
"Eh anak Mama sudah datang. Ayo duduk sini. Kita kedatangan tamu spesial nih. Kamu enggak lupa kan siapa dia, Zan?" tanya Mama Ida sengaja bangkit dari duduknya dan mengajak Faizan dan Aisha duduk.
"Della?" tanya Faizan biasa saat menatap Della, teman masa kecil sekaligus tetangga mereka.
"Wah Kak Faizan hebat banget ternyata masih ingat sama aku. Jadi terharu nih aku, Kak. Anak Tante satu ini makin tampan saja. Pasti banyak cewek yang deketin deh. Jadi cemburu nih aku," ledek Della seraya tertawa riang.
Aisha yang mendengar sapaan Della pada suaminya tiba-tiba membuat tangannya semakin menggenggam erat dan menempelkan tubuhnya pada tubuh sang suami. Hal ini tentu saja dirasakan oleh Faizan.
Walaupun Faizan tengah menatap Della sebab keduanya tengah saling berbicara. Akan tetapi Faizan tetap membalas erat genggaman tangan sang istri. Faizan sangat peka bila sepertinya sang istri kurang suka pada Della.
Faizan bisa merasakan langsung reaksi tubuh Aisha terhadapnya seolah-olah menyatakan bahwa dirinya adalah milik sang istri seorang bukan milik wanita lain.
Apakah istrinya ini tengah cemburu? Terlebih dari gaya bicara dan gestur tubuh Della sangat kentara menyukai dirinya namun hanya dianggap biasa saja oleh Faizan. Sejak dulu Faizan hanya menganggap Della sebagai teman bermain sejak kecil tak lebih dari itu.
Cintanya hanya untuk Aisha seorang. Kecuali Aisha, Faizan tak menginginkan yang lainnya. Itu selalu yang digaungkan oleh seorang Faizan Atmajaya.
Della Kusumaningrat, 23 tahun, teman main Faizan Atmajaya ketika kecil sekaligus tetangga dekat sebab rumah mereka berada di satu komplek yang sama. Ayah dan ibu Della telah lama berpisah. Ayahnya menikah dengan perempuan lain dan Della ikut dengan sang ibu.
Namun sejak lima tahun yang lalu, Della dan ibunya pindah entah ke mana. Rumah Della juga telah laku terjual. Ada kabar yang menyebutkan bahwa Della kuliah ke luar negeri tetapi ada pula gosip miring lain mengatakan bahwa keluarganya tengah bermasalah.
Namun Mama Ida tidak jelas akan masalah apa dan bagaimana. Hal ini dikarenakan Mama Ida sibuk hidup di dunianya sendiri dengan teman sosialitanya dan mengurusi harta peninggalan Atmajaya serta pria yang memerasnya agar rahasianya tidak terbongkar.
__ADS_1
"Della ini pintar dan hebat lho, Zan. Sudah kuliahnya lulusan dari luar negeri. Eh, sekarang jadi pengusaha berlian. Pasti lelaki yang suka sama kamu banyak ya Del? Wah beruntungnya lelaki yang jadi suami kamu," tutur Mama Ida.
"Ah tante bisa saja. Aku belum sesukses Kak Faizan. Oh ya, Kak Faizan ingat saat kita kecil suka jagain aku kalau diganggu sama cowok iseng?" tanya Della sedikit memancing kenangan masa kecil mereka.
"Iya aku masih ingat. Ada si Rendy juga teman kita yang bantu jagain kamu selain aku. Bukankah dia suka sama kamu Del. Sepertinya kalian berdua sangat serasi dan yang aku dengar dia masih jomblo sampai sekarang," ucap Faizan apa adanya.
"Ih malas lah Kak, kalau Della berjodoh sama si Rendy. Kalau Della suruh milih antara Kak Faizan sama dia, mending nikah sama Kak Faizan. Rendy enggak level lah sama aku," ucap Della sombong.
"Punya menantu hebat seperti kamu pasti membanggakan, Del. Sudah cantik, kaya raya, pintar dan punya bisnis yang mumpuni. Beruntungnya yang nanti jadi mertua kamu. Tante jadi pengin punya menantu kayak kamu," cicit Mama Ida sengaja menyindir menantunya.
Aisha sejak tadi hanya diam dan menunduk. Sesekali mengangkat pandangannya. Aisha tahu bahwa mertuanya tengah menyindirnya. Membanding-bandingkan antara dirinya dengan wanita bernama Della itu.
Ia berusaha tidak mudah terpancing dengan membalas bersuara sebab genggaman tangan sang suami seakan menyiratkan untuk diam. Maka Aisha hanya diam tanpa bersuara, tanpa membantah atau membela dirinya.
"Oh ya kenalkan Del, ini istriku. Aisha namanya. Kami baru saja menikah,"
"Sayang, ini Della. Dia teman masa kecilku. Dulu dia tomboy sekarang berubah jadi begini," ucap Faizan pada sang istri.
"Istri Mas Faizan? Kok aku enggak diundang sih Mas? Tapi maaf nih sepintas aku lihat istri Mas Faizan tampak lebih tua daripada Mas? Maaf jika penglihatanku salah," ucap Della sengaja.
"Maaf Del, pernikahan kita berdua sederhana saja dan memang tidak mengundang banyak orang. Aisha buatku sangat cantik dan lebih muda dariku. Usia hanyalah angka dan pajangan saja tidak ada artinya untukku. Yang paling penting dia adalah wanita yang aku cintai sampai menutup mata," ucap Faizan tegas nan lembut seraya mengeratkan genggaman tangannya pada Aisha.
__ADS_1
Bahkan di depan Mama Ida dan Della, Faizan tak sungkan melingkarkan tangannya di pinggang Aisha. Tubuh keduanya menempel bak lem dan perangko.
Lalu keduanya saling bersalaman dan berkenalan. Aisha memberikan senyumnya pada Della namun lain halnya dengan Della yang tampak datar pada Aisha. Akan tetapi jika menatap ke arah Faizan, Della akan merubah mimiknya memberikan senyum ala pepsodentnya.
Akhirnya Faizan dan Aisha pamit pulang setelah mengutarakan tujuannya ke rumah utama pada Mama Ida.
Di perjalanan pulang, di dalam mobil keduanya tampak hening tak bersuara. Aisha tengah menatap jendela mobil dan pandangannya ke jalanan sedangkan Faizan fokus menyetir sesekali melihat sang istri yang seakan cemberut atau tengah memikirkan sesuatu yang ia duga tentang Della.
"Sayang, kok diem sih? Jadi sepi nih kayak kuburan," ledek Faizan lembut seraya menggenggam tangan Aisha.
Sontak Aisha terkejut sebab dirinya tengah melamun memikirkan sosok Della yang seakan menyukai suaminya. Aisha bukan wanita yang bau kencur. Ia sangat paham gestur tubuh wanita yang mencintai seorang pria.
Dan gestur Della tadi di kediaman utama sangat kentara sekali bahwa wanita itu menyukai sang suami. Namun hatinya juga entah kenapa merasa dongkol melihat wanita lain yang lebih muda darinya berada di sekitar suaminya dan secara terang-terangan menunjukkan gestur menyukai sang suami.
Apakah dirinya mulai merasakan satu kata yaitu cemburu?
"Eh maaf Mas. Aku sibuk lihat jalanan," ucap Aisha sedikit terbata-bata.
"Jangan pikirkan yang lainnya yang tidak penting. Lebih baik utarakan padaku jika ada yang mengganjal. Atau jika aku ada salah maka katakan saja agar aku bisa memperbaiki diri," tutur Faizan.
"Apa aku sudah jatuh cinta sama Mas Faizan ya? Kenapa aku cemburu sekali melihat wanita tadi?" batin Aisha berkecamuk.
__ADS_1
🍁🍁🍁