Kesabaran Hati Menantu

Kesabaran Hati Menantu
Bab 32 - Rencana Licik


__ADS_3

"Gimana Del, kamu berhasil merebut hati Faizan?" tanya Helena Laely Kusumaningrat, ibunda Della (50 tahun).


"Aku tadi ketemu sama Tante Ida saja Mah. Kak Faizan sedang bulan madu sama mantan istri kakaknya. Tapi Mama tenang saja kalau pun Kak Faizan tidak berhasil aku dapatkan, kita masih untung dengan ibu tirinya yang mata duitan itu," ucap Della dengan senyum devilnya.


"Hahaaaa... ternyata Jeng Ida dari dulu masih sama saja. Mata duitan tapi bodohnya minta ampun," tawa Helena dengan bersorak gembira.


"Memangnya Tante Ida dulu pernah Mama tipu juga?" tanya Della penasaran.


"Bukan dengan Mama tetapi sama tetangga komplek rumah kita yang lama. Tante Ida ikut arisan dalam jumlah fantastis agar bisa untung cepat tapi ujungnya uang itu dibawa kabur sama si bendahara arisan. Raib tanpa jejak," tutur Helena.


"Dasar bodoh!" ucap Della dengan tertawa terbahak-bahak.


"Cepatlah kamu kuras habis harta Jeng Ida. Mama sudah bosan tinggal di kontrakan sempit dan kumuh ini Del. Mama ingin tinggal di rumah atau apartemen mewah dan belanja tas branded lagi," ucap Helena dengan senyum busuknya.

__ADS_1


"Beres Mah. Sebentar lagi kucing masuk dalam karung perangkap yang sudah aku siapkan dengan matang. Tinggal Mama panen saja hasilnya nanti," ucap Della dengan senyum smirknya.


Ya, Della dan ibunya saat ini bukan tinggal di apartemen mewah yang selalu ia gembor-gemborkan pada Mama Ida. Sebenarnya mereka tinggal di pinggiran kota Jakarta. Pemukiman padat penduduk yang kumuh.


Keduanya menyewa kontrakan kecil dengan sewa per bulan dua ratus ribu lima puluh ribu rupiah saja. Hanya terdiri satu ruangan saja dijadikan untuk tempat tidur bergabung dengan dapur serta satu kamar mandi.


Baru dua minggu ini Della dan ibunya kembali ke Indonesia setelah keduanya menipu beberapa orang di luar negeri. Modusnya cukup beragam.


Terakhir, mereka melakukan penipuan dengan cara menanam saham di perusahaan yang diakui milik Della padahal perusahaan tersebut fiktif belaka.


Namun gaya hidup terlalu hedonisme membuat keduanya lupa tak ada pemasukan tetap sebab mantan suami Helena yaitu Papa kandung Della sudah tak menyokong ekonomi mereka berdua.


Papa kandung Della memutuskan bercerai dari Helena dan mencari wanita lain karena sudah muak dengan tingkah laku ibu dan anak tersebut yang hanya menghabiskan hartanya. Terlebih Helena jarang di rumah mengurus rumah tangga dan suaminya.

__ADS_1


Sehingga sebagai lelaki, otomatis dia mencari sosok istri yang ia dambakan untuk mengurusnya bukan hanya untuk berfoya-foya. Namun Helena sengaja menyebarkan berita di luar sana pada khalayak umum maupun tetangga komplek bahwa suaminya berselingkuh dengan daun muda.


Kuliah Della pun di luar negeri berakhir di drop out. Sebab dirinya lama tak membayar tunggakan kuliah dan sering tidak masuk. Untuk menopang hidupnya yang penuh hedonisme di luar negeri sebelum kedua orang tuanya berpisah pun Della sudah terbiasa menjadi ayam kampus.


Melayani beberapa lelaki yang biasa memanggilnya hanya untuk dipuaskan kebutuhan biologisnya. Namun hal ini hanya Della yang tahu. Helena tak mengetahui sama sekali bahwa putri semata wayangnya bekerja menjadi wanita panggilan.


Akan tetapi profesi itu sudah lama tak ia geluti sebab kini dirinya beralih menjadi pemain bisnis tipu-tipu. Namun tak menampik jika ada lelaki yang ingin memakai jasanya sebagai wanita panggilan asalkan dengan bayaran yang cukup fantastis, maka ia akan siap membuka kakinya.


Sungguh ironi, dalam kecantikan rupa seorang Della menyembunyikan kebusukan semata. Akankah Mama Ida membuang berlian seperti Aisha hanya demi sebuah batu kerikil seperti Della?


Bagaimana reaksi Mama Ida jika mengetahui calon menantu idamannya yang konon katanya sebagai wanita terhormat, kaya raya dari kalangan atas ternyata wanita yang mudah membuka kakinya pada banyak pria alias seperti wc umum ?


"Jagalah kehormatanmu sebagai wanita hingga suamimu kelak yang mendapatkan kehormatan tersebut bukan lelaki lain yang tidak halal untukmu."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2