
Dunia Irwan memang tidak sepenuhnya hancur hanya karena kehilangan pekerjaan. Tapi tetap saja Irwan tidak terima dan berniat memberi sebuah peringatan pada Alexa. Irwan sengaja mendatangi kampus di mana Alexa kuliah. Beberapa menit kemudian mobil milik Alexa keluar dari gerbang kampus.
Citttt!
Beruntung Alexa menginjak pedal rem dengan sigap, jika terlambat sedikit saja bisa di pastikan jika saat ini Irwan pasti tertabrak oleh mobil yang ia kendarai.
"Gi–la kamu ya, ngapain sih kamu tiba-tiba muncul di depan mobilku!" maki Alexa dengan jantung yang masih berdegup kencang. Napasnya naik turun dengan wajah sedikit pucat.
"Turun!" perintah Irwan dengan ekspresi begitu dingin. Alexa sampai mengernyit heran melihat wajah Irwan yang nampak marah, padahal harusnya dirinya lah yang marah pada Irwan karena sampai saat ini pria itu belum juga meminta maaf perihal penghianatannya bersama Katrina.
"Apa sih? Aku mau pulang, minggir!" Meski begitu Alexa tetap keluar dan melangkah mendekati Irwan.
Tanpa di duga Irwan langsung merebut tas milik Alexa dan mencari benda pintar milik gadis itu.
"Kembalikan tasku, apa-apaan sih!" Alexa langsung melotot saat Irwan melempar tas miliknya dan malah sibuk mencari sesuatu di dalam ponsel itu.
"Cepat katakan, di mana kamu simpan foto-foto itu?" Irwan mendesis geram menatap pada wajah Alexa yang masih kebingungan. Alexa memang memiliki beberapa foto Irwan yang tengah memeluk Katrina di atas ranjang, dan dengan foto itu juga Alexa berhasil mengusir Irwan dari apartemen yang pria itu tempati. Tapi, apakah salah jika Alexa meminta Irwan mengembalikan apartemen miliknya yang selama pria itu tempati.
__ADS_1
"Maksud kamu apa sih? Foto apa?"
"Jangan pura-pura bo–doh, Xa. Aku tahu, ini pasti ulah kamu, kan? Cuma kamu yang punya foto-foto aku sama Katrina di apartemen itu."
"Aku mau pulang, Wan. Cepat kembalikan ponsel aku!" Sungguh, Alexa malas jika harus berurusan dengan Irwan lagi. Ia juga ingin segera pulang karena banyak tugas yang harus di kerjakan.
Prakkk!
Irwan membanting ponsel milik Alexa ke aspal dan menginjaknya dengan kencang. Hingga benda berbentuk pipih itu hancur tanpa sisa. Tak sampai di situ, Irwan juga mengambil memori ponsel dan mematahkan menjadi dua bagian.
Alexa yang melihat secara sadar apa yang di lakukan Irwan hanya melotot dengan mulut yang menganga lebar. Sebenarnya setan apa yang tengah merasuki Irwan hingga tiba-tiba datang dan menghancurkan barang miliknya.
"Itu balasan karena kamu udah hancurin karir aku!" tunjuk Irwan tepat di depan wajah Alexa.
"Maksud kamu apa sih? Nggak jelas tahu, nggak!" Ya karena Alexa memang benar-benar tidak tahu apa maksud ucapan Irwan.
"Nyesel aku udah pernah punya hubungan sama cewek gi–la kayak kamu, Xa," ucap Irwan yang langsung mendapat pelototan lagi dari Alexa,
__ADS_1
"Eh, sia–lan!" Alexa membalas penuh emosi. Bisanya Irwan dengan enteng mengatakan jika ia menyesal pernah memiliki hubungan dengannya. Yang ada, Alexa lah yang harusnya menyesal pernah mengenal pria sebreng–sek dirinya. "Aku juga nyesel pernah kenal cowok baji–ngan kayak kamu!"
Irwan menyungging senyum tipis. Merasa puas dengan pembalasan yang di lakukan dirinya untuk Alexa. Irwan pergi begitu saja dan membiarkan mantan kekasihnya itu terus memakinya dari kejauhan.
"Astaga, Xa ... ponsel kamu ..." Sella dan Tika menatap bingung pada Alexa yang sedang berjongkok memungut bekas ponsel yang sudah hancur. Beruntung kartu sim miliknya masih bisa terselamatkan, meski memory itu telah di patahkan jadi dua oleh Irwan.
"Ini gara-gara Irwan sia–lan! Nggak tahu tuh orang, tiba-tiba datang terus rusakin ponsel aku."
"Ir–wan? Kok bisa sih dia kasar banget sampai segitunya." Sella dan Tika pun kaget, karena yang mereka tahu Alexa dan Irwan tidak pernah bertemu lagi sejak kejadian perselingkuhan Irwan di apartemen waktu itu.
"Makanya, aku juga bingung. Untung tugas kemarin udah aku salin ke laptop, kalau enggak bisa mam–pus aku kena omel lagi."
Kedua sahabat itu menatap prihatin pada Alexa. Mereka masih tidak percaya gadis secantik dan sebaik Alexa bisa kenal dengan cowok tidak tahu diri macam Irwan. Padahal Alexa sudah berbaik hati mengijinkan Irwan untuk tinggal di salah satu apartemen milik gadis itu.
"Makanya, Xa. Dari dulu aku udah bilang 'kan kalau Irwan itu bukan cowok baik-baik. Kamu sih ngeyel," ucap Sella yang malah mendapat tatapan bingung dari Tika.
"Kamu kok bisa ngomong gitu, emang kamu kenal Irwan dari mana?"
__ADS_1
"Eh, maksudnya, sebagai sahabat aku cuma bisa kasih pendapat, kan, dan buktinya Irwan emang bukan cowok baik-baik," elak Sella dengan raut wajah yang sedikit berbeda.