
Setibanya di apartemen, Aisha tengah memasak bersama Bik Imah. Aisha baru tahu setelah Faizan semalam menggodanya bahwa ada wanita yang selalu rajin membersihkan apartemennya setiap dua hari sekali.
Awalnya Aisha terkejut setengah mati. Aisha pikir mantan kekasih Faizan atau wanita yang menyukai suaminya itu saat terdahulu yang rajin melakukan hal itu. Namun setelah Bik Imah datang pagi ini, ia jadi paham bahwa wanita yang dimaksud suaminya adalah Bik Imah.
"Nyonya muda duduk saja biar bibik yang memasak," ucap Bik Imah dengan sopan.
"Enggak apa-apa, Bik. Biar Aisha saja yang ngenyangin perut suamiku dengan masakan Aisha sendiri. Kan sudah sepatutnya begitu sebagai istri," ucap Aisha seraya tangannya lincah mengaduk masakannya dengan spatula yang ia pegang.
"Biasanya pengantin baru itu sibuk ngenyangin yang di bawah perut. Eh Nyonya muda sama Tuan ternyata unik. Malah sibuk di dapur bukan di kasur. Maaf ya Nyonya, soalnya anak dan menantu saya juga baru menikah beberapa bulan lalu. Hobinya ngamar mulu sibuk bikin sesuatu di kasur katanya. Saya kira Tuan dan Nyonya muda juga sama seperti mereka," ucap Bik Imah seraya terkekeh.
"Ah Bibik. Bahas begituan jadinya saya gak fokus masak," jawab Aisha pipinya sudah merah padam.
"Ya sudah Nyonya muda masuk kamar saja. Tuan Faizan sejak tadi belum keluar kamar. Mungkin Tuan lagi nunggu Nyonya masuk mau bikin dedek," kelakar Bik Imah.
"Enggak Bik, tadi Mas Faizan pamit ke kamar mau memeriksa beberapa hal persiapan karena besok pagi mau ke Bandung. Lagi pula ini masih jam dua siang juga," ucap Aisha seraya tersenyum.
"Itu mah kode dari Tuan buat Nyonya muda. Percaya deh. Kalau siang emang kenapa Nyonya? Kan enggak dilarang juga bikin dedeknya siang hari. Kalau kurang ya nanti malam disambung lagi," ujar Bik Imah tanpa tedheng aling-aling semakin membuat Aisha tersipu malu.
Lalu Bik Imah menceritakan sedikit tentang Faizan bahwa anak majikannya itu sangat baik bahkan selama ia bekerja membersihkan apartemennya, tidak pernah ada satu wanita pun yang datang ke sini.
Cuma ada satu hal yang pernah diingat oleh Bik Imah, bahwa majikannya itu pernah bercerita padanya tengah jatuh cinta pada seorang gadis. Seingat Bik Imah, cerita itu kejadiannya lima tahun yang lalu.
Akan tetapi Bik Imah tidak tahu secara persis nama gadis itu. Namun Tuannya mendadak kehilangan jejak wanita yang ia cintai. Beberapa tahun kemudian, sang majikan bercerita kembali bahwa ia bertemu dengan pujaan hatinya tapi sayang wanita itu akan menikah dengan pria lain.
"Begitulah Nyonya muda. Jadi saat Tuan memutuskan menikah dengan Nyonya dan saya melihat dari raut wajah Tuan saat ini sungguh cinta itu seperti tumbuh kembali. Saya sangat bersyukur melihat Tuan bergairah kembali untuk hidup setelah patah hati. Doa saya, semoga Nyonya dan Tuan Faizan bahagia selalu."
__ADS_1
"Amin... " ucap Aisha mengaminkan.
"Terima kasih banyak, Bik. Nah ini masakan saya sudah jadi semua. Tolong Bibik taruh saja di meja makan. Saya mau lihat Mas Faizan dulu ke dalam," ucap Aisha seraya melepas celemek dan cuci tangan sebelum melangkah masuk menuju kamar mereka.
"Iya, Nyonya muda. Setelah ini selesai, saya juga langsung pamit pulang. Khawatir ganggu pengantin baru," kelakar Bik Imah seraya terkekeh.
"Ah Bik Imah ada-ada saja," ucap Aisha seraya berlalu pergi sebab kelamaan bersama Bik Imah nanti dirinya jadi kepiting rebus.
Ceklek...
Pintu kamar dibuka pelan, pandangan Aisha langsung tertuju pada suaminya yang ternyata tengah memejamkan matanya dan berbaring di atas ranjang. Dalam kondisi tengah bertelanjang dada.
Sontak Aisha menelan salivanya dalam-dalam melihat pemandangan tersebut. Dan memori otaknya langsung mengingat pembicaraan unfaedah yang baru saja berlangsung dengan Bik Imah.
"Banyak wanita cantik ya Bik yang suka sama Mas Faizan?" tanya Aisha.
Aisha menghela nafas dalam lalu menutup pintu kamarnya sepelan mungkin agar tidak mengganggu istirahat suaminya. Aisha pun masuk ke dalam kamar mandi guna mengganti bajunya sebab pakaian sebelumnya bau asap dapur dan masakan.
Setelah itu, Aisha keluar dari kamar mandi dan begitu terkejut melihat suaminya ternyata sudah bangun. Faizan sedang duduk di headboard ranjang tengah memainkan ponsel.
"Sini sayang," panggil Faizan seraya menepuk sisi ranjang di sebelahnya.
Aisha pun yang mengerti, langsung berjalan menuju suaminya. Namun belum ia mendaratkan bokongnya, sudah ditarik lembut oleh sang suami sehingga ia pun terlonjak kaget dan duduk di pangkuan suaminya.
"Mas... bikin kaget aku saja," ucap Aisha lirih.
__ADS_1
"Kok tadi enggak bangunin aku," cicit Faizan lembut seraya menyelipkan anak rambut sang istri ke belakang telinga dan tangannya merengkuh pinggang istrinya.
"Mas sepertinya tidur nyenyak sekali jadi aku enggak mau ganggu," cicit Aisha.
"Bik Imah sudah pulang?" tanya Faizan.
"Iya baru saja pamit pulang," jawab Aisha.
"Aku boleh cium kamu, Sha?" tanya Faizan lembut seraya menatap bola mata Aisha secara dalam.
"Tentu saja boleh Mas. Kan aku istrimu dan sudah halal untukmu. Seluruh yang ada pada tubuhku kamu berhak," ucap Aisha lugas walaupun jantungnya kini berdetak begitu kencang seakan ingin copot dari tempatnya sebab tatapan suaminya sarat akan cinta yang dalam.
Cup...
Sebuah kecupan tiba-tiba mendarat di bibir Aisha. Membuatnya memejamkan mata menikmati desiran indah yang merayap di kalbunya dari sosok mantan adik ipar yang kini menjadi suaminya.
Setelah kecupan terlepas, Aisha pun membuka matanya lalu melebarkan senyumnya pada suaminya yang masih menatapnya sangat dalam. Tanpa di duga oleh Aisha, suaminya itu justru mensesap kembali sari madu dari bibirnya yang tengah terbuka dan menekan lebih dalam. Menahan tengkuknya hingga pagutan tersebut lebih dalam.
Deru nafas keduanya semakin kencang dan terengah-engah seiring desiran cinta yang merayap dalam sanubari mereka. Tanpa sadar kini Aisha sudah berada di bawah kungkungan suaminya walaupun pakaian keduanya masih lengkap.
Saat akan melanjutkannya, mendadak dering ponsel mengganggu keintiman keduanya.
Drett... drett... drett
"Ah... siapa juga yang telepon di saat seperti ini," batin Faizan mengeluh frustasi.
__ADS_1
🍁🍁🍁