Kesabaran Hati Menantu

Kesabaran Hati Menantu
Bab 36 - Mama Ida Jatuh Sakit


__ADS_3

Mendadak Faizan dan Aisha harus segera kembali ke Jakarta, sebab keduanya mendapat kabar bahwa Mama Ida masuk rumah sakit. Liburan mereka di Bali terpaksa pulang lebih awal yang seharusnya masih tersisa tiga hari lagi.


"Mama kenapa ya Mas? Kok sampai masuk rumah sakit segala? Aku jadi ikutan cemas," cicit Aisha khawatir.


"Aku juga belum tahu pasti sayang, sebab tadi Della mendadak kabari aku kalau Mama pingsan di cafe saat acara arisan. Semoga Mama tidak kenapa-napa," tutur Faizan saat keduanya sudah berada di Jakarta namun masih dalam perjalanan menuju rumah sakit.


Derap langkah sol sepatu sepasang suami istri berderap menggema selasar rumah sakit mencari kamar inap Mama Ida.


Ceklek...


Derit pintu terbuka, Faizan dan Aisha bergegas masuk dan melihat Mama Ida tengah memejamkan mata dan tangannya terpasang jarum infus.


"Kak Faizan, Tante Ida... hiks... hiks..."


"Mama kenapa Del? Coba kamu tarik nafas dulu sejenak," ucap Faizan sedikit khawatir dengan ibu tirinya.

__ADS_1


Aisha yang melihat Della berada di kamar inap ibu mertuanya sungguh ada rasa berkecamuk antara tak suka namun juga didera rasa tak tega melihat ibu mertuanya tengah terbujur di ranjang pesakitan saat mereka tidak bersamanya. Namun Aisha mampu meredam gejolak yang ada dengan bersikap sebiasa mungkin dengan tetap mengapit lengan suaminya secara posesif.


Della kemudian menceritakan bahwa dia dan beberapa teman sosialita Mama Ida ada acara arisan di sebuah cafe. Saat tengah bercengkerama tiba-tiba Mama Ida merasa pusing lalu tak lama pingsan.


Dokter masih melakukan pemeriksaan dan belum diketahui kondisi terkini Mama Ida sakit apa secara detail. Faizan dan Aisha menunggu Mama Ida dengan sabar di sofa rumah sakit.


Della pamit pulang, sebab Faizan telah hadir menjaga Mama Ida. Tak lama selepas Della pergi, Mama Ida siuman.


"Eugh... "


"Mas, Mama siuman."


"Mah, gimana kondisi Mama? Mana yang sakit Mah?" tanya Aisha cemas melihat wajah ibu mertuanya cukup pucat.


"Bukankah kalian sedang di Bali. Kenapa bisa ke sini?" tanya Mama Ida lirih.

__ADS_1


"Della tadi yang telepon ke kita Mah. Jadinya kita langsung pulang ke Jakarta," tutur Faizan.


"Kita panggil dokternya saja Mas, biar Mama cepat diperiksa. Jadi kita segera tahu apa ada luka dalam atau penyakit dalam diri Mama," ucap Aisha tulus yang diangguki oleh Faizan menyetujui pendapat istrinya.


Tak lama dokter pun visit memeriksa kembali kondisi Mama Ida. Informasi dari dokter tidak ada penyakit dalam yang serius hanya saja Mama Ida perlu banyak istirahat dan sementara ini kakinya dalam kondisi lemah jadi perlu pendampingan baik ke kamar mandi maupun berjalan agar tidak mudah terpeleset.


Faizan dan Aisha menghela nafas dalam sebab tidak ada penyakit serius dalam diri Mama Ida.


Dua hari berlalu,


Mama Ida diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan kini sudah terbaring di kamarnya dan tertidur pulas. Aisha dan Faizan sepakat untuk sementara tinggal di kediaman utama Atmajaya sebab Aisha bersikeras ingin menjaga ibu mertuanya tersebut wujud tanda bakti dirinya sebagai menantu.


Beberapa barang pribadi mereka pun telah diboyong dari apartemen ke kediaman utama keluarga Atmajaya dan Aisha memilih kamar Faizan sebab saat ini suaminya adalah Faizan tentu saja mereka akan tidur di kamar tersebut bukan kamar lamanya bersama mendiang Handika.


"Bagaimana misi kita Tan?" tanya Della via telepon.

__ADS_1


"Berhasil. Haha.... otakmu encer juga Del. Akhirnya mereka kembali ke rumah ini dan lihat saja aku buat wanita mandul itu seperti hidup segan mati pun tak mau," ucap Mama Ida dengan senyum devilnya.


🍁🍁🍁


__ADS_2