Kesabaran Hati Menantu

Kesabaran Hati Menantu
Bab 71 - Permintaan Maaf


__ADS_3

Faizan dan Aisha tengah cemas di depan ruang tunggu unit gawat darurat. Sejak tadi keduanya mondar-mandir sebab dokter sudah cukup lama di dalam tapi belum juga keluar.


"Sayang, kamu duduk lah. Enggak baik berdiri terus nanti kamu kecapekan. Apa bayi kita kaget, hem? Sekalian diperiksa di sini saja ya biar aku enggak cemas," tutur Faizan seraya mengelus perut Aisha yang sudah mulai terlihat membuncit.


"Aku sama baby enggak apa-apa kok Mas. Yang aku khawatirkan Mama. Aku enggak mau kehilangan anggota keluarga lagi," ucap Aisha sendu.


Keduanya akhirnya duduk di kursi tunggu yang ada di selasar lorong rumah sakit.


"Aku beruntung banget dapetin istri sebaik kamu, Sha. Padahal Mama sudah banyak membuatmu susah bahkan jahat sama kamu tapi kamu tetap peduli dan memafkannya," ucap Faizan lirih seraya menyandarkan kepalanya di bahu istrinya itu.


Aisha pun mengelus rambut suaminya lalu menggenggam lembut tangannya guna menenangkan dan memberi kekuatan.


"Semua sudah berlalu Mas, lupakan. Mama Ida tetaplah ibu mertua yang sudah aku anggap seperti ini kandungku sendiri. Tentu awalnya aku terkejut, marah dan kecewa sama perbuatan Mama padaku. Namun cinta dan penerimaan yang baik dari Mas, itu sudah lebih dari cukup untukku. Selebihnya aku pasrahkan pada Tuhan. Semoga dengan kejadian ini Mama bisa tersadar dan menjadi manusia yang lebih baik lagi," tutur Aisha dengan tulus.


"Amin... " ucap Faizan.


Ceklek...

__ADS_1


Derit pintu ruang penanganan Mama Ida terbuka dan menampilkan seorang dokter keluar.


"Keluarga pasien Nyonya Ida Sagita Atmajaya," panggil dokter.


"Iya, Dok. Kami di sini," ucap Faizan seraya menggenggam tangan Aisha dan keduanya berjalan menuju dokter.


"Bagaimana kondisi Mama, Dok?" tanya Aisha cemas.


Sebuah helaan nafas berat meluncur dan juga raut wajah tak biasa muncul dari dokter membuat keduanya sedikit was-was akan kondisi Mama Ida.


"Seumur hidup beliau kita sarankan menggunakan kursi roda guna memudahkan aktifitasnya. Untuk penyakit strokenya masih dapat disembuhkan asal rajin terapi dan minum obat dengan teratur serta pola hidup sehat harus dijalankan dengan baik. Hindari minuman beralkohol dan merokok," tutur sang dokter panjang lebar.


Faizan dan Aisha pun paham, keduanya pun menghela nafas berat. Walaupun kondisi Mama Ida memiliki kecacatan seumur hidup tetapi keduanya sangat bersyukur karena Mama Ida masih bisa selamat dari kecelakaan.


Derap langkah sepatu menggema di selasar rumah sakit. Dirinya cukup terkejut mendengar kabar dari sang menantu bahwa besannya mengalami kecelakaan dan masuk rumah sakit.


"Zan, gimana kondisi Mama kamu?" panggil Bu Jihan saat sudah bersama Faizan dan Aisha.

__ADS_1


"Mama lumpuh permanen dan juga terkena stroke, Bu. Sebelumnya atas nama Mama, saya minta maaf ke Ibu jika ada perlakuan Mama yang tak berkenan pada Aisha. Semoga Ibu berkenan memafkan Mama," pinta Faizan lirih.


"Sabar ya, Zan. Semoga Mama kamu segera sembuh. Terlebih sebentar lagi cucu yang ditunggu akan segera hadir pasti beliau sangat senang. Soal masa lalu, Ibu sudah memafkan Mama kamu jauh sebelum hal ini terjadi. Jadi kamu tak perlu sungkan atau meminta maaf," ucap Bu Jihan dengan bijak.


Keesokan harinya Mama Ida telah siuman. Sejak matanya terbuka, ia tak henti-hentinya menangis dan meminta maaf pada Aisha. Menantu yang telah ia remehkan, hinakan bahkan dengan tega ia usir dari rumahnya. Tetapi berkat menantunya itu, semua permasalahan hidupnya terselesaikan.


Rumah utama keluarga Atmajaya tidak jadi disita oleh bank. Seluruh ganti rugi penipuan yang dilakukan Della dan ibunya terhadap rekan-rekan sosialita Mama Ida berhasil diselesaikan dengan baik dan kekeluargaan. Semuanya berkat bantuan Aisha dan ibu kandungnya yakni Bu Jihan yang menyelesaikan semuanya dengan sangat baik.


Jordan dijebloskan dalam penjara dalam kondisi cacat akibat babak belur dihajar Faizan dan anak buahnya beberapa waktu silam. Lelaki itu mengalami kebisuan dan kaki yang pincang. Tubuhnya sangat kurus akibat kecanduan obat-obatan terlarang.


Dirinya meringkuk di penjara atas laporan pengedaran obat-obatan terlarang. Mengenai kasus pelecehan yang dilakukan oleh dirinya yang berkomplot dengan Mama Ida tak dilaporkan oleh Faizan.


Aisha yang memintanya sebab ia tak ingin ibu mertuanya yang saat ini kondisinya sudah lumpuh dan stroke harus mendekam di penjara. Lagipula Aisha melihat dengan tulus permintaan maaf dan perubahan sikap dari Mama Ida padanya ke arah yang lebih baik.


Faizan pun menuruti kemauan sang istri dan sangat bersyukur berjodoh dengan Aisha. Wanita yang lemah lembut dan sangat sabar menjalani kehidupan bersamanya.


🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2