Kesabaran Hati Menantu

Kesabaran Hati Menantu
Bab 38 - Hamil


__ADS_3

Della pun menyusul Faizan ke Taiwan. Dia ingin lebih mendekatkan diri pada lelaki idamannya itu yang makin tampan dan tentu saja berkantong tebal sebagai Presdir Atmajaya Corp.


Sedangkan di Indonesia, Mama Ida masih bersikap wajar pada Aisha. Dia tak mau memperlihatkan rasa tidak sukanya pada menantunya itu.


Mama Ida mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Halo," ucap Mama Ida.


"Apa kamu yakin aku harus melakukan hal ini pada menantumu?" tanya seorang pria di seberang sana.


"Jika kamu ingin uang transferanmu lancar segera eksekusi. Toh juga kamu mendapat dua keuntungan sekaligus dalam sekali tepuk," sindir Mama Ida.


"Baiklah. Aku turuti perintahmu, yang penting setiap bulan pundi-pundi rupiah masuk ke rekeningku seperti biasa beserta bonusnya. Jika tidak, jangan harap kamu hidup tenang!" ancam lelaki itu.


"Beres. Lakukan tugasmu dengan baik tanpa cacat," ucap Mama Ida.


Beberapa hari berlalu suasana masih tetap sama tak ada perubahan yang signifikan. Aisha masih rajin merawat ibu mertuanya hingga urusan membersihkan kotoran pun tanpa jijik ia lakukan.


Sedangkan Mama Ida sengaja memberikan pekerjaan yang berat tersebut pada Aisha. Sebab ia ingin membuat Aisha menyerah dan dongkol padanya. Namun tebakannya meleset sebab Aisha tulus melakukan itu semua pada Mama Ida.

__ADS_1


Saat ini, Aisha tengah rebahan di kamarnya. Sebab tumben sekali akhir-akhir ini dirinya malas makan. Maunya cuma ngemil coklat dan cookies saja. Tiba-tiba pandangan matanya menatap pada kalendar yang berada di atas nakas.


Deg...


"Kok tumben tamu bulananku belum datang juga. Padahal seharusnya sudah dua minggu yang lalu. Apa jangan-jangan aku hamil? Tapi kok aku enggak muntah atau mual seperti wanita hamil pada umumnya?" batin Aisha tengah berkecamuk resah dan bimbang.


Setelah satu jam menimbang-nimbang akhirnya ia memutuskan pergi ke dokter saat ibu mertuanya tengah tidur siang. Aisha memanggil taksi dan menuju rumah sakit yang tak jauh dari rumah mertuanya.


Dirinya langsung mendaftar ke poli obygn dan beruntung hari itu antrian tidak panjang. Aisha cukup menunggu dua puluh menit saja, lalu dirinya langsung dipanggil masuk.


Tak lama kemudian setelah melakukan rangkaian pemeriksaan, Aisha keluar dari ruangan dokter kandungan dengan senyum sumringah. Bahkan matanya berkaca-kaca sebab kini dalam rahimnya tengah bertumbuh Faizan junior yang telah lama mereka dambakan.


Kabar baik ini tentu bisa membantu menjaga nama baiknya di depan sang ibu mertua yang sejak lama menuduh dirinya dengan sebutan wanita mandul. Sebab belum bisa memberikan keturunan untuk keluarga Atmajaya.


Kini dengan kehamilan ini, maka otomatis tuduhan tersebut bisa terbantahkan dengan sendirinya. Sebab Sang Pemilik Alam telah menjawab segala doanya.


Saat ia bergegas keluar dari rumah sakit, tanpa sengaja menabrak seseorang. Lalu ia mendongak dan cukup terkejut. Namun tak lama ia tersenyum bahagia sebab ia mengenal orang tersebut.


"Lala," ucap Aisha.

__ADS_1


"Aisha, ngapain kamu di sini? Apa kamu sedang sakit?" tanya Lala cukup heran.


Tanpa basa basi Aisha langsung memeluk sahabatnya itu dan menangis tergugu saking bahagianya dan bingung meluapkan pada siapa terlebih dahulu. Karena pertemuan tak sengaja ini akhirnya Lala menjadi orang pertama yang mengetahui bahwa dirinya tengah hamil buah cintanya bersama Faizan.


"Wah, selamat ya Sha. Akhirnya kamu hamil juga. Tokcer bener itu tongkat bisbol suami brondongmu," ledek Lala saat membaca hasil pemeriksaan kehamilan sahabatnya itu beserta foto USG milik Aisha.


"Hush... ngawur saja kamu. Masih anak gadis dilarang bahas begituan nanti kepengen gimana? Jadi repot kan," sindir Aisha seraya tertawa riang.


"Ya kalau kepengen tinggal cari lawannya saja buat di culik ke KUA," balas Lala seraya cekikikan.


Akhirnya keduanya berbincang sejenak dan Lala harus segera kembali menemani kakaknya yang baru saja melahirkan. Aisha pun berpamitan untuk pulang.


Namun saat dalam perjalanan pulang, Aisha merasa taksi yang ia tumpangi berjalan tidak sesuai rute jalan menuju rumah mertuanya.


"Maaf Mas, apa enggak salah jalan? Saya rasa alamat yang saya tuju bukan melewati jalan ini. Rute ini terlalu jauh dari alamat saya," ucap Aisha dengan nada sopan.


Tanpa ba-bi-bu mendadak sang sopir taksi langsung menghentikan laju kendaraan dan menoleh ke arah Aisha. Dengan gerakan secepat kilat orang tersebut menyemprotkan sesuatu menyebabkan Aisha tak sadarkan diri.


"Hmm, cantik juga menantu keluarga Atmajaya. Pasti rasanya menggigit. Sudah lama senjataku tak diasah," ucap sopir taksi tersebut menatap Aisha yang tengah pingsan di jok penumpang dengan senyum menyeringai.

__ADS_1


🍁🍁🍁


__ADS_2