
"Gadis itu bernama Sella Aryani, Nyonya," ucap pria berpakaian hitam itu dengan sopan. Oma Maulin langsung menyuruh pria itu mendatangi rumahnya kala mendengar jika telah menemukan siapa pemilik mobil tersebut.
"Lalu, apalagi yang kau tahu mengenai gadis itu?" tanya Oma Maulin lagi. Selanjutnya pria itu menjelaskan lagi mengenai siapa dan asal usul gadis itu.
"Sella Aryani putri tunggal dari pengusaha bernama Baskoro," lanjutnya lagi. Kemudian pria itu juga menjelaskan mengenai keadaan kondisi perusahaan milik keluarga Baskoro, termasuk mobil milik anak gadisnya yang beberapa hari lalu terpaksa di jual untuk menutupi hutang mereka.
"Jadi, mobil itu sudah di jual?" Oma Maulin merasa prihatin dengan kabar yang di sampaikan orang suruhannya. Apalagi ia merasa sangat berhutang budi sekali pada putri dari keluarga itu.
"Iya, Nyonya. Perusahaan milik Baskoro saat ini memang nyaris bangkrut, karena pemilik saham terbesar telah menarik seluruh sahamnya di sana."
"Memang siapa pemilik saham itu, apa kau tahu orangnya?"
"Keluarga Pratama, Nyonya. Tapi saya belum tahu apa yang menjadi sebab Tuan Arya Pratama menarik seluruh saham yang ada di perusahaan itu."
Oma Maulin hanya mengangguk mendengar setiap penjelasan dari orang suruhannya. Wanita itu merasa kasihan akan nasib gadis bernama Sella yang pasti saat ini tengah menderita juga akibat musibah yang menimpa keluarganya.
"Ton ... !"
"Ya, Nyonya."
Oma Maulin menghirup napas dalam-dalam sebelum akhirnya berbicara,
"Aku akan membantu menstabilkan lagi perusahaan milik ayah gadis itu, apa kau bisa mengurusnya?"
__ADS_1
Oma Maulin pikir, mungkin ini kesempatan untuknya membalas kebaikan gadis itu dengan cara membantu perusahaan milik ayahnya yang nyaris bangkrut, meski Om Maulin yakin tidak sedikit dana yang harus ia gelontorkan.
"Tapi, Nyonya, bagaimana dengan Tuan Samudera? Apa tidak sebaiknya Anda berdiskusi lebih dulu dengannya?" usul pria yang sudah mengabdi pada keluarga Oma Maulin lebih dari dua puluh tahun itu.
"Kau tahu Samudera tak akan pernah berani membantahku," ucap wanita tua itu dengan sorot mata tajam. Selama ini memang apapun berada di bawah kendalinya, begitupun dengan pernikahan Samudera dan Katrina.
"Tapi, Nyonya ... "
"Kau hanya perlu menjalankan semua perintahku, Ton. Dan satu lagi, dapatkan mobil itu kembali, bagaimanapun caranya, karena aku akan memberikannya lagi pada gadis itu!" titah Oma Maulin tanpa mau di bantah.
.
.
.
[Cari di mana menantuku berada, cepat!] perintah Oma Maulin dengan sangat gusar. Oma Maulin memutuskan untuk tetap tinggal di rumah Katrina sembari menunggu kabar dari orang yang ia tugaskan mencari keberadaan wanita itu.
[Saat ini Nyonya Katrina sedang berada di sebuah apartemen, Nyonya. Tepatnya di jalan XX,] lapor orang suruhan Oma Maulin setelah menemukan mobil milik Katrina berada di parkiran apartemen tersebut.
[Kau yakin Katrina ada di sana? Tapi untuk apa?] Meski ragu, Oma Maulin tetap membawa dua pengawalnya ke apartemen itu guna membuktikan sendiri informasi dari orang suruhannya tadi.
Hanya sekitar lima belas menit mobil yang di tumpangi Oma Maulin tiba di tempat tujuan. Wanita itu langsung menyuruh pengawalnya mencari tahu di unit berapa Katrina berada. Dan setelah melalui perdebatan yang cukup sengit, akhirnya Oma Maulin berhasil mendapatkan informasi tersebut.
__ADS_1
Sedangkan di dalam sana Katrina terus mengumpat kesal karena mendengar bel pintu yang berbunyi berkali-kali. Aktivitasnya harus terganggu, padahal niatnya datang kemari ingin bersenang-senang, tapi malah harus di recoki oleh tamu yang entah siapa itu.
Menarik selimut demi menutupi tubuhnya, Katrina menyuruh Helmi untuk melihat siapa orang sudah berani mengganggu kegiatan mereka. Dengan langkah malas pria itu beranjak, Helmi hanya menggunakan kolor pendek untuk menutup tubuh bagian bawahnya.
Bunyi pintu yang terbuka, bersamaan dengan dua pria yang menerobos tempat itu dengan tiba-tiba. Helmi berjalan mundur, mengamati dua pria asing yang berdiri di depannya.
"Siapa kalian? Kenapa tidak sopan sekali masuk ke tempat orang?" tanya Helmi pada dua pria itu.
"Di mana Katrina?" Oma Maulin melangkah masuk, ia tidak menghiraukan ucapan dari pria berkolor di depannya. Kedua matanya sibuk menyapu seluruh ruangan itu. "Katakan, di mana wanita itu?" tanyanya lagi.
"Siapa Anda? Dan, apa hubungan Anda dengan Katrina?" Meski Helmi sudah mendengar sendiri kata menantu dari bibir wanita tua itu, tapi ia ingin memastikan lagi siapa mereka.
"Katakan saja, di mana Nyonya Katrina!" sentak salah satu pengawal Oma Maulin.
"Dia ... tidak ada di sini." Helmi terpaksa berbohong. Namun terlambat karena dua pria tadi langsung menyergapnya, sedangkan Oma Maulin melangkah lebih masuk lagi untuk memeriksa satu persatu ruangan yang ada dalam apartemen itu.
Klak,
Bunyi pintu kamar terbuka. Katrina yang masih menggulung tubuhnya dengan selimut tidak peduli. Toh, ia yakin sekali jika yang masuk ke dalam kamar itu pasti Helmi.
"Sayang ... apa bisa kita lanjutkan permainan tadi?" Katrina pun bersuara dengan begitu manjanya.
"Jadi ini, yang kau lakukan diam-diam di belakangku?" desis Oma Maulin tak percaya, apalagi setelah melihat pemandangan di depannya.
__ADS_1
Yah ... kenapa begini sih thor?
sabar ... ada waktunya nanti kebenaran bakal terungkap 😁😁😁