Kesabaran Hati Menantu

Kesabaran Hati Menantu
Bab 58 - Menguak Tabir


__ADS_3

Faizan berusaha mengingat kembali sosok lelaki yang ada di hadapannya ini. Sebab wajahnya sangat tak asing baginya. Namun ia sedikit lupa sehingga ia harus berusaha mengingat kembali ingatan lamanya.


Deg...


"Kamu! Bukankah kamu lelaki yang pernah dihajar hingga babak belur oleh Papaku sepuluh tahun yang lalu saat aku masih berusia lima belas tahun di tempat yang sama. Ya, benar di sini. Aku masih ingat. Benar kan?" tanya Faizan seraya memicing tajam.


"Haha... kamu cerdas dan pengingat yang ulung Faizan. Aku tak menyangka ternyata kamu lebih cerdas daripada ibu tiri dan kakak yang tak sedarah denganmu," ucap Jordan setelah bekapan mulutnya dibuka oleh anak buah Faizan dan dia tertawa lepas di depan suami Aisha ini.


"Apa maksudmu, hah?" tanya Faizan dengan nada tinggi seraya mencengkeram kerah baju Jordan hingga lelaki itu mendongak menatap Faizan.


"Lepaskan aku dan berikan uang dua puluh milyar rupiah sesuai kesepakatan kita sebelumnya, maka kamu akan tahu semua rahasia besar di keluargamu yang selama ini tertutup rapat termasuk kejadian yang menimpa istrimu," bisik Jordan dengan senyum menyeringai.


Deg...


Hati Faizan mendadak bercampur aduk antara marah, sedih dan juga penasaran dengan apa yang disampaikan lelaki di hadapannya ini yang ia ketahui bernama Jordan dari anak buahnya. Dari data informasi yang masuk, Jordan di duga merupakan pengedar narkoba tetapi bukan kategori bandar besar.


Namun Jordan juga merupakan salah satu target pihak berwajib walaupun hingga kini polisi belum bisa menangkapnya. Sebab belum ada bukti lengkap yang menjerat Jordan secara langsung. Lelaki ini dikenal sangat cerdik dan licin serta selalu berpindah-pindah tempat.

__ADS_1


Bahkan penyamarannya yang apik sehingga sering mengelabui petugas yang ada. Tentu hal ini membuat makin sulit untuk menjerat Jordan. Alhasil ia masih bebas melenggang dengan tenang. Faizan tersenyum menyeringai melihat Jordan yang berusaha memanfaatkan dirinya.


"Kamu katakan semua yang kau tahu jika ingin uang dan juga keselamatanmu. Jangan pernah main-main denganku karena aku tak segan-segan menghabisimu sekarang juga!" pekik Faizan mengancam Jordan seraya memberi kode pada Agung melakukan titahnya.


Agung yang langsung tanggap dan sigap segera meletakkan koper yang sejak tadi dibawanya di depan Jordan. Lalu ia membuka koper tersebut. Dan tentu saja Jordan yang notabene mata duitan langsung berbinar melihat sekoper uang dalam jumlah yang fantastis.


"Wohoo... rupanya kamu sudah mempersiapkan jaminan sesuai yang kita bicarakan di telepon tadi pagi. Senang sekali berbisnis dengan Anda, Tuan Faizan. Aku tak menyangka bahwa demi istrimu yang cantik dan menggairahkan itu kamu rela melakukan apapun," ucap Jordan seraya tertawa kecil yang tak lama tawa itu diam.


Hal ini dikarenakan, mendadak dua bogeman mentah dari Faizan meluncur pada wajahnya hingga memar dan di ujung bibirnya mengeluarkan darah.


"Bugh..."


"Bugh..."


Dan sekarang pistol tersebut berada di kepala Jordan tepatnya di dahi. Sontak Jordan kaget setengah mati. Sebab ia tak menduga Faizan orang yang dikenal biasa saja dan memang cukup dingin, bisa bersikap nekad dengan menodongkan pistol padanya.


Akhirnya dengan ancaman yang dilakukan Faizan pada Jordan membuat si tikus kecil ini buka suara juga dengan terpaksa. Faizan mendengarkan dengan seksama seluruhnya tanpa ada yang terlewat satupun.

__ADS_1


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Coretan Othor Tidak Solehot :


Apa yang disampaikan Jordan pada Faizan dan tabir apa saja yang tersimpan?


Tunggu di next chapter, Sobat๐Ÿ’‹


Ada yang bertanya, kok Faizan enggak ngecek cctv?


Sudah tertuang pada chapter 47 maupun di beberapa chapter sebelumnya bahwa cctv di kediaman utama keluarga Atmajaya sudah disabotase sedemikan rupa oleh Mama Ida dengan membayar ahli IT. Sehingga selama Faizan mengecek dari Taiwan hingga dirinya pulang, tak ada kejanggalan karena Mama Ida dan Aisha beraktivitas seperti biasa. Jadi Faizan fokus menyelesaikan pekerjaan di Taiwan dan ketambahan dirinya sempat tumbang akibat couvade syndrome.


Tentu saja part asli dari cctv saat Aisha terusir tidak ditayangkan sehingga Faizan tidak melihat pengusiran tersebut karena telah disabotase. Jika dalam bahasa IT itu yang terjadi pada saat Faizan melihat cctv adalah sabotase sistem yang mengelabui bagi orang awam yang melihatnya.


Jika ingin tahu bahwa ada suatu sabotase sistem maka secara logika harus yang mengecek dan mendeteksi sesama ahli IT juga yang kompeten.^^


Hatur Nuhun๐Ÿ’‹

__ADS_1


__ADS_2