
Bahagia terpancar dari raut kedua insan yang tengah di mabuk asmara. Ya, mereka adalah Faizan dan Aisha. Seolah dunia hanya milik mereka berdua.
Selama di Bali, ke manapun mereka berada selalu menampilkan kemesraan dan keposesifan masing-masing. Kegiatan bulan madu tentu saja identik dengan bercinta.
Begitu juga yang terjadi dengan Faizan dan Aisha. Keduanya tak akan melewatkan satu malam pun selama di Bali untuk saling berbagi keringat.
Terlebih sejak sang istri mengutarakan cinta padanya. Bahkan tak segan mengatakan kecemburuannya pada wanita-wanita di sekelilingnya, Faizan semakin tak melepaskan Aisha dan lebih sering kegiatan bulan madu mereka berakhir dengan membuat kamar acak-acak an.
Faizan sengaja sering mengurung sang istri di kamar hotel tempat mereka menginap. Sebab dirinya ingin Aisha segera mengandung buah hatinya. Ia berharap dengan Aisha hamil bisa meruntuhkan keegoisan ibu tirinya yaitu Mama Ida yang menjadi mertua Aisha.
Sebab ia tahu sejak lama Mama Ida sangat menginginkan keturunan untuk penerus keluarga Atmajaya. Namun ternyata selama pernikahan Handika dengan Aisha tak menghasilkan buah hati. Sehingga Mama Ida kerap kali menuduh Aisha mandul.
Padahal faktanya tidak seperti itu. Dan Faizan sendiri yakin bahwa sang istri subur. Begitu pun dirinya. Walaupun belum memeriksakan kondisi masing-masing secara medis, namun ia yakin bahwa dirinya dan Aisha dalam kondisi sehat.
Terlebih dirinya adalah pria pertama yang mendapatkan sari madu milik Aisha bukan lelaki lain. Padahal notabene sang istri adalah seorang janda. Ternyata janda itu masih bersegel ketika menikah dengannya.
Faizan seakan mendapatkan sebuah jackpot atau hadiah tak terduga dari Sang Pemilik Kehidupan. Faizan meyakini bahwa apa yang terjadi pada hidup kita semua sudah suratan takdir dari Tuhan.
__ADS_1
Sore ini, Aisha meminta suaminya untuk membawanya ke pantai Tanjung Benoa. Sebab dirinya ingin mencoba beberapa olahraga air yang ditawarkan di pantai tersebut seperti parasailing, surfing, snorkeling, banana boat, jet ski dan lain sebagainya.
"Hati-hati sayang. Aku mau duduk di sini dulu sejenak setelah itu kita lanjut banana boat," ujar Faizan saat mengantarkan Aisha untuk bersiap naik parasailing.
Aisha pun mengangguk dengan cepat dan senyum sumringah terpancar dari keduanya. Lalu Aisha melambaikan tangan pada sang suami yang di balas hal yang sama oleh Faizan saat sang istri sudah mulai naik ke udara.
"Faizan," panggil seseorang tiba-tiba.
Faizan yang sedang mengecek ponselnya, mendengar ada yang memanggil namanya otomatis dirinya menoleh dan mengangkat pandangan. Dirinya melihat seorang wanita yang ia kenal memandangnya dari jarak beberapa meter dari tempatnya duduk.
"Mitha," ucap Faizan.
Namun Faizan sejak dulu selalu dingin dengan wanita di sekelilingnya dan hanya menganggap teman sehingga dirinya sedekat apapun dengan lelaki tersebut tetap belum bisa memasuki hati seorang Faizan Atmajaya.
Bagi Mitha ini suatu pertanda keberuntungan untuknya. Sebab secara tak sengaja bertemu dengan Faizan kembali. Yang lalu ketika di Bandung dan sekarang di Bali.
Mitha beranggapan alam sedang berpihak padanya saat ini sehingga sering dipertemukan dengan lelaki yang namanya masih berada di relung hatinya ini. Namun tidak bagi Faizan.
__ADS_1
Ia menganggap ini hanya sebuah kebetulan semata dan tak berarti apapun. Hal ini dikarenakan di hatinya sudah terpatri nama Aisha, sang istri. Kecuali Aisha, Faizan tak menginginkan yang lain.
Mitha pun melangkah dengan pasti dan berjalan ke meja Faizan lalu tanpa basa basi atau menunggu persetujuan Faizan, ia langsung duduk di kursi yang seharusnya digunakan oleh Aisha.
"Wah, enggak nyangka kita bertemu lagi. Kebetulan atau memang takdir ya," ucap Mitha seraya terkekeh.
"Aku rasa ini hanya kebetulan saja sih, Mit. Tak ada yang spesial dengan pertemuan kita. Kamu sedang apa ke Bali? Berlibur juga kah?" tanya Faizan sopan.
"Iya aku sengaja berlibur ke Bali saat Tuan Ronald memberiku cuti beberapa hari. Dia masih di Singapura, jadi ya sudah aku pergi ke Bali saja. Kamu sendiri ke sini ngapain? Sengaja ikutin aku ya? Haha... maaf Zan aku bercanda," tutur Mitha seraya tertawa.
"Enggak kok Mit. Aku ke sini sedang bulan madu sama istriku, Aisha."
"Itu dia sedang asyik main parasailing," ucap Faizan dengan senyum merekah seraya menunjukkan pada Mitha tempat Aisha berada.
Bahkan Faizan tak segan-segan melambaikan tangan dan berteriak mesra dari jauh pada Aisha memanggil nama sang istri. Faizan sengaja melakukan hal itu selain ia tak ingin Aisha yang sedang mengudara salah paham melihatnya duduk dengan Mitha, ia juga ingin menunjukkan pada teman kuliahnya ini bahwa dirinya begitu mencintai Aishanya.
"Faizan sepertinya begitu mencintai istrinya itu. Padahal yang aku dengar, dia adalah janda dari kakaknya. Sialan pamorku digeser oleh seorang janda!" batin Mitha geram.
__ADS_1
🍁🍁🍁