
"Mas, itu ponselnya bunyi terus. Angkat saja siapa tahu penting," cicit Aisha sebab sang suami terus membiarkan dering ponselnya berbunyi dan bibir serta tangannya tetap bergerilya pada tempat-tempat favoritnya.
"Haishh... "
Akhirnya Faizan bangkit dari tidurnya, ia melepas jas dan kemejanya bahkan celana panjangnya. Ia banting di sofa seraya meluapkan kekesalannya yang sudah di ubun-ubun karena telepon tak ada akhlak. Hingga menyisakan boxernya saja dan bertelanjang dada.
Bip...
"Halo sahabat enggak ada akhlak. Jika bukan hal penting awas saja! Aku kirim nanti kamu ke Afrika buat ternak gajah!" hardik Faizan seraya berdiri tengah berkacak pinggang dan melihat sedikit pemandangan di luar dari celah korden kamarnya yang belum tertutup rapat dengan sempurna.
Aisha yang melihat suaminya hampir naked tersebut membuatnya menutup wajahnya dengan selimut dan tak berani menatap. Pipinya sudah merah merona membayangkan hukuman yang akan diberikan Faizan padanya. Walaupun ia berusaha menegarkan hatinya untuk melupakan kejadian pelecehan tersebut seperti yang digaungkan sang suami baru saja saat akan memesrai dirinya.
"Aku akan menghapus jejak lelaki brengsek itu. Jangan pernah kamu pikirkan lagi dan buang jauh-jauh kejadian tak penting itu. Ingat aku suamimu sekaligus Ayah dari janin yang tengah ada di sini. Kini yang tengah menjamah dan memesraimu adalah suamimu. Ingat itu. I love you sayangku," bisik mesra Faizan di telinga Aisha sebelum dirinya melancarkan serangan.
Faizan mendengarkan untaian kata yang disampaikan sahabatnya itu dengan seksama. Bahwa Aisha adalah putri kandung Bu Jihan. Keduanya besok pagi ditunggu sarapan bersama di area privat di lantai yang sama dengan kamar mereka.
"Jangan terlalu diforsir. Ingat Bro, sekarang dia kakak sepupuku. Kalau kamu menyakitinya atau calon keponakanku, urusanmu denganku!" ancam Benny.
"Siap adik sepupuku yang paling tampan. Sudah dulu, adikku sudah kedutan dari tadi nih Ben. Mimpi indah adik Ben," ledek Faizan seraya terkekeh tanpa rasa bersalah langsung mengakhiri panggilan.
Sedangkan di ujung sana Benny tengah bergidik ngeri melihat suara Faizan yang tengah mendayu-dayu padahal awal mengangkat telepon terlihat sangat garang dan marah-marah.
__ADS_1
"Dasar suami bucin kerasukan jin," batin Benny meledek seraya terkekeh.
Faizan pun mematikan ponselnya. Setelah itu ia mematikan lampu utama dan menyisakan lampu tidur yang temaram. Setelah sekian purnama akhirnya malam indah melepas rindu itu pun terjadi juga pada dua insan yang tengah di mabuk asmara.
Meluapkan dahaganya yang selama ini tertahan untuk disalurkan pada tempat yang semestinya. Penyatuan itu pun terjadi setelah sang wanita dibuat berkali-kali mengalami pelepasan dahaga cinta terlebih dahulu.
Dan pada akhirnya sesi bercinta ditutup dengan seruan nama pasangan masing-masing yang menggema di seantero kamar saat puncak madu asmara telah berhasil diraih hingga membuat bunga-bunga yang menjadi saksi tersipu malu.
"Cup..."
"Terimakasih sayangku, cintaku, ibu dari anak-anakku."
Bisik mesra Faizan mengakhiri malam panjang mereka hingga akhirnya keduanya pun tertidur pulas dengan mimpi yang indah dan saling berpelukan mencari kehangatan.
🍁🍁🍁
Benny dan Agung seperti biasa akan meledek Faizan habis-habisan hingga membuat Aisha rasanya ingin menenggelamkan diri ke samudera Atlantik bersama ikan piranha.
Bu Jihan pun menyampaikan permintaan maaf sebelumnya pada Faizan dan Aisha mengenai tes DNA yang ia lakukan secara diam-diam. Lalu Bu Jihan menyodorkan hasil tes DNA tersebut pada keduanya.
Sebelum tiba untuk sarapan, Faizan sudah menjelaskan singkat pada Aisha tentang dugaan bahwa Bu Jihan adalah ibu kandung istrinya itu. Ia tak ingin Aisha kaget sehingga ia menceritakan kisah masa lalu keluarganya terlebih dahulu sebelum pergi sarapan bersama.
__ADS_1
Aisha sempat menangis di dalam kamar, Faizan pun sangat mengerti dan memeluk istrinya itu guna memberikan kekuatan agar ia ikhlas dengan apa yang terjadi di masa lalu. Semua sudah suratan takdir dari Tuhan yang saat ini kita bisa lakukan adalah ikhlas dan mendoakan keluarga yang telah meninggal dunia.
Semua orang tak bisa menahan haru dan tangisnya saat melihat Bu Jihan dan Aisha saling berpelukan layaknya ibu dan anak yang telah lama merindu karena terpisahkan oleh takdir. Kini semua telah kembali pada hakikatnya. Namun Aisha memiliki keinginan bahwa ia tetap akan menggunakan nama Aisha bukan Almira.
Sebab Aisha ingin menghormati mendiang kedua orang tua angkatnya yang telah mengasuh dan membiayai hidupnya hingga dewasa serta memberikan kasih sayang yang tulus. Bahkan saat kedua orang tua angkatnya meninggal dunia, dirinya merasa belum bisa membahagiakan mendiang Surya dan Lestari yang sangat berjasa dalam hidupnya.
Bu Jihan sangat memahami dan tidak mempermasalahkan akan hal itu. Kuasa hukum keluarga Artanegara pun sudah ia utus mengurus segala hal tentang perubahan nama dari Almira ke Aisha guna melimpahkan seluruh harta kekayaannya pada putri kandungnya itu.
Aisha pun tak berani menolak akan hal itu. Terlebih saat Faizan memberi kode padanya untuk menerima seluruh pemberian Bu Jihan selaku ibu kandungnya demi menghargai.
Tiga hari pun berlalu,
Mereka semua menikmati liburan yang menyenangkan dan mengesankan selama di Bali. Liburan bersama orang-orang terkasih terlebih keluarga pasti sangat meninggalkan kenangan yang indah dan memorable. Untuk pengantin lama rasa baru jangan ditanya, mereka banyak menghabiskan waktu di dalam kamar daripada di luar.
Faizan selalu bisa memberi alasan khawatir Aisha kecapekan yang berpengaruh pada bayi mereka. Bahkan calon Papa yang over protektif itu sudah bertandang ke dokter spesialis kandungan di salah satu rumah sakit ternama di Denpasar guna mengecek kondisi istri dan bayinya.
Bahkan pertanyaan tentang gaya yang aman saat mengunjungi si dedek pun Faizan lontarkan tanpa basa basi di depan sang dokter. Aisha sungguh malu rasanya jika terkait urusan satu itu. Rasanya ia ingin sekali pinjam pintu ajaib Doraemon untuk menghilang.
Puncak acara pun tiba, kini semua peserta family gathering sudah berada di meja masing-masing untuk menikmati malam malam romantis di tepi pantai Jimbaran, Bali. Aneka seafood maupun makanan khas Bali di sajikan di sana. Bahkan ada acara doorprize yang diselenggarakan juga untuk memeriahkan puncak acara ulang tahun Bu Jihan.
Owner Ji's boutique yang tampak anggun malam ini sudah berdiri di atas panggung dan memegang microfon.
__ADS_1
"Selamat malam semua. Semoga bahagia dan sehat selalu. Malam ini, ijinkan saya memberikan satu kabar bahagia. Setelah tiga puluh tahun terpisah karena takdir, akhirnya saya dipertemukan kembali dengan putri kandung saya yang masih hidup dan sangat cantik jiwa raga. Sekaligus nantinya, dia yang akan mewarisi seluruh harta kekayaan keluarga Artanegara. Aisha Permata Jingga, putri kandung Mama yang sangat aku cintai dan banggakan. Ke sini Nak," tutur Bu Jihan dengan lembut dan penuh kasih sayang seraya memanggil Aisha untuk naik ke atas panggung.
🍁🍁🍁