Kesabaran Hati Menantu

Kesabaran Hati Menantu
Bab 62 - Hukum Tabur Tuai


__ADS_3

"Aduh, Della ke mana sih? Kenapa semua jadi runyam begini? Masak berlian yang dijual Della palsu sih? Rasanya enggak mungkin. Gak masuk akal. Pasti akal-akalan mereka saja biar uangnya balik. Bilang aja lagi bokek. Dasar kismin!" omel Mama Ida di kamarnya.


Sejak tadi dirinya berusaha menghubungi ponsel Della maupun ibunya Della yakni Helena. Namun nomor keduanya sama-sama tidak aktif dan susah dihubungi. Membuat Mama Ida makin terpojok dan terus menggerutu sebal.


Pasalnya uang hasil keuntungan jual beli berlian tersebut sudah habis tak bersisa. Ia gunakan untuk membayar Jordan melakukan penculikan pada Aisha, menantunya. Serta sisanya tentu seperti biasa ia gunakan untuk berfoya-foya.


Jika Mama Ida tengah dituntut rekan-rekan sosialitanya untuk mengembalikan uang mereka, di tempat lain Della dan ibunya tengah berlarian di gang-gang kumuh dan sempit. Keduanya tengah lari dari kejaran debt collector dan juga beberapa korban lain yang kena tipu bisnis berlian palsunya.


Bahkan ada juga salah satu wanita paruh baya yang ikut dalam rombongan tersebut mengejar Della sebab suaminya terciduk mentransfer sejumlah uang senilai dua ratus juta rupiah pada rekening Della. Setelah usut punya usut ternyata Della menjadi wanita simpanan suaminya.


Otomatis sang istri sah naik pitam mengejar Della guna meminta uang sang suami dikembalikan. Rumah tangganya yang harmonis harus terganggu karena ulah pelakor seperti Della yang tak tahu malu dan hanya morotin harta suaminya saja.


Mereka semua saling bahu membahu mengejar guna menangkap Della dan ibunya yang dikenal cukup cerdik dan licin. Saat di pertigaan gang, ibu Della terjatuh. Otomatis Della juga berhenti guna menolong ibunya.


Dan akhirnya tanpa sadar keduanya sudah berhasil dikepung oleh orang-orang tersebut.


"Dasar pelakor! Kembalikan semua uang suamiku!" pekik wanita paruh baya seraya menjambak rambut Della.


"Hahaa.. kamu saja yang enggak bisa muasin suamimu. Jadinya dia doyan jajan di luar. Yang pasti punyaku masih rapet singset dan punyamu sudah kendor semua," ledek Della seraya membalas jambakan pada rambut wanita paruh baya tersebut.


Namun Della dan ibunya sudah terpojok dan kalah sebab wanita paruh baya itu membawa dua pengawalnya untuk menggelandang keduanya ke pihak berwajib. Terlebih dibantu oleh para korban lainnya.

__ADS_1


"Sialan! Lepasin aku!" bentak Della.


Namun mereka semua tak ada yang menggubrisnya dan tetap membawa Della dan ibunya ke pihak berwajib. Nyonya Helena, ibunda Della, terus mengomel pada putrinya sebab ia tidak mau hidup di penjara.


Bahkan dia terus menggerutu sebal pada putrinya yang gagal mendekati Faizan dan otomatis juga tidak berhasil menggasak harta kekayaan keluarga Atmajaya. Della membentak balik sang ibu karena dirinya juga tengah pusing.


"Diam Mah! Aku juga pusing. Jangan tambah kepusingan yang lain," bentak Della membuat Nyonya Helena menghentak-hentakkan kakinya dan tetap mengomel seperti anak kecil yang tidak dibelikan orang tuanya es krim.


Orang lain yang tengah melihat kondisi ibu dan anak ini pasti merasa sangat menggelikan sekaligus muak jika tahu apa yang terjadi sampai keduanya diseret paksa untuk dibawa ke pihak berwajib guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Akibat ulah keduanya, membuat kerugian yang sangat banyak bagi para korban.


Sedangkan di sisi lain, Mama Ida berhasil keluar dari rumahnya sendiri melalui pintu belakang dan terpaksa memanjat tembok tinggi di belakang rumahnya dengan tangga. Beruntung teman-teman sosialitanya yang tengah berdemo di depan rumahnya tidak mendapati aksinya yang menggelikan itu.


Mungkin jika di era digital sekarang sudah bisa terciduk cctv atau kamera ponsel tetangga dan langsung diviralkan di sosial media dengan judul "Cara jitu kabur dari rumah sendiri tanpa terciduk teman tetapi enggak apa-apa terciduk cctv tetangga".


Akhirnya Mama Ida berhasil menaiki taksi menuju apartemen mewah milik Della di Jakarta pusat. Berbekal alamat yang pernah diberikan oleh Della beberapa waktu lalu, akhirnya ia tiba di tempat tersebut.


Saat Mama Ida masuk ke lobby apartemen mewah itu, security sudah menanyakan keperluannya dan ingin bertemu dengan siapa. Sebab apartemen yang Mama Ida datangi memang termasuk kawasan hunian elite sehingga tidak sembarangan orang masuk.


Namun alangkah terkejutnya Mama Ida saat pihak keamanan apartemen tersebut mengatakan bahwa Della dan ibunya kabur meninggalkan unit yang disewanya karena dikejar para korban yang berhasil mereka tipu dengan bisnis berlian palsu.


Deg...

__ADS_1


"Apa? Kabur Pak? Enggak mungkin. Pasti Bapak salah orang. Keduanya dulu tetangga saya di komplek perumahan mewah di Jakarta Selatan jadi mana mungkin mereka tukang tipu. Bukankah Della punya unit di sini, Pak?" tanya Mama Ida dengan nada tinggi tak terima.


"Bukan yang punya unit, Nyonya. Tetapi Mbak Della adalah penyewa saja di unit tersebut bukan pemiliknya. Yang saya tahu, Mbak Della dan ibunya menyewa untuk tiga bulan. Tetapi sekarang baru jalan dua bulan dan sudah pergi," tutur satpam.


"Enggak mungkin!"


"Kalian pasti bohong!"


"Aku mau pergi melihat unitnya langsung. Pasti Della dan Jeng Helena ada di dalam," ucap Mama Ida seraya akan melangkah menuju lift.


Namun satpam berhasil mencegahnya sebab Mama Ida tidak melakukan prosedur masuk di apartemen tersebut dengan sesuai. Sehingga tidak diperkenankan untuk naik ke unit yang di maksud.


Terjadi perdebatan hebat antara Mama Ida dan beberapa pihak keamanan apartemen mewah tersebut. Hingga akhirnya Mama Ida berhasil di usir keluar secara tidak hormat dari kawasan tersebut sebab mengganggu kenyamanan penghuni dan tamu apartemen.


Dengan langkah gontai dan lemas Mama Ida berjalan kaki menyusuri jalanan. Pikirannya tengah kosong dan buntu.


Dirinya bingung bagaimana caranya mengembalikan dana teman-temannya yang ditipu Della. Sertifikat rumahnya tergadai di bank dan sudah hampir dua bulan menunggak, mobil pun telah ia jual dan naas tabungannya sudah tak jelas isinya.


🍁🍁🍁


"Petani yang menanam padi maka pasti akan memanen beras. Petani menanam jagung juga akan memanen jagung bukan lah tomat."

__ADS_1


"Apa yang kamu tabur maka kelak itu yang akan kamu tuai."


"Jadi tanamlah hal-hal kebaikan agar kelak engkau memanen kebaikan pula."


__ADS_2