Kesabaran Hati Menantu

Kesabaran Hati Menantu
Bab 66 - Hasil Tes DNA


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Faizan dan Agung sudah tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Keduanya langsung menuju ke Kuta Paradiso Hotel tempat acara ulang tahun Bu Jihan yang akan berlangsung nanti malam.


Faizan ingin sekali mengajak Agung berkeliling mencari lontong pecel tetapi matanya tak sanggup lagi. Tiba-tiba kantuk hebat melanda dirinya. Jika Agung jangan ditanya lagi.


Fisik dan batinnya sudah lelah hayati karena mengalami penjajahan oleh seorang suami yang tengah dilanda bucin dan mengidam akut. Alhasil keduanya tertidur pulas di kamar masing-masing setibanya di hotel.


Keesokan paginya, Bu Jihan dan Kadek langsung meluncur ke rumah sakit untuk melihat hasil tes DNA. Setelah lima belas menit menunggu, hasilnya datang. Dokter pun membuka amplop yang sebelumnya masih tersegel di hadapan Bu Jihan dan Kadek.


"Selamat Bu, hasilnya seratus persen cocok. Tes ini menyatakan bahwa Nyonya Aisha Permata Jingga adalah putri kandung Anda," tutur sang dokter tersenyum setelah membaca hasilnya seraya menyerahkan bukti hasil tes DNA tersebut pada Bu Jihan.


Dengan tangan gemetar Bu Jihan membacanya dengan seksama dan tak terasa buliran air mata menetes dalam pipinya. Kadek pun yang melihatnya ikut terharu dan menitikkan air matanya.


Sebagai orang kepercayaan Bu Jihan, ia tahu bagaimana duka atasannya itu kehilangan keluarga secara tragis dan sejak lama mencari putri kandungnya yang hilang. Akhirnya sekarang berkat tangan Tuhan, mereka dipertemukan kembali dengan takdir yang baik, tempat dan waktu yang baik pula.


Ini adalah kado terindah selama dirinya berulang tahun seumur hidupnya bagi Bu Jihan. Dirinya sudah tak menginginkan kado berupa materi yang lain. Sebab kado yang sebenarnya ia inginkan sejak lama sudah dijawab dan diberikan oleh Tuhan saat ini tepat di hari ulang tahunnya yang ke lima puluh satu tahun.

__ADS_1


Keduanya pun bergegas menuju rumah kontrakan Aisha yang tak jauh dari butik Jihan. Sepanjang perjalanan, Kadek bercerita bahwa saat pertama kali Aisha melamar di Ji's boutique, tidak membawa apapun seperti ijazah dan informasi data pendukung lainnya pun tak ada. Padahal Aisha seorang sarjana.


Aisha mengatakan bahwa rumahnya baru saja mengalami kebakaran. Dirinya masih mengurus pencetakan ulang ijazah di kampusnya dan mengurus informasi data pendukung lainnya yang masih dalam proses. Aisha juga menyampaikan statusnya yang sudah menikah dan suaminya bekerja menjadi TKI di luar negeri.


Berbekal rasa percaya sebab melihat sorot mata kejujuran dari Aisha akhirnya Kadek menerimanya bekerja. Mendengar penuturan Kadek tersebut membuat Bu Jihan merasakan suatu kejanggalan. Ia pun menghubungi detektif yang ia sewa untuk mengusut penyebab Aisha pergi dari rumah keluarga Atmajaya.


Setibanya di depan rumah kontrakan Aisha, mobil Bu Jihan memasang jarak aman. Sebab dirinya tak ingin menemui Aisha terlebih dahulu untuk saat ini. Ia hanya ingin melihat dari jauh tempat tinggal sementara sang putri yang membuat hatinya menangis pilu.


Putri kandung seorang konglomerat hidup di rumah kontrakan yang kecil dan sederhana. Berada di gang sempit dan golongan tempat tinggal orang pinggiran. Sungguh miris. Namun melihat senyum Aisha dari jarak jauh saat bercengkerama dengan tetangganya, membuat Bu Jihan bangga akan mental putrinya yang kuat dan tangguh.


Bu Jihan memang sengaja tidak mengabarkan dahulu pada Faizan tentang dirinya yang telah menemukan Aisha. Dirinya ingin melihat bagaimana kekuatan cinta keduanya.


Aisha sudah berada di Kuta Paradiso Hotel. Ia cukup terkejut saat diantarkan oleh pihak hotel menuju kamarnya. Dirinya pun menghubungi Kadek untuk bertanya apa ia tak salah masuk kamar. Sebab terlalu mewah untuknya yang hanya seorang office girl.


Kadek pun beralasan bahwa itu permintaan Bu Jihan sendiri. Sebab jika beliau membutuhkan sesuatu, lebih mudah untuk memanggil Aisha jika kamar keduanya bersebelahan. Aisha pun hanya menurut dan menerima penjelasan dari Kadek.

__ADS_1


Letak kamar Bu Jihan ada di sebelah kanan dari kamar Aisha. Sedangkan kamar Faizan ada di sebelah kiri dari kamar istrinya itu. Pagi ini Faizan mengalami mual kembali walaupun tidak terlampau parah seperti hari-hari sebelumnya saat di Jakarta.


Mendadak pintu kamarnya di ketuk seseorang.


Tok... tok... tok...


"Siapa sih ganggu orang saja. Mata masih ngantuk juga. Gak tahu apa kalau orang habis jetlag semalam," gerutu Faizan dengan muka bantalnya berjalan menuju pintu.


Ceklek...


Derit pintu terbuka menampilkan seorang wanita yang berdiri di hadapannya membawa segelas teh hangat.


Deg...


🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2