kan perusahaan papaku bangkrut," ucap Sella lagi dengan tatapan penuh amarah.
Alexa memang sudah mendengar kabar itu. Bahkan mengenai kabar sakitnya mamanya Sella pun Alexa tahu. Tapi, karena akhir-akhir ini Alexa terlalu sibuk, jadi ia belum sempat untuk menjenguknya.
__ADS_1
"Iya, aku tahu. Aku turut prihatin atas kabar itu, Sell. Aku juga minta maaf karena ... "
"Jangan pura-pura peduli. Sekarang kau pasti puas 'kan udah hancurin keluargaku. Kau jahat, Xa. Kau jahat!" teriak Sella sambil menepuk dadanya sesak.
Sella bukan hanya kebingungan karena Irwan terus menagih janjinya. Tapi ia juga frustasi melihat keadaan keluarganya yang saat ini tengah kacau balau.
"Apa maksudmu, Sell?"
Plak!
Sella langsung melayangkan satu tamparan pada pipi Alexa. Ia benar-benar geram dengan sikap Alexa yang sok polos. Alexa yang memang belum tahu duduk permasalahannya hanya bisa menatap Sella dengan tak percaya dengan sikap sahabatnya itu.
"Nona, Anda tidak apa-apa."
"Beraninya kau menampar Nona Alexa, hahh?!"
Salah satu bodyguard yang tadi ikut terlibat perkelahian langsung mendekat kearah Sella dan menatapnya dengan marah. Pria itu langsung mencengkeram tangan Sella hingga gadis itu memekik kesakitan.
"Hei, kalian, cepat tolong aku!" Sella menatap orang-orangnya yang mulai tumbang satu-persatu. Tinggal satu pria lagi yang kini sedang menjadi bulan-bulanan para pegawai kantor karena tadi ia yang paling banyak menghancurkan barang-barang.
"Akhhh ... ! Nona Sella, tolong saya!"
__ADS_1
"Bodoh! Aku sudah membayar kalian mahal. Kenapa kalian lemah begini, sih!" umpat Sella. Sebenarnya bukan mereka yang lemah, tapi lawan mereka cukup tangguh. Lagipula jumlah mereka kalah banyak jika di banding dengan orang-orang yang berada di pihak ayahnya Alexa.
"Tolong amankan mereka. Dan kau, cepat panggil polisi untuk datang ke mari!" Roy memerintahkan salah satu satpam untuk segera menghubungi polisi setelah semua preman itu tumbang dan mengaku kalah. Tinggallah Sella dengan tatapan panik karena tak ada yang melindunginya lagi.
"Pak, cukup! Kau bisa mematahkan tangannya," ucap Alexa dengan tatapan cemas. Meski pipi sebelah kirinya masih kebas oleh tamparan dari Sella tadi, tapi ia juga tidak mungkin membiarkan Sella di perlakukan seperti itu.
"Tapi dia sudah melukai Anda, Nona." Pria itu malah makin erat mencengkeram tangan Sella. Gadis itupun lagi-lagi meringis kesakitan.
"Xa ... kau tak apa-apa, kan? Ya Tuhan ... apa mereka melukaimu?" Roy panik melihat bekas merah pada pipi putrinya. Lalu tatapannya langsung menajam pada dua bodyguard yang ia tugaskan untuk menjaga keselamatan Alexa. "Apa yang kalian kerjakan? Kenapa putriku bisa terluka seperti ini!" ucap Roy dengan berang. Bisa di pastikan nanti ia akan mendapatkan amukan lagi dari Elisa jika putri kesayangannya itu sampai terluka.
"Maaf, Tuan. Gadis ini yang telah menampar Nona Alexa." Salah satu pria mendorong tubuh Sella hingga gadis itu nyaris tersungkur keatas lantai.
"Kau ... !"
"Dia Sella, Yah. Dia sahabatku. Tolong jangan apa-apakan dia." Alexa memegang tangan sang ayah yang hampiri melayangkan tamparan kearah Sella.
"Cepat, bawa dia ke kantor polisi juga! Dan pastikan mereka mendapatkan hukuman yang setimpal!" titah Roy pada dua bodyguardnya.
"Tapi, Yah ... "
"Cukup, Alexa. Dia sudah membuat kekacauan di kantor ayah. Jadi, kali ini biar ayah yang mengurusnya!"
__ADS_1